Surabaya – Fusilatnews – Mantan Wali Kota Surabaya yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial, Tri Rismaharini, dijadwalkan mendaftar sebagai calon gubernur untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur pada Kamis (29/8/2024) malam ini. Risma akan berpasangan dengan KH Zahrul Azhar Asumta, yang lebih dikenal sebagai Gus Hans. Pasangan yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini akan menghadapi petahana Khofifah Indar Parawansa yang berpasangan dengan Emil Dardak.
Pendaftaran pasangan Risma-Gus Hans akan berlangsung di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, yang terletak di Jalan Raya Tenggilis, Surabaya. Acara pendaftaran ini akan diiringi oleh kirab budaya yang mengambil titik awal dari Kantor DPD PDIP Jawa Timur di Jalan Kendangsari Industri, Surabaya, untuk menambah semarak pendaftaran tersebut.
Menurut Untari, salah satu petinggi PDIP Jatim, kombinasi Risma dan Gus Hans disebut sebagai perpaduan ‘semangka’—sebuah istilah politik yang menggambarkan kombinasi antara kekuatan nasionalis dan religius, di mana Risma mewakili elemen nasionalis PDIP, sementara Gus Hans membawa unsur religius dari Nahdlatul Ulama (NU).
Deni Wicaksono, Wakil Ketua DPD PDIP Jatim yang membidangi pemenangan Pemilu, menyatakan optimisme terhadap pasangan ini. “Bismillah,” ujar Deni, menandakan harapannya bahwa pasangan ini bisa menjadi penantang serius bagi pasangan petahana. Selain itu, pasangan lain yang akan berkompetisi di Pilgub Jatim adalah Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Hakim yang diusung oleh PKB.
Gus Hans sendiri dikenal sebagai tokoh muda NU dan pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum di Peterongan, Jombang. Sebelumnya, ia pernah menjadi Juru Bicara tim kampanye Khofifah-Emil pada Pilgub Jatim 2018, membuat pertarungan kali ini semakin menarik dengan posisi Gus Hans yang kini berlawanan dengan pasangan yang sebelumnya ia dukung.
Berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas Tri Rismaharini berada di posisi kedua setelah Khofifah Indar Parawansa, menjadikan Pilgub Jatim 2024 sebagai ajang kontestasi yang ketat dan penuh persaingan. Dukungan PDIP kepada Risma-Gus Hans diharapkan dapat menarik basis massa nasionalis dan religius, sehingga memberikan peluang besar bagi mereka untuk memenangkan Pilkada kali ini.
























