• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Api dalam Sekam Pembangunan Kampus UIII: Korban Gusuran Tuntut Keadilan

fusilat by fusilat
June 4, 2024
in Crime, News
0
Api dalam Sekam Pembangunan Kampus UIII: Korban Gusuran Tuntut Keadilan

Para korban penggusuran lahan untuk pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Desa Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, mengadukan nasib mereka kepada Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) di Jakarta, Senin (4/6/2024). (Foto: Fusilatnews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Bak api dalam sekam, pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, ternyata menyisakan masalah. Para korban penggusuran lahan untuk pembangunan kampus bertaraf internasional itu menuntut keadilan. Mereka minta pembayaran ganti rugi yang menggantung sejak 2019 ditunaikan.

Hal itu terungkap dalam pengaduan yang dilaporkan para korban penggusuran kepada Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) di Jakarta, Senin (3/6/2024).

Hadir sejumlah perwakilan korban, antara lain G Pardede (64), Asnawi (60), Romaldus (67), Anton Mere (66) dan Lenny Dasuha (61).

Mereka diterima oleh Koordinator TPDI Petrus Selestinus SH dan pengurus TPDI Thomas Aquino SH.

Para korban terdiri dari ahli waris dan petani penggarap. Asnawi mewakili kelompok 341 orang pemilik tanah yang beralas hak Girik, sedangkan Nelly Dasuha mewakili petani penggarap yang sejak 2019 lalu rumah dan kebun pertaniannya tergusur akibat pembangunan kampus UIII.

Para ahli waris yang terdiri atas 341 orang, kata Asnawi, memiliki bukti kepemilikan lahan seluas 127 hektare berupa Girik, dan para petani penggarap yang awalnya terdiri sekitar 800 orang juga punya surat dari Lurah atau mantan Kepala Desa setempat. “Lahan kami digusur sejak September 2019, namun hingga sekarang kami belum terima ganti rugi, apalagi ganti untung,” jelas Lenny.

Mereka mengaku pernah mau dikasih uang kerohiman oleh pihak kampus UIII di bawah Kementerian Agama sebesar Rp.2,5 juta per korban. “Tapi jelas kami tolak karena jumlahnya tidak sepadan. Yang kami minta adalah ganti rugi, bukan uang kerohiman,” tegas Lenny.

Selama masa penantian, kata Romaldus, pihaknya tak jarang melakukan protes demi mempertahankan haknya. “Tapi kami justru menerima intimidasi bahkan kriminalisasi dari oknum-oknum tertentu,” tuturnya.

Mereka pun sudah mengadu ke Komnas HAM, dan pada Senin (10/6/2024) nanti pihak Komnas HAM akan melakukan mediasi antara para korban dengan pihak kampus UIII. “Ironisnya, tempat mediasinya kok di kantor Walikota Depok, bukannya di kantor Komnas HAM yang netral dan independen,” sesal Lenny.

Menanggapi aduan para korban, Koordinator TPDI Petrus Selestinus SH mendesak pihak kampus UIII dan Kementerian Agama segera memberikan uang ganti rugi kepada para korban, sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, bukan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 78 Tahun 2023 rentang Penanganan Dampak Sosial Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.

“TPDI juga akan membentuk tim hukum untuk melakukan pendampingan kepada korban, di samping tim yang sudah ada dari LBH Jakarta. Kami akan berkirim surat ke pihak-pihak terkait seperti Komnas HAM, Kementerian Agama, Kementerian PUPR, Ombudsman RI, bahkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar dilakukan audit pembangunan fisik maupun audit keuangannya,” tandas Petrus yang juga advokat senior pembela kaum papa bergelar Advokat Sepatu Miring.

Sementara itu, Rektor UIII Prof Dr Komaruddin Hidayat belum bisa diklarifikasi hingga berita ini dikirim ke redaksi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membayangkan Greenpeace Indonesia Mendapat Izin Pertambangan – “Kebijakan Jahiliyah Bahlul”

Next Post

“Greenpeace Indonesia in Dilemma: Environmental Guardian or Green Miner?”

fusilat

fusilat

Related Posts

Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng
daerah

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Next Post
“Greenpeace Indonesia in Dilemma: Environmental Guardian or Green Miner?”

"Greenpeace Indonesia in Dilemma: Environmental Guardian or Green Miner?"

Muhammadiyah Ukur Kemampuan Diri. PB NU “Kemaruk” Tanggapi Tawaran Konsesi Pertambangan Mineral Dan Batubara dari pemerintah

Berkat PP 25/2024 PBNU Bakal Kelola Tambang Batubara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist