Depok, Fusilatnews – Kajian kitab Sajadah Subuh yang diadakan secara bergiliran antar masjid di kawasan Tugu, Depok, kali ini berlangsung di Masjid Darusalam, Kompleks Griya Tugu, Jalan Prof. Lafran Pane, Cimanggis. Dalam kajian tersebut, pembacaan kitab dipimpin oleh KH M. Yusuf Arby, Lc, yang didampingi oleh Ustaz Dermawan, S.Ag, sebagai pembicara mauidzoh hasanah.
KH M. Yusuf Arby membahas analisis terkait wasiat wanita terhadap suami dalam perspektif Islam. Ia mengangkat kisah Imam Nawawi, ulama besar dari Suriah yang dikenal cendekia meski tidak menikah sepanjang hidupnya. Imam Nawawi, yang juga penulis kitab Riyadhus Shalihin, memilih untuk tidak menikah agar dapat mengabdikan diri sepenuhnya pada ibadah dan penelitian. Hal ini, menurut Yusuf, menunjukkan bahwa meskipun tidak memiliki pengalaman langsung dalam rumah tangga, Imam Nawawi tetap menguasai ilmunya secara mendalam, termasuk soal fiqih haid.
Dalam kesempatan itu, Yusuf juga menyinggung Syaikh Nawawi al-Bantani, ulama asal Banten yang mengambil pendekatan serupa untuk lebih mendalami ibadah. Ia menekankan bahwa rumah tangga sering kali membawa risiko kesibukan dalam hal duniawi, seperti memenuhi kebutuhan pasangan, yang dapat mengurangi fokus pada ibadah.
Makna Mawaddah dan Ma’ruf
Yusuf menjelaskan perbedaan antara mawaddah dan ma’ruf. Mawaddah merujuk pada cinta penuh birahi, sedangkan ma’ruf mengacu pada perlakuan baik yang harus diberikan oleh suami kepada istri, meskipun rasa cinta telah berkurang. Ia mengingatkan bahwa dalam Islam, suami tetap dianjurkan untuk mempergauli istrinya dengan baik meski tidak lagi memiliki rasa cinta.
Sejarah Poligami dan Perspektif Feminisme
Dalam pembahasan sejarah pra-Islam, Yusuf menyebutkan bahwa para pembesar kala itu memiliki istri tanpa batas. Islam kemudian hadir dengan membatasi jumlah istri menjadi empat, asalkan mampu berlaku adil. Kendati demikian, ia mengutip Al-Qur’an yang menyatakan bahwa keadilan hati manusia sulit dicapai, yang kemudian menjadi argumen dalam mendukung kesetaraan gender.
Hikmah dari Kisah Rasulullah dan Siti Aisyah
Yusuf juga menceritakan kisah Rasulullah SAW yang suatu malam pergi untuk berziarah, yang memicu kecemburuan Siti Aisyah. Dengan penuh kelembutan, Rasulullah menghadapi situasi tersebut, menekankan pentingnya pendekatan lembut dalam rumah tangga, sesuai perumpamaan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok.
Program DKM Masjid Darusalam
Kajian ini sekaligus menjadi momen perkenalan kepengurusan baru Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darusalam periode 2024-2027 yang dipimpin oleh Dr. H. Bambang Prianto. Dalam sambutannya, Bambang mengungkapkan rencana program rutin seperti kursus, tabligh akbar, dan kegiatan untuk memakmurkan masjid.
Kajian berikutnya dalam rangkaian Sajadah Subuh akan berlangsung pada 13 Desember 2024 di Masjid Al-Ikhsan, Jalan Prof. Lafran Pane, Gg. Awan, Cimanggis. Acara ini diharapkan terus memperkuat ukhuwah Islamiah antarjamaah masjid di kawasan Tugu, Depok.





















