• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Balada Sambo, Kau Bukan Dirimu Lagi

fusilat by fusilat
August 13, 2022
in Feature
0
Isi Surat Permintaan Maaf Ferdy Sambo, Terkait Pembunuhan Brigadir J
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : WINA ARMADA SUKARDI

SEBELUMNYA banyak yang “ngiri” terhadap Ferdy Sambo. Suatu rasa yang manusiawi saja. Rasa “iri” dalam kontek persepsi positif. Ingin  bagaimana diri dapat seperti Sambo. Bermimpi dapat seberuntung Sambo.

Betapa tidak.  Sambo memiliki segalanya. Wajah tampan. Tubuh atletis Tegap. Macho. Pesonanya dapat membuat kaum hawa “klepak-klepek.”

Sambo punya isteri yang menarik. Manis. Kulit wajahnya nampak jelas terawat sangat baik. Terasa benar ada “sentuhan” perawatan kelas atas.

Sang isteri juga termasuk yang mudah bergaul. Dapat cepat menyesuaikan dengan lingkungan. Dia dapat membawa diri dengan baik. Tak aneh isteri Sambo juga banyak disukai orang.

Karier Sambo sendiri melesat bak mobil formula one. Dia sudah menyandang bintang dua di pundaknya. Sudah MayorJenderal (Letjen) polisi. Hebatnya lagi, di antara seluruh koleganya, Sambo  merupakan jenderal berbintang dua paling muda, serta termasuk jajaran jenderal yang menonjol. Dia kerap memberikan pengarahan kepada anak buahnya dengan jelas dan tegas. Disiplin kepolisiannya terpancar dari penampilanya. Pers sering mengutipnya. Media sosial kerap menampilkannya.

Tak heran Sambo diserahi jabatan Kepala Profesi Pengamanan (Propam), sebuah jabatan yang selain bergengsi, juga menjadi simbol penjaga marwah polisi. Propamlah, melalui alat kelengkapannya, dapat  menindak, menahan dan menyatakan seorang anggota polisi melanggar etika atau disiplin polisi. Jika merasa diperlakukan tidak sesuai prosedur atau tidak adil, masyarakat dapat melaporkan anggota polisi  ke Propam. Nanti Propam bakal memeriksa polisi yang dilaporkan.

Kalau si polisi terbukti  bersalah, akan dihukum sesuai tingkat kesalahannya. Kalau pelanggaran etik dan disiplin organisasi kepolisian, polisi yang bersangkutan diberikan sanksi etik. Sedangkan jika ditemukan mengandung unsur  pidana, dapat dibawa kepada proses hukum pidana yang berlaku. Pendek kata, Propamlah yang menjaga harkat dan martabat polisi. Marwah polisi.

Tak heran jabatan Kepala Propam menjadi sangat berpengaruh. Berwibawa. Tak ada polisi yang tidak “jiper” (baca: takut) terhadap Propam. Selain kalau terbukti bersalah dapat dikenakan sanksi, dalam karier si polisi bakal ada catatan negatif pernah ditindak Propam. Kalau boleh, polisi selalu akan menghindar dari sanksi Propam.

Sesama jenderal bintang dua pun, segan kepada pemangku Kepala Propam. Posisi itulah yang disandang oleh Sambo. Hebat bukan?

Tak sampai disitu. Sambo sudah digadang-gadang menjadi next Kepala Polisi (Kapolri). Tinggal tunggu waktu saja, posisi Tribrata 1 atau TB1 , julukan Kapolri, berpeluang dapat diraihnya. Kurang apa lagi?

Oh ya, semua itu masih didukung oleh kekayaan yang memadai. Rumah, tanah  dan mobil tersedia lebih dari cukup. Barang-barang branded pun menjadi salah satu keseharian yang dinikmatinya, termasuk pistol merek Clock. Untuk senjata api pistol, merek ini setara merek tas wanita seperti Hermes, Louis Vutton dan lain-lain. Hanya para perwira dan kaum the haves yang mampu membeli pistol ini. Sambo pun sanggup mempunyai pistol Glock.

Jadi, apalagi yang kurang dari Sambo? Segalanya boleh dibilang relatif “sempurna.” Maka tak heran jika banyak orang yang “ngiri” terhadap Sambo. Ingin jadi seperti Sambo. Berkhayal dapat sehebat Sambo.

Meskipun telah banyak didengungkan dan diulang-ulang, tapi tak banyak yang dapat menghayati : kekuasan, jabatan, uang dan harta  ialah amanah yang perlu dijaga dengan cermat, hati-hati dan penuh kehormatan. Jika tidak, kekuasan, jabatan, uang dan harta itu justeru tiba-tiba bakal menjadi palu godam yang mampu meruntuh lantakkan semua yang dimiliki dalam sekejab. Harga diri akan terpelanting sampai titik nadir. Sampai di tingkat hina dina sehina-hinanya.

Sambo, tentu, paham soal ini. Apalagi dia penjaga marwah  polisi. Pasti dia tahu benar akan hal ini, bahkan mungkin hafal. Hanya satu yang kurang, dia tidak menghayati sepenuh hati. Dia tidak menjiwai dengan seluruh tarikan nafasnya. Sambo hanya menempelkan pada dirinya, tetapi tidak melekatkan pada jiwanya. Sambo hanya menafsirkanya  secara harafiah, bukan dari nurani yang terdalam.

Walhasil, Sambo tersandung di “lobang yang keci,” tapi berdampak meledak dahsyat menjadi gempa nasional.

Terpicu oleh motif yang sejatinya  dapat “diselesaikan” oleh perwira tinggi setingkatnya, tapi emosi Sambo tersulut luar biasa. Dia lepas kendali. Sesaat dia hilang akal sehat. Sambo dituduh sebagai aktor intelektual pembunuhan berencana anak buahnya sendiri. Itu yang pertama.

Adapun yang kedua, cara eksekusi pembunuhan itu sendiri “sangat amatiran.” Disain pembunuhan kentara sama sekali tidak matang. Alibi-alibi yang ingin diciptakan cetek (baca: dangkal) sekali. Seakan semua itu dilaksanakan oleh penjahat amatiran yang sama sekali tidak pernah mengenal keahlian kriminal. Tak ada impresi sama sekali itu dilaksanakan oleh seorang jenderal pemegang marwah polisi yang sudah memiliki  pengetahuan asam garam lika-liku perbuatan kriminal. Cara bertindaknya bukan cara seorang jenderal bintang dua.

Memang itulah yang sering terjadi jika kekuasaan, jabatan, uang dan harta  tidak dirawat sebagaimana semestinya. Pemangkunya menjadi kalap.  Hilang pertimbangan taktis dan teknis.

Dampaknya, seluruh tindakannya dengan mudah dapat terlacak dan terbongkar. Hampir tak ada yang menjadi misteri yang tak terpecahkan dalam kasusnya, meski atas permintaannya sendiri
motif Sambo melakukan itu semua belum diumumkan oleh polisi.

Sang perwira tinggi yang gagah nan perkasa serta berkuasa itu pun kini menghadapi ancaman tuntutan yang maha berat: mulai  hukuman mati, seumur hidup sampai yang  paling ringan 20 tahun penjara. Balada kejayaan Sambo ambyar dalam sekedipan saja.

Tak hanya sampai disitu. Sambo pun menularkan pengaruh buruk terhadap para loyalisnya. Mereka juga terancam hukum yang berat karena disangka ikut membantu melaksanakan rencana pembunuhan oleh Sambo.

Nah, apakah setelah seperti ini, masih banyak yang  masih  “ngiri” kepada Sambo?  Semua yang saya tanya, langsung menggeleng kepala. Tak ada lagi yang “ngiri”  terhadap Sambo. Tak ada lagi yang mau bernasib seperti Sambo. Malah sebagian yang selalu dekat dengan Sambo, sudah mulai “bersih-bersih” menjauh dari pengaruh Sambo. Mereka takut dianggap ikut terlibat dari bagian Sambo.

Sambo hanyalah satu contoh kita tak boleh “ngiri” kepada orang lain. Kita harus menjadi diri  kita sendiri. Kita harus memakai “baju kehidupan” yang diberikan kepada kita. Bukan berarti kita tak boleh berikhtiar. Berupaya. Itu boleh, dan bahkan harus. Hanya jangan melewati batas. Jangan melewati berkah yang telah kita terima. Jangan ingin menjadi orang lain. Tetaplah menjadi diri sendiri. Bersyukurlah terhadap yang kita punya.

Memakai ukuran orang lain terhadap diri sendiri, selain tidak pas, juga berkonsekwensi dapat menjerumuskan kita. Balada Sambo membuat kita perlu bertanya: nikmat mana lagi yang kita ingkari?

Dari kejauhan terdengar lagu dari Dewi  Yull yang biasa duet dengan Broery, ”…Kau bukan dirimu lagi…”

Dikutip Rmol.id Sabtu, 13 Agustus 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Komnas HAM: Ferdy Sambo Akui Aktor Utama Pembunuhan Brigadir J

Next Post

Salman Rushdie Ditikam Penyerang Sebelum memberikan kuliah di New York

fusilat

fusilat

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Salman Rushdie Ditikam Penyerang Sebelum memberikan kuliah di New York

Salman Rushdie Ditikam Penyerang Sebelum memberikan kuliah di New York

Kode Rahasia Bharada E, Deolipa Yumara Beberkan Kejanggalan

Kode Rahasia Bharada E, Deolipa Yumara Beberkan Kejanggalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist