Akibat informasi bohong ini, Bawaslu sebagai pengawas pemilu akan dibuat pusing. Bahkan gara-gara banyaknya informasi hoaks itu orang-orang akan banyak yang tidak percaya dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Jakarta – Fusilatnews – Dalam acara , talk show ‘Ada Apa dengan Digital’, di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (7/2/2024 ) . Ketua Umum Siberkreasi Donny Budi Utoyo menegaskan adanya potensi munculnya informasi bohong atau hoaks terkait hasil perhitungan suara Pemilu 2024
.
“Nanti saat penghitungan suara akan ada hoaks yang bilang enggak sah itungannya,” kata Ketua Umum Siberkreasi Donny Budi Utoyo
Akibat informasi bohong ini, Bawaslu sebagai pengawas pemilu akan dibuat pusing. Bahkan gara-gara banyaknya informasi hoaks itu orang-orang akan banyak yang tidak percaya dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Orang jadi enggak percaya Bawaslu, enggak percaya KPU,” cetu Donny.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Puadi menyebut informasi atau berita hoaks memang makin banyak menyebar di media sosial. Terutama di masa-masa kampanye ini.
Namun, mereka hanya bisa menindak informasi atau konten bohong yang dibuat peserta, pelaksana, dan tim peserta.
Jika informasi yang bohong ini dibuat orang di luar tiga syarat tersebut maka Bawaslu hanya bisa mengawasi saja.
“Ini berlaku selama kampanye, sampai hari tenang. Nanti kalau pas pencoblosan informasi bohong yang dibuat siapapun baru bisa kita tindak dan benar masuk pelanggaran pemilu,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Puadi menegaskan saat ini pihaknya telah mengawasi 341 konten yang diduga serangan cyber. Serangan ini banyak menyasar pasangan calon presiden, baik paslon 1, 2, dan juga 3.
“Dugaan pelanggaran pemilu ini, macam-macam. Banyak yang hoaks atau fitnah yang ternyata masuk dugaan pelanggaran pemilu,” kata dia.
Talk show ‘Ada Apa dengan Digital’ ini merupakan hasil kolaborasi Transmedia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

























