• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Belajar dari Kasus Sritex: Kejatuhan Manufaktur Tekstil Indonesia yang Sudah Diprediksi

Ali Syarief by Ali Syarief
March 2, 2025
in Economy, Feature
0
Sebelum Lebaran, JHT dan JKP karyawan Sritex Ditargetkan Cair
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Industri tekstil Indonesia pernah mengalami masa kejayaan di era awal Orde Baru, menjadi salah satu sektor manufaktur yang berkembang pesat. Namun, para ahli ekonomi dan industri telah lama memprediksi bahwa industri ini tidak akan bertahan lama. Prediksi tersebut kini terbukti dengan jatuhnya beberapa pemain besar dalam industri tekstil, salah satunya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Kejatuhan Sritex bukan sekadar akibat salah kelola internal, tetapi juga karena faktor struktural yang melemahkan daya saing manufaktur tekstil Indonesia di kancah global.

Booming yang Semu di Era Orde Baru

Pada dekade 1970-an hingga 1990-an, industri tekstil Indonesia berkembang pesat, didukung oleh kebijakan proteksionisme pemerintah dan ketersediaan tenaga kerja murah. Banyak perusahaan tekstil yang tumbuh subur berkat insentif dari pemerintah dan permintaan ekspor yang tinggi. Namun, perkembangan ini lebih bersifat semu karena industri tekstil Indonesia tidak memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Salah satu faktor utama yang membatasi daya saing industri tekstil Indonesia adalah ketergantungan pada impor bahan baku kapas. Berbeda dengan India dan China yang memiliki lahan luas untuk menanam kapas dan mengendalikan rantai pasokannya sendiri, Indonesia sepenuhnya bergantung pada impor kapas untuk mendukung industri pemintalan dan tekstilnya. Ketergantungan ini menjadikan biaya produksi lebih tinggi dan membuat industri ini rentan terhadap fluktuasi harga kapas di pasar global.

Struktur Industri yang Tidak Berdaya Saing

Selain keterbatasan bahan baku, industri tekstil Indonesia juga menghadapi tantangan dari sisi teknologi dan inovasi. India dan China terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan teknologi tekstil mereka, menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih efisien. Sementara itu, banyak perusahaan tekstil di Indonesia masih menggunakan mesin-mesin lama dan menghadapi kendala dalam modernisasi produksi.

Ketidakseimbangan dalam rantai pasok ini diperparah oleh regulasi yang kurang mendukung industri manufaktur domestik. Biaya logistik yang tinggi, tarif impor bahan baku yang tidak kompetitif, serta kebijakan perdagangan yang tidak berpihak kepada industri tekstil lokal semakin memperlemah daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Kasus Sritex: Cerminan Runtuhnya Industri Tekstil

Sritex, yang pernah menjadi simbol kejayaan industri tekstil Indonesia, akhirnya tumbang karena kombinasi faktor eksternal dan internal. Perusahaan ini terjebak dalam utang yang besar, diperburuk oleh pandemi COVID-19 yang mengurangi permintaan global. Ketergantungan pada ekspor ke negara-negara yang mengalami resesi menyebabkan pendapatan menurun drastis, sementara biaya produksi tetap tinggi.

Selain itu, Sritex menghadapi tekanan dari membanjirnya produk tekstil murah dari China yang lebih kompetitif dalam harga dan kualitas. Tanpa perlindungan industri yang memadai dari pemerintah dan tanpa inovasi signifikan dalam rantai produksinya, Sritex tidak mampu bersaing dan akhirnya masuk dalam proses restrukturisasi utang.

Pelajaran bagi Industri Manufaktur Indonesia

Kasus Sritex memberikan pelajaran penting bagi sektor manufaktur Indonesia. Kebergantungan pada bahan baku impor tanpa strategi jangka panjang untuk membangun rantai pasok sendiri adalah risiko besar bagi keberlangsungan industri. India dan China telah membuktikan bahwa kemandirian dalam bahan baku dan investasi dalam inovasi teknologi adalah kunci keberhasilan industri tekstil mereka.

Jika Indonesia ingin menghidupkan kembali industri tekstil atau sektor manufaktur lainnya, pemerintah dan pelaku usaha harus berfokus pada penguatan rantai pasok domestik, adopsi teknologi modern, serta menciptakan kebijakan yang berpihak pada daya saing industri. Tanpa langkah konkret dalam aspek-aspek tersebut, manufaktur Indonesia hanya akan terus mengalami keterpurukan dan kehilangan potensi untuk berkembang di pasar global.

Kesimpulan

Booming industri tekstil Indonesia di masa lalu adalah sebuah ilusi yang akhirnya runtuh karena ketidakmampuan untuk membangun keunggulan kompetitif. Ketergantungan pada impor kapas, kurangnya inovasi, serta regulasi yang tidak mendukung pertumbuhan industri menjadi penyebab utama kejatuhan sektor ini. Kasus Sritex menjadi contoh nyata dari lemahnya fondasi industri tekstil Indonesia, sekaligus menjadi peringatan bagi sektor manufaktur lain agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Jika Indonesia ingin menjadi negara industri yang tangguh, maka reformasi besar dalam rantai pasok, teknologi, dan kebijakan industri harus segera dilakukan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pelajaran yang Terlupa: Nasihat untuk Prabowo

Next Post

Memulihkan Jiwa yang Terluka

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Memulihkan Jiwa yang Terluka

Memulihkan Jiwa yang Terluka

Para ilmuwan Temukan Manfaat Kesehatan Baru dari Minuman Paling Banyak Dikonsumsi di Dunia

Para ilmuwan Temukan Manfaat Kesehatan Baru dari Minuman Paling Banyak Dikonsumsi di Dunia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist