• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Banjir Jabodetabek: Tamparan Keras untuk Jokowi, Ujian Berat bagi Prabowo

Ali Syarief by Ali Syarief
March 5, 2025
in Bencana, Feature
0
Banjir Jabodetabek: Tamparan Keras untuk Jokowi, Ujian Berat bagi Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Bencana banjir yang melanda Jabodetabek pada awal tahun ini menjadi pengingat menyakitkan bagi masyarakat akan janji-janji yang pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Sebagai kepala negara yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi pernah berjanji bahwa permasalahan banjir di ibu kota dan sekitarnya akan dapat dikendalikan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa janji tersebut hanyalah angan-angan. Kini, di awal kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia, banjir besar kembali melumpuhkan berbagai wilayah, termasuk Bekasi yang terdampak paling parah. Kesedihan yang dirasakan oleh Presiden Prabowo bukan sekadar emosi spontan, melainkan refleksi dari kegagalan pemerintahan sebelumnya dalam menangani persoalan klasik ini.

Faktor Penyebab: Kiriman Air dan Infrastruktur yang Tak Memadai

Banjir di Jabodetabek terjadi akibat meluapnya beberapa sungai besar seperti Ciliwung, Krukut, dan Pesanggrahan. Debit air yang meningkat tajam berasal dari hujan deras di kawasan hulu, seperti Bogor dan Depok. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyebut bahwa hujan yang terus-menerus di wilayah hulu dan hilir menjadi penyebab utama. Namun, pernyataan ini seolah menutupi fakta bahwa ketidakmampuan infrastruktur dalam mengelola debit air yang tinggi menjadi akar masalah sebenarnya.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, pada Selasa (4/3/2025) pukul 16.00 WIB, sebanyak 122 RT dan dua ruas jalan utama di Jakarta terendam banjir. Di Bekasi, situasinya lebih buruk, di mana delapan dari 12 kecamatan lumpuh akibat tingginya genangan air. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bahkan menyatakan bahwa kota tersebut benar-benar tidak bisa beroperasi secara normal.

Prabowo Berduka, Jokowi yang Bertanggung Jawab

Presiden Prabowo menunjukkan keprihatinannya atas bencana ini. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyatakan bahwa Prabowo telah memantau situasi banjir dan meminta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menangani dampaknya. Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti juga mengungkapkan bahwa Presiden merasa sedih melihat rakyatnya kembali menderita akibat banjir.

Namun, kesedihan ini memiliki dimensi politik yang lebih dalam. Tragedi banjir ini sesungguhnya adalah tamparan keras bagi Jokowi, yang pernah mengklaim bahwa dirinya memiliki solusi ampuh untuk menanggulangi banjir Jakarta. Janji-janji tersebut kini terbukti kosong. Selama dua periode kepemimpinannya, tidak ada terobosan signifikan dalam pengelolaan tata air di Jabodetabek. Proyek normalisasi dan naturalisasi sungai yang selalu digaungkan justru berjalan lambat, bahkan nyaris tak terdengar progresnya di tahun-tahun terakhir.

Modifikasi Cuaca: Solusi atau Gimmick?

Dalam upaya menangani curah hujan ekstrem yang menjadi penyebab utama banjir, pemerintah melalui BNPB dan BMKG berencana melakukan modifikasi cuaca. Operasi ini bertujuan untuk menjatuhkan hujan sebelum mencapai kawasan rawan, misalnya di laut atau waduk. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa prioritas utama modifikasi cuaca akan dilakukan di Jawa Barat, mengingat kawasan ini adalah hulu dari aliran sungai yang menuju Jabodetabek.

Namun, modifikasi cuaca bukanlah solusi jangka panjang. Jika hanya mengandalkan rekayasa atmosfer, maka masalah banjir akan tetap berulang di masa depan. Infrastruktur pengendalian banjir yang lebih komprehensif, seperti pembangunan bendungan, kanal air, serta pengerukan sungai secara berkala, harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Harapan Baru di Era Prabowo

Banjir yang terjadi di awal kepemimpinan Prabowo Subianto bisa menjadi momentum bagi pemerintahannya untuk membuktikan kapasitasnya dalam mengatasi permasalahan ini. Jokowi telah gagal, namun Prabowo masih memiliki kesempatan untuk membangun warisan yang lebih baik. Sebagai pemimpin yang dikenal tegas dan berorientasi pada hasil, Prabowo diharapkan tidak hanya sekadar bersedih melihat bencana, tetapi juga bertindak nyata untuk memberikan solusi yang konkret.

Langkah-langkah seperti percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir, evaluasi tata ruang yang lebih ketat, serta kerja sama lintas kementerian dalam manajemen sumber daya air harus segera dilakukan. Prabowo juga harus memastikan bahwa proyek-proyek yang berkaitan dengan mitigasi banjir tidak hanya menjadi ajang pencitraan politik, melainkan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.

Bencana ini bisa menjadi pembuktian bagi Prabowo apakah ia mampu keluar dari bayang-bayang kegagalan pemerintahan sebelumnya atau justru terperosok dalam pola yang sama. Rakyat tidak butuh janji baru, mereka menuntut aksi nyata. Kini, semua mata tertuju pada langkah yang akan diambil oleh pemerintahan Prabowo untuk mengatasi permasalahan banjir yang telah menjadi luka lama bagi warga Jabodetabek.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jakarta Dikepung Banjir, 114 RT Terendam

Next Post

Kooptasi Kampus oleh Kekuasaan: Refleksi atas Kasus Disertasi Bahlil Lahadalia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Tanggapi Kenaikan UKT, BEM UI Tegaskan Kampus Tak Terbuka, Mahasiswa Seolah Beli Kucing Dalam Karung

Kooptasi Kampus oleh Kekuasaan: Refleksi atas Kasus Disertasi Bahlil Lahadalia

Sesuai Tuntutan Pekerja Sritex, THR dan JHT Segera Dicairkan

Sesuai Tuntutan Pekerja Sritex, THR dan JHT Segera Dicairkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist