• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Baliho ‘Terima Kasih’ Jokowi: Propaganda Murahan Sang Pemimpin Narsistik?

Ali Syarief by Ali Syarief
October 18, 2024
in Feature, Politik
0
Baliho ‘Terima Kasih’ Jokowi: Propaganda Murahan Sang Pemimpin Narsistik?
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam beberapa minggu terakhir, pemandangan baliho bertuliskan “Terima Kasih Jokowi” semakin marak terlihat di berbagai sudut kota. Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat seperti penghormatan dari rakyat kepada pemimpinnya. Namun, siapa yang sebenarnya diuntungkan dari pemasangan baliho-baliho ini? Apakah ini benar-benar ekspresi tulus dari rakyat atau sekadar upaya terencana oleh lingkaran dalam Jokowi untuk mengangkat citra yang sedang runtuh?

Pertama-tama, mari kita tinjau narasi di balik baliho ini. Ungkapan “terima kasih” biasanya datang dari bawah, dari rakyat yang merasa puas dengan kepemimpinan seorang tokoh. Namun, baliho-baliho ini tampaknya tidak menggambarkan kenyataan di lapangan. Kinerja Jokowi, yang dalam banyak hal dinilai amburadul, bertolak belakang dengan pesan yang ingin disampaikan baliho tersebut. Alih-alih dipandang sebagai pemimpin yang berhasil, Jokowi justru terus dikritik atas kegagalan dalam menangani berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga lingkungan, bahkan hingga persoalan hukum dan HAM.

Kinerja Amburadul dan Propaganda Terkemas Rapi

Selama dua periode kepemimpinannya, Jokowi sering dianggap sebagai pemimpin yang lebih memprioritaskan pencitraan daripada hasil nyata. Proyek-proyek besar seperti Ibu Kota Negara (IKN) dan infrastruktur masif dijadikan sorotan utama, sementara isu fundamental seperti pendidikan, kesejahteraan sosial, dan ketimpangan ekonomi terus memburuk. Di saat rakyat tengah bergulat dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, pengangguran, dan ketidakpastian ekonomi, baliho “terima kasih” terasa seperti ejekan langsung kepada masyarakat.

Yang lebih mengkhawatirkan, ini bukan pertama kalinya Jokowi menggunakan strategi “membalikkan kenyataan” dalam komunikasi politiknya. Dia sering kali mempromosikan hal-hal yang seolah-olah sukses besar, padahal kenyataan di lapangan justru berkebalikan. Salah satu contoh konkret adalah klaim keberhasilan dalam mengurangi kemiskinan atau meningkatkan lapangan kerja, padahal data menunjukkan lonjakan angka pengangguran dan ketimpangan ekonomi yang semakin parah. Propaganda semacam ini mirip dengan strategi narsistik, di mana pencitraan lebih diutamakan daripada prestasi nyata.

Gejala Narsistik yang Mengakar

Pemasangan baliho dengan pesan seperti ini juga menunjukkan tanda-tanda narsisme dalam politik Jokowi. Narsisme dalam konteks kepemimpinan merujuk pada kecenderungan untuk memusatkan perhatian pada diri sendiri, bahkan hingga memanipulasi publik untuk percaya bahwa pemimpin tersebut selalu benar atau hebat. Baliho-baliho ini tampaknya lebih merupakan bagian dari mekanisme untuk memoles citra Jokowi yang sedang merosot, daripada representasi dari apresiasi tulus rakyat.

Apa yang terjadi di balik pemasangan baliho-baliho tersebut? Kemungkinan besar, ini adalah upaya terorganisir dari lingkaran politik Jokowi untuk membangun citra positif di tengah kekecewaan publik yang terus meningkat. Penggunaan propaganda seperti ini untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan kebijakan bukanlah hal baru dalam dunia politik. Namun, dalam kasus Jokowi, hal ini seolah-olah telah menjadi kebiasaan. Narasi yang disampaikan dalam komunikasi politiknya sering kali berbanding terbalik dengan realitas yang dihadapi rakyat.

Kesimpulan: Propaganda Berbalut Narsisme

Baliho-baliho “Terima Kasih Jokowi” yang kini bertebaran di berbagai wilayah jelas bukan cerminan dari kehendak rakyat, melainkan agenda terselubung dari lingkaran dekatnya. Ini adalah manifestasi dari gaya kepemimpinan narsistik, di mana pencitraan lebih diutamakan daripada kenyataan di lapangan. Selama kinerjanya terus bertolak belakang dengan pesan yang disebarkan, baliho-baliho semacam ini hanya akan menjadi pengingat akan betapa jauhnya Jokowi dari realitas kehidupan rakyat yang dipimpinnya. Sesuatu yang sungguh memprihatinkan di tengah kepemimpinan yang semakin kehilangan arah.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Budi Gunawan Disingkirkan: Dampak Politik Taktis dan Konsekuensi bagi Jokowi

Next Post

Masuk Susah Keluar Susah – 3 Orang Genius Ini Terbalik

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN
Feature

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029
Feature

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Next Post
Masuk Susah Keluar Susah – 3 Orang Genius Ini Terbalik

Masuk Susah Keluar Susah - 3 Orang Genius Ini Terbalik

Terindikasi Terlibat Politik Praktis,  Kontras Minta Presiden Tegur Kepala BIN 

Budi Gunawan Disingkirkan: Jebakan Monyet untuk Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist