• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BERAS SUDAH, PANGAN BELUM: JALAN TERJAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

fusilat by fusilat
January 19, 2026
in Economy, Feature
0
Swasembada Pangan: Jalan Kedaulatan yang Kian Terjal
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Keberhasilan Indonesia meraih kembali status swasembada beras per 31 Desember 2025 memberi sinyal penting: kemauan politik untuk mencapai swasembada pangan bukan mimpi kosong. Dengan semangat juang tinggi, ditopang kerja keras dan kerja cerdas, swasembada beras akhirnya dapat diwujudkan. Ini layak disebut prestasi yang patut diapresiasi.

Namun, euforia tidak boleh menutup nalar. Swasembada beras bukanlah swasembada pangan. Beras memang komoditas strategis, tetapi ia baru “pintu pembuka” menuju tujuan yang jauh lebih besar: kedaulatan pangan nasional. Tanpa swasembada beras, mustahil swasembada pangan tercapai. Tetapi keberhasilan pada beras belum memberi hak untuk memproklamasikan Indonesia sebagai negara yang sepenuhnya berswasembada pangan.

Pemahaman yang tepat mengenai perbedaan swasembada beras dan swasembada pangan penting untuk diluruskan. Terlebih, dalam berbagai pernyataan pejabat publik, masih kerap terlihat kerancuan dalam memaknai keduanya. Kekeliruan ini berisiko menyesatkan opini publik dan melahirkan rasa puas diri yang prematur.

Swasembada pangan berarti kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa ketergantungan signifikan pada impor. Negara memproduksi pangan yang cukup bagi rakyatnya, mandiri, berdaulat, dan stabil dalam menghadapi dinamika global. Bagi Indonesia, swasembada pangan adalah harga mati yang tidak layak ditawar.

Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menjelaskan bahwa pangan mencakup segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik diolah maupun tidak, yang diperuntukkan sebagai makanan dan minuman manusia, termasuk bahan baku dan bahan tambahan pangan. Artinya, pangan jauh melampaui beras.

Badan Pangan Nasional mengelompokkan bahan pangan dalam beberapa kategori utama, antara lain:

  • Padi padi-padian seperti beras, jagung, gandum
  • Umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, singkong
  • Pangan hewani seperti daging, telur, susu
  • Minyak dan lemak seperti minyak goreng dan lemak hewani
  • Buah dan biji berminyak seperti kelapa dan kacang tanah
  • Kacang-kacangan seperti kedelai, kacang hijau, kacang merah
  • Gula seperti gula pasir dan gula aren
  • Sayur dan buah-buahan
  • Rempah-rempah dan bahan pangan lainnya

Kategori tersebut menjadi acuan Pola Pangan Harapan agar konsumsi masyarakat seimbang dan bergizi. Dari sekian banyak komoditas itu, hingga kini yang benar-benar telah mencapai swasembada baru beras. Komoditas lain masih bergantung pada impor karena produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Tantangan menuju swasembada pangan masih besar. Pertama, produktivitas lahan pertanian relatif rendah dibanding negara lain. Kedua, kerusakan lingkungan dan perubahan iklim yang memengaruhi hasil panen. Ketiga, rendahnya adopsi teknologi pertanian modern. Keempat, infrastruktur pertanian seperti irigasi dan akses jalan yang belum memadai. Kelima, daya saing produk pangan nasional di pasar global masih lemah. Keenam, ketergantungan impor untuk komoditas strategis seperti gandum dan kedelai. Ketujuh, perubahan pola konsumsi masyarakat yang terus berkembang.

Menghadapi tantangan tersebut, diperlukan terobosan nyata dan terukur. Di antaranya pengembangan pertanian cerdas iklim melalui teknologi adaptif seperti irigasi efisien, benih unggul, dan pengelolaan tanah berkelanjutan. Intensifikasi dan ekstensifikasi lahan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka areal pertanian baru. Digitalisasi pertanian melalui Internet of Things dan aplikasi berbasis data untuk meningkatkan efisiensi. Pembangunan infrastruktur irigasi, penyimpanan, dan pengolahan pasca panen untuk menekan kehilangan hasil. Penguatan kelembagaan petani agar memiliki daya tawar lebih baik. Serta pendidikan dan pelatihan guna melahirkan petani modern yang melek teknologi.

Jalan menuju swasembada pangan masih panjang dan terjal. Swasembada beras baru satu bab dari buku besar kedaulatan pangan. Setelah beras, pekerjaan besar berikutnya adalah jagung, kedelai, gula, daging sapi, bawang putih, dan komoditas lain yang hingga kini masih bergantung pada impor.

Dengan strategi yang tepat, keberpihakan kebijakan yang konsisten, serta keberanian melakukan terobosan, Indonesia bukan hanya mampu memberi makan bangsanya sendiri, tetapi juga berdiri tegak sebagai negara berdaulat di atas tanahnya, airnya, dan pangannya sendiri.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa Ujung dari Sholat dan Ujung dari Beragama?

Next Post

Golkar: Dapur Besar Politik dan Seni Menjadi Licin

fusilat

fusilat

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Indonesia Impor BBM dari Singapura Menteri Bahlil Heran, “Geleng-geleng Kepala”,

Golkar: Dapur Besar Politik dan Seni Menjadi Licin

Setelah Ditulis Ulang Sejarah Indonesia, Versi Terbaru Akan Diluncurkan  17 Agustus 2025

Fadli Zon ‘Turun Tangan’ di Keraton Solo, Protes Kubu PB XIV Purboyo Disumbat?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...