• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bangga Diadili, Karena Tak Mau Diam: Saat Cinta Bangsa Tak Bisa Lagi Menunggu

fusilat by fusilat
July 19, 2025
in Feature, Politik
0
Bangga Diadili, Karena Tak Mau Diam: Saat Cinta Bangsa Tak Bisa Lagi Menunggu
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Optic Macca

Ada sebuah kisah di mana seseorang dari sebuah kelompok merasa bangga—ya, bangga—karena diadili bersama para pejuang. Di antara mereka, dua adalah perempuan—atau lebih tepatnya, ibu-ibu—namun berpemikiran intelektual, objektif, dan proporsional dalam bertindak. Tuduhan? Hanya karena lisannya menyebut “Si Muka Badak.” Dan siapa dia?

Si Muka Badak, simbol kekuasaan yang murka, memperalat hukum seperti mainan bocah yang kehilangan akal sehat. Ia lawan dengan segala sumber daya negara—meski publik sudah bosan melihat serial “Pembelaan Telanjang” yang selalu memuakkan, namun terus diputar ulang seperti sinetron murahan.

Kami dua belas orang. Ya, celaka dua belas. Lalu siapa yang akan menjadi “celaka tiga belas”? Apakah akan muncul satu lagi jiwa heroik dari 270 juta penduduk negeri ini? Ataukah semuanya telah dibungkam, dibeli, atau dibutakan?

Kami tidak malu. Bahkan kami bangga. Nama dan wajah kami akan tercatat sebagai segelintir tokoh historis yang berdiri di tengah noktah perjuangan bangsa. Melawan kedurjanaan satu dekade “pemimpin ijazah oplosan”—sosok yang tak segan melanggar hukum, mencampakkan etika, dan memperkosa adab demi kekuasaan.

Ia sarapan kebohongan seperti makan nasi goreng pagi hari, lalu lahap legitimasi palsu untuk makan siang dan makan malam. Yang membuat kami lebih muak lagi, Si Muka Badak didukung oleh barisan intelektual cap tumbila—mereka yang mengklaim kehormatan lewat simbol-simbol, tapi justru menginjaknya dengan sepatu mengkilat yang dibeli dari najis uang kekuasaan. Lambang kehormatan yang seharusnya dipundak, kini tergeletak di kaki mereka yang kekenyangan.

Kami pernah menyaksikan sendiri dua orang pejuang sebelum kami dianiaya—diterjang oleh komplotan bandit berjubah hukum, yang dipimpin oleh seorang “Abu Hikam Modern”—sang Bapak Kebodohan, yang menjual akal sehat demi pangkat dan jabatan.

Dan kini, yang mereka alami di tahun 2022, dengan vonis pada 2023, telah menjadi kenyataan bagi kami. Raja bandit itu masih tertawa jumawa, dikelilingi begundal-begundalnya, meski koreng murka alam mulai menggerogoti tubuh dan jiwanya. Tapi apa peduli mereka? Yang penting pesta terus jalan, hukum dijadikan komoditas, dan keadilan diperjualbelikan seperti barang obralan.

Ya Rabb, bila kami tak pantas meminta, izinkan kami menitip doa: gendonglah dosa-dosa kami di pundak mereka, mereka dan keluarga mereka yang turut berpesta di atas derita keadilan.

Tuhan yang Maha Mulia, adili mereka kelak dalam sidang pengadilan akhirat. Biarlah kesaksian kami dan keluarga kami—yang mereka injak, tindas, dan sakiti—menjadi saksi bisu yang menggema dalam kesunyian malam dan doa yang tak pernah putus.

Tahukah kalian hakekat kemarahan kami? Ini bukan sekadar emosi. Ini adalah nalar sehat yang tidak pernah kami gadaikan, apalagi kami jual. Sementara mereka—para tumbila dan cacing tanah—mengira kami para pejuang terkencing di celana. Sungguh, mereka keliru besar.

Kami garang. Kami menunggu, kapan arena para Dorna digelar. Karena dalam hukum alam, berjuang bisa mati, tapi tidak berjuang pasti mati.

Maka kami pilih: cari mati yang terbaik.
Dan kalau sampai berkalang tanah, kami akan tetap bertakbir.
Allahu Akbar!

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menunggu Gajah Diseruduk Banteng

Next Post

Memahami Tarif 19% Amerika Serikat: Pajak Tersembunyi di Balik Perdagangan Global

fusilat

fusilat

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Next Post
Memahami Tarif 19% Amerika Serikat: Pajak Tersembunyi di Balik Perdagangan Global

Memahami Tarif 19% Amerika Serikat: Pajak Tersembunyi di Balik Perdagangan Global

Menimbang Kembali Khilafah: Antara Sejarah, Kekuasaan, dan Ijtihad Politik Modern

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist