• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kooptasi Kampus oleh Kekuasaan: Refleksi atas Kasus Disertasi Bahlil Lahadalia

Ali Syarief by Ali Syarief
March 5, 2025
in Feature, Pendidikan, Politik
0
Tanggapi Kenaikan UKT, BEM UI Tegaskan Kampus Tak Terbuka, Mahasiswa Seolah Beli Kucing Dalam Karung
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Kasus pembatalan disertasi Bahlil Lahadalia oleh Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) menjadi cerminan dari kooptasi dunia akademik oleh kekuasaan. Keputusan yang membatalkan gelar doktor yang sebelumnya diberikan kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM itu menunjukkan bahwa universitas, yang seharusnya menjadi benteng independensi keilmuan, kini tengah mengalami tekanan politik dan campur tangan eksternal yang mengkhawatirkan. Peristiwa ini bukan hanya soal satu individu atau satu institusi, melainkan gambaran yang lebih besar tentang bagaimana kekuasaan telah menyusup ke dalam ranah akademik, melemahkan prinsip-prinsip keilmuan, dan mencederai integritas institusi pendidikan tinggi. Kampus harus imun dari intervensi penguasa agar tetap menjadi ruang kebebasan akademik yang sejati.

Kampus dalam Bayang-Bayang Kekuasaan

Universitas seharusnya menjadi ruang bebas bagi pertukaran gagasan, eksplorasi pengetahuan, dan pengembangan kebijakan berbasis riset yang obyektif. Namun, dalam kasus disertasi Bahlil, kita melihat bagaimana proses akademik dapat dipolitisasi hingga berujung pada pembatalan gelar oleh otoritas akademik tertinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa sejak awal terdapat intervensi atau pengaruh kekuasaan yang berupaya meloloskan karya ilmiah yang tidak memenuhi standar akademik, yang pada akhirnya justru merugikan kredibilitas universitas itu sendiri.

Jika kasus ini tidak terungkap atau tidak dikoreksi, maka hal serupa akan terus berulang. Figur-figur dengan kekuasaan politik dan ekonomi akan semakin mudah memanfaatkan institusi akademik untuk melanggengkan status sosial mereka, tanpa melalui proses akademik yang semestinya. Hal ini berbahaya karena merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi dan menormalisasi budaya akademik yang penuh kompromi dengan kepentingan eksternal.

Pentingnya Reregulasi untuk Menjaga Marwah Akademik

Kasus ini membawa hikmah besar: perlunya regulasi ulang terkait kewenangan kekuasaan dalam dunia akademik. Independensi kampus harus diperkuat dengan aturan yang lebih ketat mengenai intervensi politik dalam proses akademik, mulai dari penerimaan mahasiswa, pemberian gelar, hingga pengangkatan rektor dan pejabat kampus lainnya. Kampus harus kembali kepada jati dirinya sebagai penjaga ilmu pengetahuan, bukan sebagai alat legitimasi bagi mereka yang memiliki akses terhadap kekuasaan.

Salah satu langkah konkret yang perlu dilakukan adalah memperketat sistem audit akademik untuk disertasi dan penelitian, serta menjamin bahwa seluruh proses akademik berlangsung secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Dewan Guru Besar, sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas akademik, harus memiliki otoritas penuh tanpa tekanan eksternal dalam menilai kualitas keilmuan yang dihasilkan oleh sivitas akademika.

Di sisi lain, publik juga harus lebih kritis terhadap fenomena kooptasi kampus oleh kekuasaan. Masyarakat akademik, mahasiswa, dan media harus berani mengawasi dan mengkritisi setiap upaya yang merusak integritas keilmuan, termasuk pemberian gelar akademik yang bersifat transaksional atau penuh kepentingan politik.

Kesimpulan

Kasus pembatalan disertasi Bahlil Lahadalia bukan hanya insiden akademik, tetapi juga sinyal keras bahwa dunia akademik kita sedang menghadapi ancaman serius dari kooptasi kekuasaan. Kejadian ini seharusnya menjadi titik balik bagi universitas di Indonesia untuk kembali menegaskan independensi mereka dan menolak segala bentuk intervensi politik dalam proses keilmuan. Kampus harus imun dari intervensi penguasa agar tetap menjadi ruang kebebasan akademik yang sejati. Lebih dari itu, regulasi harus diperketat agar tidak ada lagi celah bagi kekuasaan untuk menyusupi wilayah suci ilmu pengetahuan demi kepentingan pragmatis mereka. Kampus harus tetap menjadi benteng intelektual yang merdeka, bukan sekadar perpanjangan tangan dari kepentingan elite politik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Banjir Jabodetabek: Tamparan Keras untuk Jokowi, Ujian Berat bagi Prabowo

Next Post

Sesuai Tuntutan Pekerja Sritex, THR dan JHT Segera Dicairkan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan
Feature

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

May 31, 2026
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Next Post
Sesuai Tuntutan Pekerja Sritex, THR dan JHT Segera Dicairkan

Sesuai Tuntutan Pekerja Sritex, THR dan JHT Segera Dicairkan

Banjir Kali Bekasi Lumpuhkan Sejumlah Jalan

Besarnya Curah Hujan Bersifat ekstrem Sebabkan Banjir Besar di Bekasi dan Bogor

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

May 31, 2026
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

May 31, 2026
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist