Jakarta-Fusilat News — Ketua Dewan Pembimbing Program Magister Manajemen (MM) Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Dr. Sarji SH, MPd, MM, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas regulasi nasional agar produk lokal mampu berkembang dan bersaing secara global. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada Konferensi Nasional bertajuk “Gerakan Mahasiswa dari Kampus untuk Negeri: Gerakan Cinta Mahasiswa Produk Lokal” di Kampus Pascasarjana Uhamka, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Dr. Sarji menjelaskan bahwa kegiatan konferensi ini sekaligus menjadi pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) bagi mahasiswa Pascasarjana Uhamka, dengan tujuan melatih kecakapan mahasiswa dalam menangkap dan menganalisis isu-isu kebijakan publik, mulai dari penyelenggaraan haji, program makan bergizi gratis (MBG), hingga tantangan produk lokal yang terdesak arus impor.
“Regulasi harus terus ditingkatkan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan, termasuk dengan aturan kepabeanan. Jika tidak, produk nasional akan sulit berkembang,” ujar Sarji.
Ia menyoroti ironi kebijakan impor terhadap komoditas yang sejatinya menjadi kekuatan domestik. Menurutnya, impor beras di negara produsen beras seperti Indonesia, maupun impor garam di tengah potensi besar petani dan nelayan Madura, merupakan contoh kebijakan yang perlu dikaji ulang secara serius.
“Ketika standar nasional (SNI) diperketat untuk membatasi impor, kita justru melihat bagaimana kawasan industri di Republik Rakyat Cina (RRC) yang membebaskan pajak industri mampu tumbuh dan mendunia. Ini menjadi tantangan pembelajaran bagi kita,” katanya.
Konferensi nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana Uhamka, Prof. Dr. Ade Hikmat. Hadir sebagai panelis antara lain Dr. Bambang Dwi Hartono (akademisi dan pakar kewirausahaan), Dr. Abdul Bari (Plt Direktur Utama Jamkrindo), serta Dr. Heru Kustanto (Kepala P3DN Kementerian Perindustrian). Diskusi dipandu moderator Andy Saputra, dengan Rani R. sebagai panitia pelaksana.
Dr. Sarji yang juga menjabat sebagai pengurus Badan Koordinasi Mubalig Indonesia (Bakomubin) menambahkan bahwa gerakan mahasiswa mencintai produk lokal harus dimulai dari kampus sebagai pusat lahirnya gagasan perubahan.
Usai acara, Sarji bersama jajaran pengurus Bakomubin DKI Jakarta, termasuk Ustaz Agus Sudono, langsung bertolak ke Serang, Banten, untuk mengikuti Rapat Kerja Daerah (Rakerda) selama dua hari di M. Kostel.
Mahdi






















