• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Belum Saatnya Masyarakat Dibebani Pajak di Tengah Merosotnya Daya Beli Kelas Menengah

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
September 10, 2024
in Economy, News
0
BPS Minta Pemerintah Tingkatkan Daya Beli Kelas Menengah Untuk Menyelamatkan  Perekonomian
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatnews – Merosotnya jumlah kelas menengah menunjukkan adanya penurunan pendapatan mereka, yang pada gilirannya berdampak pada daya beli masyarakat. Dalam lima tahun terakhir, jumlah masyarakat kelas menengah mengalami penurunan drastis hingga 12 juta orang. Padahal, kelompok ini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap konsumsi rumah tangga. Pengamat menilai bahwa pemerintah telah gagal dalam mengendalikan atau menjaga daya beli masyarakat.

Menurut pengamat ekonomi Trubus Radardiansyah, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan jumlah kelas menengah, terutama karena pendapatan yang tertekan tidak sejalan dengan peningkatan inflasi, sehingga menyebabkan daya beli melemah.

“Ketika konsumsi publik tinggi tetapi daya beli rendah, inflasi pun terjadi, yang kemudian berlanjut menjadi kelesuan ekonomi,” jelas Trubus pada Ahad lalu.

Ia menambahkan bahwa kelesuan ekonomi ini terus berlanjut seiring dengan semakin tertekannya kondisi masyarakat kelas menengah akibat ketidakseimbangan antara keinginan membeli dan kemampuan membeli.

Menurut Trubus, seharusnya ada penentuan pendapatan yang lebih realistis dengan merujuk pada kondisi inflasi, bukan hanya berdasarkan besaran upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum regional (UMR) yang ditetapkan pemerintah.

“UMP yang diteken pemerintah cenderung meninabobokan masyarakat, padahal masalahnya juga terletak pada kinerja. Pemerintah tidak bisa mendorong kinerja hanya dengan menetapkan UMP yang rendah. Sementara inflasi dapat memaksa peningkatan kinerja, misalnya dengan memberikan take home pay (THP) yang lebih tinggi, maka pekerja harus diberi target yang lebih besar pula,” terangnya.

Trubus juga menyoroti banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini sebagai salah satu faktor penyebab berkurangnya jumlah kelas menengah.

“Ini adalah faktor-faktor makro yang menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah gagal dalam menjaga daya beli masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Perlu Mengurangi Pajak

Trubus menekankan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk mengembalikan gairah daya beli masyarakat, mengingat kelas menengah memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi beban pajak.

“Pemerintah seharusnya mengurangi pajak pada beberapa barang kebutuhan dasar dengan cara menurunkan pajak hingga nol, artinya jangan terlalu banyak mengenakan pajak,” ujar Trubus.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar, seperti pangan, seharusnya lebih mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Misalnya, orang makan di restoran dikenakan pajak yang cukup besar, mulai dari bahan mentah yang sudah dipajaki hingga pajak pelayanan, PB1, dan lainnya,” tambahnya.

Trubus menuduh pemerintah terlalu bernafsu untuk mendapatkan pendapatan dari berbagai pajak, termasuk yang dibebankan pada kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, ini seharusnya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah jika serius ingin mendongkrak kembali kelas menengah dengan daya beli yang lebih tinggi.

“Kesejahteraan sebenarnya bisa diciptakan, tapi masalahnya pemerintah bersikukuh bahwa pendapatan utama hanya dari pajak, dan ini keliru. Pembangunan seharusnya didanai dari berbagai sumber, bukan hanya pajak,” tutupnya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KPK di Persimpangan: Berani Tindak Kaesang dan Bobby atau Pilih Aman?

Next Post

Kedua Tim Akan Hadapi Situasi Sulit Dalam laga Indonesia Lawan Australia Tapi Pertandingan bakal Menarik

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Feature

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah
Birokrasi

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis
Birokrasi

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Next Post
Kedua Tim Akan Hadapi Situasi Sulit Dalam laga Indonesia Lawan Australia Tapi Pertandingan bakal Menarik

Kedua Tim Akan Hadapi Situasi Sulit Dalam laga Indonesia Lawan Australia Tapi Pertandingan bakal Menarik

Ahli : Berkat Dukungan Jokowi dan Bansos, Suara Prabowo-Gibran Naik 26 Juta

Legacy Faisal Basri: Rakyat Indonesia Hidup Lebih Menderita Dibanding Masa Penjajahan Dahulu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist