• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Bencana Sumatera 2025: Cermin Kegagalan Negara dalam Melindungi Rakyat dan Lingkungan

fusilat by fusilat
December 19, 2025
in Bencana, Feature, Lingkungan Hidup
0
Bencana Sumatera 2025: Cermin Kegagalan Negara dalam Melindungi Rakyat dan Lingkungan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana
Ngawi, 19 Desember 2025

Tragedi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 bukanlah sekadar bencana alam biasa. Ini adalah puncak dari kegagalan sistemik negara dalam mengelola sumber daya alam, mencegah kerusakan lingkungan, dan memberikan respons cepat saat krisis. Hingga 18 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.059 korban jiwa, 190 orang hilang, ribuan luka-luka, serta lebih dari 577.600 pengungsi. Dampaknya meluas pada lebih dari 3,3 juta jiwa, dengan kerugian ekonomi nasional diperkirakan mencapai Rp68,67 triliun menurut Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Bencana ini mencerminkan pengabaian amanat UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.

Akar Masalah: Deforestasi Massal dan Eksploitasi Tak Terkendali

Curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu langsung, tapi daya rusaknya diperparah oleh hilangnya tutupan hutan. Data menunjukkan deforestasi di Sumatera mencapai 1,4 juta hektare selama 2016-2025, dipicu oleh ekspansi perkebunan sawit, pertambangan, dan proyek infrastruktur. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti bahwa 631 perusahaan pemegang izin tambang, sawit, dan kehutanan menjadi aktor utama. Hilangnya hutan mengurangi kapasitas serap air, sehingga banjir bandang dan longsor menjadi lebih mematikan.

Kerugian dari sektor ekstraktif ini tidak sebanding dengan kontribusinya. PNBP tambang di Aceh hanya Rp929 miliar hingga Agustus 2025, jauh di bawah kerugian lokal Rp2,04 triliun. Kebijakan yang mempermudah izin konsesi mencerminkan prioritas ekonomi jangka pendek atas keberlanjutan, mengabaikan prinsip perlindungan lingkungan dalam konstitusi.

Respons Negara: Lambat dan Tanpa Komitmen Penuh

Pemerintah telah mengerahkan ribuan personel TNI-Polri, alat berat, dan logistik nasional sejak awal. Namun, penolakan menetapkan status bencana nasional—meski skala dampak memenuhi kriteria UU No. 24/2007—menuai kritik tajam. Presiden Prabowo Subianto menyatakan situasi “terkendali” karena hanya melibatkan tiga provinsi, dan menolak bantuan asing demi menjaga kemandirian. Kritikus, termasuk masyarakat sipil dan ormas seperti Muhammadiyah, menilai ini sebagai pengabaian, karena koordinasi pusat yang lebih kuat bisa mempercepat distribusi bantuan dan pemulihan.

Koordinasi awal lemah menyebabkan isolasi wilayah, keterlambatan logistik, dan penderitaan pengungsi bertambah. Meski gotong royong rakyat menjadi penopang utama—dengan relawan membangun akses darurat dan penggalangan dana mencapai miliaran—tanggung jawab utama tetap pada negara.

Panggilan Perubahan: Dari Kegagalan Menuju Akuntabilitas

Bencana ini adalah cermin kegagalan epistemik negara: ketidakmampuan memahami interaksi antara pembangunan dan ekosistem. Saatnya reformasi mendalam—moratorium izin ekstraktif di wilayah rawan, restorasi hutan secara masif, penegakan hukum terhadap pelaku deforestasi, dan pengakuan hak masyarakat adat. Rakyat telah menunjukkan solidaritas luar biasa; negara harus membalas dengan komitmen penuh.

Jika amanat konstitusi diabaikan, mekanisme demokrasi—termasuk akuntabilitas pemimpin—harus ditegakkan. Bencana Sumatera 2025 bukan akhir, tapi peringatan: bangkitlah, atau kita semua tenggelam dalam kegagalan bersama. Indonesia abadi hanya jika tanah suci ini dijaga dengan sungguh-sungguh.(MDA)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintahan Prabowo: Serius Berkuasa, Namun Belum Serius Memerintah?

Next Post

Dijelaskan Roy Suryo: Ijazah Jokowi Ada Empat Versi — Jokowi Diam Saja

fusilat

fusilat

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional

Dijelaskan Roy Suryo: Ijazah Jokowi Ada Empat Versi — Jokowi Diam Saja

Rekonsiliasi yang Menutup Luka: Sebuah Kebohongan yang Berkelanjutan

Posisi “Cooling Down” Anggota TPUA yang Berstatus Tersangka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...