• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Golkar: Dapur Besar Politik dan Seni Menjadi Licin

Ali Syarief by Ali Syarief
January 19, 2026
in Feature, Politik
0
Indonesia Impor BBM dari Singapura Menteri Bahlil Heran, “Geleng-geleng Kepala”,

Ketum Golkar Bahlil

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bila ada satu panggung yang mampu merangkum watak politik Indonesia dalam bentuk komedi yang nyaris tak disengaja, barangkali perayaan ulang tahun Partai Amanat Nasional ke-26 di Jakarta, 23 Agustus 2024, layak disebut contohnya. Di hadapan para elite partai, menteri, pimpinan parlemen, hingga Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan melempar pujian yang terdengar seperti sanjungan—namun beraroma satire—kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

“Dia ini jebolan Golkar, jebolan HMI, jebolan Hipmi. Semua diolah,” ujar Zulkifli sambil menekankan kata terakhir. Tawa pun pecah. Bukan semata karena lucu, tetapi karena semua yang hadir paham: kata olah di politik Indonesia bukan sekadar mengaduk bahan masakan. Ia adalah metafora kelicinan.

Zulkifli lalu menarik ingatan ke masa lalu. Ia menyebut Akbar Tandjung, mantan Ketua Umum Golkar, sebagai politisi yang—meminjam istilahnya—“luar biasa licin.” Sebuah kalimat yang terdengar ringan, tetapi menyimpan rekam jejak berat: vonis korupsi dana Bulog, putusan pengadilan, lalu pembebasan di tingkat Mahkamah Agung. Akbar selamat, partai selamat, dan politik Indonesia mencatat satu pelajaran penting: di negeri ini, kelincahan sering lebih menentukan daripada ketegasan moral.

Di tangan Bahlil, kata “olah-olah” menjelma kosakata politik baru. Ia sendiri gemar mengulangnya dalam pidato-pidatonya, seakan sedang mengajarkan bahwa kekuasaan adalah dapur besar—siapa yang paling lihai mengolah, dialah yang bertahan. Bahkan office boy pun, katanya, bisa mengolah. Maka apalagi pengurus partai.

Lahir di Banda, tumbuh di Papua, lalu menyerap budaya Jawa dari keluarga istrinya, Bahlil adalah hasil kawin silang berbagai kultur: spontanitas Timur dan kecermatan pasemon Jawa. Kalimatnya kerap blak-blakan, tetapi selalu punya pintu belakang untuk keluar dari jebakan. Ia tahu kapan harus bicara keras, kapan menyamarkan maksud. Inilah seni bertahan di rimba politik Nusantara.

“Olah-olah” akhirnya tak lagi berarti proses, melainkan strategi. Ia adalah cara menyiasati hukum tanpa menantangnya, menikung tanpa menabrak, menyerang tanpa memicu perang terbuka. Sebuah seni bergerak di antara garis tegas benar dan salah—wilayah abu-abu yang justru paling ramai dihuni politisi kita.

Dalam sistem politik yang masih beraroma feodalisme Jawa, figur seperti Bahlil menemukan habitat ideal. Gaya bicaranya boleh tampak kasar, bahkan norak bagi sebagian kalangan. Namun ia membaca arah angin dengan presisi. Ia naik bukan karena reputasi aktivisme besar, bukan pula karena warisan dinasti, melainkan karena kemampuan menempatkan diri di titik yang tepat, pada waktu yang tepat.

Pada akhirnya, tawa di acara ulang tahun PAN itu bukan sekadar tawa hiburan. Ia adalah tawa pengakuan kolektif: bahwa di panggung politik Indonesia, yang paling bertahan bukan selalu yang paling cerdas, paling bersih, atau paling berintegritas—melainkan mereka yang paling piawai mengolah keadaan.

Dan di negeri ini, barangkali itulah definisi kekuasaan yang sesungguhnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BERAS SUDAH, PANGAN BELUM: JALAN TERJAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

Next Post

Fadli Zon ‘Turun Tangan’ di Keraton Solo, Protes Kubu PB XIV Purboyo Disumbat?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Next Post
Setelah Ditulis Ulang Sejarah Indonesia, Versi Terbaru Akan Diluncurkan  17 Agustus 2025

Fadli Zon ‘Turun Tangan’ di Keraton Solo, Protes Kubu PB XIV Purboyo Disumbat?

RUU Perampasan Asset – Negara Kalah dari Penjahatnya Sendiri

RUU Perampasan Asset - Negara Kalah dari Penjahatnya Sendiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist