• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Beras: Sengketa Perut Rakyat dan Ketidaktegasan Negara

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 30, 2025
in Economy, Feature
0
Indonesia Among the Unhappiest Countries in South-East Asia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Beras selalu menjadi isu sensitif dan strategis di negeri ini. Bukan sekadar makanan pokok, tetapi simbol dari harga diri bangsa, alat stabilitas sosial, bahkan penentu legitimasi pemerintahan. Mulai dari semangat mengejar swasembada, lonjakan harga yang tak terkendali, maraknya praktik pengoplosan beras yang sejatinya adalah kejahatan kemanusiaan, hingga pada pertanyaan besar: seberapa besar negara layak dan harus menguasai komoditas vital ini?

Selama ini, Perum Bulog hanya menguasai sekitar 8-9% pangsa pasar beras nasional, setara dengan menyerap 10% dari total hasil panen dalam negeri atau sekitar 4 juta ton. Namun, capaian ini masih jauh dari ideal. Dalam situasi ideal, Bulog seharusnya mampu menguasai 15-20% pangsa pasar untuk menjalankan fungsinya secara efektif sebagai stabilisator harga dan ketersediaan.

Kenapa Masih Rendah?
Ada beberapa alasan kenapa penguasaan Bulog masih minim:

  1. Keterbatasan Kapasitas: Bulog belum memiliki infrastruktur penyimpanan dan pengelolaan beras dalam skala besar.
  2. Biaya Operasional Tinggi: Semakin besar penguasaan, semakin besar pula kebutuhan logistik, distribusi, dan pengolahan.
  3. Risiko Pasar: Fluktuasi harga pasar membuat manuver pembelian dan penyaluran menjadi penuh risiko.
  4. Fungsi Stabilisator: Pemerintah cenderung menempatkan Bulog sebagai penyeimbang, bukan pelaku utama pasar.
  5. Kebijakan Pemerintah: Strategi pemerintah yang parsial dan inkonsisten membuat Bulog tidak leluasa dalam bertindak.

Mengapa 15-20% Sangat Penting?
Jika Bulog menguasai 15-20% beras nasional, maka:

  • Harga Lebih Stabil: Bulog bisa lebih efektif mengintervensi pasar saat harga melonjak.
  • Ketersediaan Lebih Terjamin: Apalagi saat krisis atau bencana.
  • Posisi Tawar Naik: Baik terhadap petani maupun pedagang besar.
  • Kebijakan Lebih Terukur: Pemerintah memiliki instrumen nyata untuk mengatur pasar.

Namun, tantangannya tetap besar: biaya tinggi dan tuntutan infrastruktur modern.

Langkah Strategis Pemerintah
Untuk mencapai target penguasaan 15-20%, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi:

  1. Meningkatkan Produktivitas Pertanian: Lewat teknologi dan inovasi untuk mendongkrak hasil panen.
  2. Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP): Target 2,5 juta ton beras pada 2025.
  3. Industrialisasi Komoditas Unggulan: Termasuk hilirisasi pertanian agar petani lebih sejahtera.
  4. Perbaikan Infrastruktur dan Distribusi: Agar beras dari petani bisa sampai ke konsumen tanpa biaya tinggi.
  5. Penguatan Jaminan Sosial: Untuk melindungi petani dari fluktuasi harga dan krisis pangan.

Namun, strategi sebesar apapun tidak akan berguna tanpa eksekusi yang tegas dan konsisten.

Penutup
Penguasaan beras oleh negara bukan semata persoalan teknis ekonomi, tapi menyangkut hak dasar rakyat atas pangan. Jika negara terus menyerahkan dominasi pasar kepada mekanisme pasar bebas, maka bukan tidak mungkin perut rakyat akan terus disandera oleh spekulan, mafia, dan kelambanan kebijakan.

Negara mesti hadir lebih kuat. Bukan hanya sebagai pengatur, tapi sebagai pelindung, penjamin, dan penguasa atas komoditas strategis bernama beras—detak jantung keseharian rakyat Indonesia.


Catatan Penulis:
Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ijazah yang Tak Akah Pernah Dihadirkan, Karena?

Next Post

Perbandingan Indikator Kemiskinan PBB dan BPS: Dua Wajah Pengukuran Kesejahteraan

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi: Nepotisme dan Korupsi Mendominasi Polling Online, Berbeda dengan Hasil Survei Kompas

Perbandingan Indikator Kemiskinan PBB dan BPS: Dua Wajah Pengukuran Kesejahteraan

Walaupun Kurap Itu Memalukan, Sanggup Memperlihatkannya: Ironi dengan Ijazah yang Sejatinya Membanggakan

Walaupun Kurap Itu Memalukan, Sanggup Memperlihatkannya: Ironi dengan Ijazah yang Sejatinya Membanggakan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...