• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Ali Syarief by Ali Syarief
July 18, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Share on FacebookShare on Twitter

Bayangkan sebuah negeri yang dulunya melahirkan Chairil Anwar, kini gemar melahirkan anak-anak muda dengan Indeks Prestasi (IP) kurang dari dua. Negeri yang dulunya dijadikan tempat belajar oleh bangsa-bangsa Eropa, kini jadi tempat numpang lewat influencer yang tak kenal perbedaan antara filsafat dan filsawan. Negeri yang dulunya sarat dengan aroma tinta dan debat di warung kopi, kini lebih akrab dengan aroma lem tikus politik dan suara sorak sorai para buzzer bayaran.

Ah, saya jadi ingin manyampaikan pesan  “Negara ini besar bukan karena pejabatnya pintar, tapi karena rakyatnya sabar.” Namun sabar pun ada batasnya. Ketika Presiden bisa berseloroh soal IP yang tidak mencapai angka 2, dan wakil presidennya bilang terang-terangan bahwa dia tidak suka membaca, maka yang sabar pun bisa mendidih, dan mendidihnya bukan di atas api unggun nasionalisme, tapi di atas api kemarahan publik yang kerap disuruh diam demi stabilitas palsu.

Ya, saudara-saudara. Presiden kita dengan bangga menyebut bahwa IP-nya waktu kuliah di UGM hanya 1 koma sekian. Ini bukan pengakuan yang menjatuhkan diri, tapi pengumuman bahwa ketololan pun bisa jadi pangkat. Seolah berkata pada dunia, “Lihat, saya bodoh saja bisa jadi presiden, apalagi kamu.” Sebuah motivasi yang salah alamat, seperti memberi semangat kepada kambing agar jadi singa di hutan belantara.

Lebih tragis lagi, si anak bungsu, Gibran, yang kini menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia, terang-terangan bilang bahwa dia tidak suka membaca buku. Seolah buku adalah musuh, dan ilmu adalah penyakit menular. Jika ini pernyataan dari seorang kuli batu di ujung kampung, kita bisa memaklumi. Tapi ini pernyataan dari orang yang menempati puncak kekuasaan—mereka yang seharusnya membaca, berpikir, dan menjadi mercusuar moral serta intelektual bangsa.

Apa yang kita pelajari dari dua tokoh ini? Bahwa menjadi bodoh dan malas membaca bukan penghalang untuk berkuasa. Bahkan mungkin, di negeri ini, itu adalah syaratnya. Tentu saja, jika Anda terlalu pintar, terlalu jujur, dan terlalu banyak membaca, maka Anda justru dicurigai sebagai musuh negara. Anda akan dianggap terlalu kritis, terlalu cerewet, terlalu berbahaya bagi sistem yang nyaman dengan kebodohan.

Saya jadi bertanya-tanya, mengapa kita sampai pada titik ini? Jawabannya sederhana: karena kita mengagungkan bentuk di atas isi. Karena kita lebih sibuk mengecat tembok istana daripada memperbaiki isi kepala penghuninya. Karena kita lebih kagum pada foto-foto pembangunan IKN daripada membaca laporan BPK soal korupsi di dalamnya. Karena kita lebih percaya pada narasi TikTok daripada membaca dokumen negara. Karena kita lebih doyan pencitraan daripada pencerdasan.

Bangsa ini sedang sakit. Dan yang paling menyedihkan, yang sakit bukan hanya elite-nya. Rakyatnya pun mulai tertular, mulai ikut-ikutan menganggap bodoh itu keren, anti-intelektualisme itu gaul, dan tidak suka membaca itu jujur. Mereka berkata, “Yang penting kerja nyata.” Padahal, kerja nyata tanpa pikiran itu bukan kerja, tapi hanya gerak tubuh yang dungu. Buruh pun berpikir. Petani pun berpikir. Tapi pemimpin kita tidak?

Saya ingin bertanya kepada bangsa ini: mau dibawa ke mana negeri ini jika para pemimpinnya bangga dengan kebodohan dan rakyatnya bersorak menepuk tangan? Mau sampai kapan kita terus menepuk dada sambil menengok ke belakang, mengenang kejayaan masa lalu, sementara hari ini kita sibuk menormalisasi kebodohan?

Maka, saya tutup dengan ironi pahit: Kita hidup di zaman ketika membaca dianggap keanehan, berpikir dianggap ancaman, dan kebodohan dianggap keberanian.

Selamat datang di republik ketololan—di mana IP 1,9 adalah prestasi, dan buku hanyalah hiasan di rak IKEA.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rektor UGM Dipanggil Prabowo: Benarkah Ada yang Disembunyikan soal Ijazah Jokowi?

Next Post

Babak Baru Dalam Pemilu 2025 Jepang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Babak Baru Dalam Pemilu 2025 Jepang

Babak Baru Dalam Pemilu 2025 Jepang

BREAKING NEWS Tragedi di Acara Pernikahan Wakil Bupati Garut: Tiga Orang Tewas dalam Kericuhan Pembagian Makanan

BREAKING NEWS Tragedi di Acara Pernikahan Wakil Bupati Garut: Tiga Orang Tewas dalam Kericuhan Pembagian Makanan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...