• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Berbaring di Dalam Peti Mati, Cara Warga Jepang Menemukan Makna Hidup

fusilat by fusilat
March 2, 2026
in Cross Cultural, Japanese Supesharu
0
Berbaring di Dalam Peti Mati, Cara Warga Jepang Menemukan Makna Hidup
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews- Keheningan menyelimuti ruangan kecil itu. Lampu diredupkan, suara dunia perlahan menghilang. Di dalam sebuah peti mati, seseorang berbaring memejamkan mata—bukan untuk berpamitan dengan hidup, melainkan justru untuk memahaminya lebih dalam.

Di Jepang, praktik meditasi tak biasa ini dikenal dengan sebutan coffin-lying. Sebuah tren refleksi diri yang kini menarik perhatian banyak orang, terutama mereka yang merasa lelah secara mental dan ingin berhenti sejenak dari ritme kehidupan modern yang kian menekan.

Mengutip laporan The New York Post, layanan coffin-lying pertama kali diperkenalkan oleh sebuah rumah duka di Prefektur Chiba. Awalnya, konsep ini muncul sebagai upaya untuk memberikan pengalaman reflektif bagi orang-orang yang ingin memahami kematian secara lebih personal. Namun, siapa sangka, peti mati yang identik dengan akhir kehidupan justru menjadi ruang kontemplasi bagi mereka yang masih menjalani hidup.

Peserta biasanya diminta berbaring di dalam peti selama sekitar 30 menit. Tutup peti dapat ditutup sepenuhnya atau dibiarkan sedikit terbuka, sesuai kenyamanan. Tidak ada gawai, tidak ada percakapan, hanya napas sendiri dan kesadaran akan tubuh yang diam. Bagi sebagian orang, pengalaman ini terasa menenangkan. Bagi yang lain, justru memunculkan emosi yang selama ini terpendam.

“Saat peti ditutup, saya merasa benar-benar sendirian,” ujar salah satu peserta, seperti dikutip media setempat. “Namun dari situ saya menyadari betapa sibuknya saya selama ini menghindari keheningan.”

Minat terhadap praktik ini terus meningkat, terutama di kalangan warga perkotaan. Di tengah tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, dan kecemasan akan masa depan, coffin-lying menawarkan sesuatu yang langka: ruang sunyi untuk berdamai dengan diri sendiri. Kematian, yang sering kali dianggap menakutkan dan tabu, justru dihadirkan sebagai cermin untuk menilai kembali cara seseorang menjalani hidup.

Fenomena ini tidak sepenuhnya asing dalam budaya Jepang. Refleksi atas kefanaan hidup telah lama menjadi bagian dari nilai-nilai spiritual masyarakatnya. Konsep tentang ketidakkekalan (mujo) kerap hadir dalam seni, sastra, hingga praktik meditasi. Coffin-lying dapat dilihat sebagai bentuk kontemporer dari tradisi tersebut—dikemas dengan pendekatan modern dan pengalaman yang lebih personal.

Meski terdengar ekstrem, penyedia layanan menegaskan bahwa praktik ini dilakukan dengan standar keamanan dan bersifat sukarela. Tidak ada unsur mistis atau ritual keagamaan tertentu. Fokus utamanya adalah memberikan pengalaman introspektif, bukan sensasi atau uji nyali.

Bagi sebagian peserta, keluar dari peti mati justru menjadi momen paling emosional. Ada yang mengaku merasa lega, ada pula yang menitikkan air mata. “Saya seperti diberi kesempatan kedua,” ungkap seorang peserta lainnya. “Setelah itu, saya ingin hidup dengan lebih sadar dan tidak menunda hal-hal penting.”

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, tren coffin-lying menghadirkan paradoks yang menarik. Dengan berbaring di simbol kematian, orang-orang justru belajar tentang kehidupan—tentang waktu yang terbatas, tentang keheningan yang sering diabaikan, dan tentang keberanian untuk berhenti sejenak sebelum melangkah lagi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perang Modern Israel/USA vs Iran Tidak Sekadar Saling Membombardir — Tetapi Warfare

Next Post

Agresi AS-Israel ke Iran: Imperialisme Energi yang Telanjang, Ancaman bagi Kedaulatan Global dan Indonesia

fusilat

fusilat

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik
Crime

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok
Komunitas

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026
Next Post
Agresi AS-Israel ke Iran: Imperialisme Energi yang Telanjang, Ancaman bagi Kedaulatan Global dan Indonesia

Agresi AS-Israel ke Iran: Imperialisme Energi yang Telanjang, Ancaman bagi Kedaulatan Global dan Indonesia

Minyak = Kekuasaan Dunia: Imperialisme AS yang Brutal dalam Perebutan Sumber Daya

Minyak = Kekuasaan Dunia: Imperialisme AS yang Brutal dalam Perebutan Sumber Daya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist