• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Perbandingan Indikator Kemiskinan PBB dan BPS: Dua Wajah Pengukuran Kesejahteraan

Ali Syarief by Ali Syarief
July 30, 2025
in Economy, Feature
0
Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi: Nepotisme dan Korupsi Mendominasi Polling Online, Berbeda dengan Hasil Survei Kompas
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kemiskinan adalah persoalan kompleks yang tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga menyangkut martabat dan kualitas hidup manusia. Di tengah upaya global menanggulangi kemiskinan, muncul beragam pendekatan pengukuran untuk memahami kedalaman dan sebarannya. Dua di antaranya adalah pendekatan yang digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Multidimensional Poverty Index (MPI) dan yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia. Keduanya menyajikan wajah berbeda dalam membaca realitas kemiskinan.

Dimensi Pengukuran: Monodimensi vs Multidimensi

BPS menggunakan indikator kemiskinan berbasis pengeluaran minimum, atau dikenal dengan pendekatan monodimensi. Dalam hal ini, seseorang dianggap miskin jika pengeluarannya per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan, yang terdiri dari kebutuhan dasar makanan (2.100 kkal per hari) dan kebutuhan dasar non-makanan (seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan). Data terbaru Maret 2025 mencatat angka kemiskinan Indonesia sebesar 8,47%, atau sekitar 23,85 juta orang.

Sebaliknya, PBB melalui UNDP dan OPHI menggunakan pendekatan multidimensi, yang tidak hanya mengukur kekurangan dalam pendapatan, tetapi juga dalam kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. MPI mengkaji sepuluh indikator dalam tiga dimensi besar tersebut. Seseorang dikategorikan miskin multidimensi jika mengalami deprivasi dalam setidaknya sepertiga dari indikator-indikator tersebut. Berdasarkan survei terakhir tahun 2017, MPI Indonesia menunjukkan angka 3,6% penduduk hidup dalam kemiskinan multidimensi—jauh lebih rendah dibanding angka versi BPS.

Tabel Perbandingan Singkat

AspekBPS (Indonesia)PBB (UNDP – MPI)
PendekatanMonodimensi (pengeluaran per kapita)Multidimensi (10 indikator dalam 3 dimensi)
Dimensi yang DiukurMakanan & non-makanan dasarKesehatan, pendidikan, standar hidup
Ambang BatasGaris kemiskinan (Rp595.242/kapita/bulan – 2024)Kekurangan ≥ 1/3 dari 10 indikator
Angka Kemiskinan (Terbaru)8,47% (Maret 2025)3,6% (Survei 2017)
Frekuensi Data2 kali setahun (Maret & September)Tidak rutin, tergantung survei besar
Tujuan PenggunaanKebijakan bantuan sosial & fiskalEvaluasi struktural pembangunan manusia

Ketepatan Representasi Realitas

Perbedaan angka ini menimbulkan pertanyaan: mengapa hasilnya bisa sangat berbeda? Jawabannya terletak pada apa yang diukur. Pendekatan BPS cocok digunakan untuk menentukan kebutuhan intervensi berbasis bantuan tunai atau subsidi, karena ia mencerminkan daya beli minimum untuk bertahan hidup. Namun, pendekatan ini kerap dikritik karena tidak menggambarkan kemiskinan struktural—misalnya, keluarga dengan pengeluaran cukup namun tetap tinggal di rumah tak layak atau tak memiliki akses pendidikan dan sanitasi.

Di sisi lain, MPI menangkap kemiskinan sebagai kekurangan peluang, bukan semata kekurangan uang. Ia bisa mengungkap realitas tersembunyi seperti anak-anak yang tak bersekolah, rumah tangga tanpa listrik, atau ibu yang melahirkan tanpa akses layanan kesehatan. Inilah kekuatan pendekatan PBB—mereka menjadikan kemiskinan sebagai wajah dari kegagalan sistem sosial.

Implikasi Kebijakan

Pendekatan BPS dan MPI memiliki fungsi masing-masing. BPS, dengan datanya yang diperbarui secara rutin, sangat bermanfaat untuk perencanaan anggaran negara, program bantuan sosial, dan evaluasi kebijakan fiskal. Sementara MPI, meskipun tidak selalu diperbarui tiap tahun, menjadi alat diagnosis struktural yang lebih holistik, penting untuk mendesain kebijakan jangka panjang seperti reformasi pendidikan, pembangunan infrastruktur dasar, dan pelayanan kesehatan primer.

Namun, penggunaan keduanya secara terpisah dapat menimbulkan ilusi kesejahteraan. Ketika BPS menyatakan kemiskinan menurun, tetapi indikator multidimensi tidak berubah atau justru memburuk, maka bisa saja penurunan kemiskinan hanya terjadi secara permukaan, bukan dalam kualitas hidup.

Penutup

Kemiskinan bukan sekadar angka dalam statistik, melainkan kondisi hidup yang memengaruhi kesempatan seseorang untuk berkembang secara utuh. Perbandingan antara indikator PBB dan BPS menunjukkan bahwa mengukur kemiskinan tidak bisa dilakukan dengan satu alat saja. Dibutuhkan sinergi pendekatan kuantitatif dan kualitatif, pengeluaran dan pengalaman, statistik dan narasi. Dalam dunia yang terus bergerak maju, kita tidak cukup hanya menghitung siapa yang miskin, tetapi juga mengapa mereka tetap miskin dan bagaimana membebaskan mereka dari lingkaran tersebut.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beras: Sengketa Perut Rakyat dan Ketidaktegasan Negara

Next Post

Walaupun Kurap Itu Memalukan, Sanggup Memperlihatkannya: Ironi dengan Ijazah yang Sejatinya Membanggakan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Walaupun Kurap Itu Memalukan, Sanggup Memperlihatkannya: Ironi dengan Ijazah yang Sejatinya Membanggakan

Walaupun Kurap Itu Memalukan, Sanggup Memperlihatkannya: Ironi dengan Ijazah yang Sejatinya Membanggakan

Gugat Roy Suryo Cs, Surat Panggilan Balik Lagi! Drama Ijazah Jokowi Terus Berlanjut

Gugat Roy Suryo Cs, Surat Panggilan Balik Lagi! Drama Ijazah Jokowi Terus Berlanjut

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist