• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Bakuhantam Fahri Hamzah vs Maruarar Sirait – Antara Klaim 3.000 Unit dan Keterbatasan Anggaran

Ali Syarief by Ali Syarief
August 18, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Bakuhantam Fahri Hamzah vs Maruarar Sirait – Antara Klaim 3.000 Unit dan Keterbatasan Anggaran
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Politik pembangunan rumah rakyat kini menghadirkan drama baru. Di satu sisi, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, dengan lantang membuka fakta: APBN 2025 hanya menyiapkan Rp 850 miliar, dana yang bahkan tidak menyentuh angka Rp 1 triliun. Anggaran ini hanya mampu merenovasi sekitar 35–40 ribu rumah rakyat. Di sisi lain, Menteri Maruarar Sirait (Ara) justru tampil dengan jargon bombastis: 3.000 unit rumah subsidi untuk wartawan sudah disiapkan, bahkan digadang-gadang sebagai prestasi sejak ia baru sebulan menjabat.

Pertanyaannya: siapa yang sedang bermain retorika, dan siapa yang berbicara dengan pijakan realitas fiskal?

1. Fahri Hamzah: Realisme Anggaran

Fahri tak segan-segan menyatakan bahwa program besar 3 juta rumah rakyat mustahil direalisasikan melalui APBN 2025. Sebab, APBN tahun ini masih warisan rezim sebelumnya, dengan plafon terbatas, belum disesuaikan dengan arah kebijakan baru Presiden Prabowo. Itulah sebabnya, program masif baru mungkin terwujud pada 2026, setelah pemerintah menyusun postur fiskal baru. Dengan kata lain, Fahri menegaskan batas realitas: anggaran bukanlah sekadar janji, melainkan soal hitung-hitungan yang ketat.

2. Maruarar Sirait: Klaim Politik yang Terburu-buru

Kontras dengan Fahri, Ara justru bermain di panggung simbolik. Di hadapan wartawan, ia menyebut 1.000 unit rumah subsidi sudah disiapkan dan akan ditambah jadi 3.000 unit. Narasi ini seolah hendak menegaskan kecepatan kerja dan kepedulian politik terhadap insan pers. Padahal, jika menilik data konkret, yang baru terealisasi hanyalah sekitar 100 unit rumah diserahterimakan dan 124 wartawan tercatat sebagai debitur.

Dengan kata lain, klaim “3.000 unit” lebih tepat disebut janji yang diperbesar gaungnya, bukan prestasi yang telah nyata berdiri di lapangan.

3. Bakuhantam Retorika: Realisme vs Imajinasi

Pernyataan Fahri Hamzah, meski terdengar pahit, adalah bentuk tamparan realitas. Ia mempermalukan retorika Maruarar dengan cara halus namun tegas: anggaran 2025 tidak cukup untuk menopang klaim spektakuler seperti 3.000 unit, apalagi 3 juta rumah.

Fahri menunjukkan angka, Ara menunjukkan jargon. Fahri bicara keterbatasan, Ara menjual kemungkinan. Dan di sinilah publik berhak bertanya: apakah kita butuh ilusi politik, atau transparansi fiskal?

4. APBN 2025: Tidak Mungkin Jadi Mesin Mimpi

APBN 2025 ibarat mesin tua yang sudah di-setting sebelum Prabowo resmi memimpin. Ia tidak dirancang untuk menopang ambisi 3 juta rumah, apalagi janji-janji baru. Dengan hanya Rp 850 miliar untuk renovasi rumah rakyat, target yang realistis hanyalah puluhan ribu rumah, bukan jutaan.

Maka ketika Ara menjanjikan ribuan unit khusus untuk kelompok tertentu, publik melihat kontradiksi: bagaimana mungkin anggaran yang seret bisa menanggung janji spektakuler? Bukankah itu justru membuka ruang kecurigaan bahwa politik simbolik lebih dominan daripada politik pembangunan?

Penutup: Antara Ilusi dan Realitas

Pertarungan narasi ini memperlihatkan dua wajah pemerintahan baru. Fahri Hamzah tampil sebagai pengingat bahwa pembangunan membutuhkan perhitungan fiskal, bukan sekadar klaim. Sementara Maruarar Sirait hadir dengan gaya populis, menjual angka yang terdengar menggiurkan namun tidak sejalan dengan daya dukung APBN.

Di ujungnya, publik yang akan menilai: apakah ingin dipimpin oleh narasi realistis yang mungkin terasa getir, atau oleh janji manis yang rapuh ketika berhadapan dengan kalkulasi anggaran negara?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kritik dan Pujian, Dua Saudara Kandung “Tidak Ada Delik Hukum”

Next Post

Dari Award Kebohongan ke Kursi Kaesang: Lawakan Panjang PSI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Next Post
Dari Award Kebohongan ke Kursi Kaesang: Lawakan Panjang PSI

Dari Award Kebohongan ke Kursi Kaesang: Lawakan Panjang PSI

Simfoni Keunggulan dalam Membangun Kualitas Diri

Simfoni Keunggulan dalam Membangun Kualitas Diri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist