Jakarta – Fusilatnews – Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM) Seluruuh Indonesia ( SI)berencana akan menggelar demonstrasi dan Memblokade gedung Parlemen untuk menolak disahkannya Rancangan Undang- Undangt (RUU) tentang Perubahan UU Nomor 34 menjadi UU.
Sejumlah mahasiswa turun ke jalan, bermalam di depan akses Gedung DPR RI, dan memblokade akses masuk sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana pengesahan Revisi Undang-Undang TNI (RUU TNI).
Aksi massa aksi yang berlangsung sejak Rabu (19/3/2025) malam ini menjadi simbol kegelisahan masyarakat terhadap revisi UU TNI yang dinilai problematik.
Koordinator Media BEM SI, Anas Robbani mengungkapkan, konsolidasi terakhir telah memastikan aksi besar pada Kamis (20/3/2025) pagi. “Hasil konsolidasi tadi malam, BEM SI akan aksi pagi ini pukul 09.30 WIB di DPR RI,” ujar Anas saat dikonfirmasi, Kamis.
Diperkirakan, sekitar 1.000 mahasiswa akan bergabung dalam unjuk rasa ini, belum termasuk massa dari kelompok lainnya.
Sebagian massa berkumpul di depan DPR, sementara kelompok lainnya memilih titik kumpul di Senayan Park dan TVRI sebelum bergerak bersama.
Koordinator Pusat BEM SI, Satria Naufal menyatakan, aksi ini merupakan wujud kekecewaan setelah berbagai protes yang disampaikan melalui media sosial tidak dihiraukan.
“BEM SI Kerakyatan bersama Koalisi Masyarakat Sipil melihat bahwa gejolak penolakan terhadap produk hukum ini begitu besar, namun DPR RI masih melakukan proses pengesahan secara ugal-ugalan, khususnya dilanjut pada tingkat 2 Sidang Paripurna,” tegas Satria.
Bermalam di depan DPR Sejak Rabu malam,
Massa aksi bertahan di halaman Gerbang Pancasila, Gedung DPR RI. Mereka mendirikan tiga tenda dan bermalam di lokasi sebagai bentuk perlawanan simbolik. Hingga Kamis pagi, jumlah peserta aksi terus bertambah. Petugas keamanan DPR dan kepolisian terlihat berjaga.
Sementara massa menanti rekan-rekan mereka yang akan bergabung dalam aksi pada pagi hari. Seruan untuk menolak RUU TNI juga menggema di berbagai kota. Poster ajakan aksi beredar luas di media sosial, menyerukan masyarakat untuk turun ke jalan mengawal jalannya sidang paripurna DPR RI.
Blokade akses gedung DPR Selain bermalam, massa aksi juga memblokade akses Gedung DPR sejak Rabu malam. Mereka menutup jalur masuk ke kompleks parlemen sebagai bentuk tekanan terhadap para legislator.
Pihak kepolisian mengerahkan sebanyak 5.021 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi dari elemen mahasiswa dan beberapa aliansi terkait Revisi UU TNI di depan Gedung DPR RI Jakarta Pusat.
“Lakukan unjuk rasa dengan damai, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Kamis.
Dalam rangka pengamanan aksi penyampaian pendapat dari mahasiswa dan beberapa aliansi terkait RUU TNI, polisi melibatkan 5.021 personel gabungan.
Personel gabungan tersebut terdiri dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi terkait. Mereka ditempatkan di sejumlah titik sekitar Gedung DPR RI.


























