• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Betawi Bukan Kampung Ente, Kang Emil!

fusilat by fusilat
September 10, 2024
in News, Pilkada, Pojok KSP
0
Betawi Bukan Kampung Ente, Kang Emil!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta, Fusilatnews – Penolakan demi penolakan ditunjukkan warga Jakarta kepada Ridwan Kamil, calon gubernur Jakarta pada Pilkada 2024 yang akrab dipanggil Kang Emil. Mereka seolah mengatakan, Betawi bukan kampung ente, Kang Emil?

Kang Emil yang berpasangan dengan calon wakil gubernur Suswono di Pilkada Jakarta 2024 akan berhadapan dengan pasangan cagub-cawagub, Pramono Anung-Rano Karno yang diusung PDI Perjuangan bersama Partai Hanura, dan pasangan cagub-cawagub, Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto yang maju dari jalur independen.

Adapun Kang Emil-Suswono diusung 13 partai politik. Rinciannya, empat parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju di Pilpres 2024 yang mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Lalu, tiga parpol yang tergabung dalam Koalisi Perubahan di Pilpres 2024 yang mendukung pasangan capres-cawapres, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yakni Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Plus, enam parpol nonparlemen, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Gelora, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Garuda.

Penolakan terhadap Kang Emil mula-mula ditunjukkan warga Jakarta Utara, ketika bekas Gubernur Jawa Barat itu berziarah ke Makam Mbah Priok, Kamis (5/9/2024). Bahkan para penolak Kang Emil meneriakkan nama Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 yang gagal beroleh tiket cagub di Pilkada 2024 baik di Jakarta ataupun di Jawa Barat.

Penolakan sebelumnya ditunjukkan The Jakmania, wadah suporter Persija Jakarta, saat Kang Emil minta bertemu mereka.

Ketua Umum The Jakmania Diky Soemarno berdalih, rencana Kang Emil menemui The Jakmania tergantung pada klub Persija. Diky meminta Kang Emil menemui Persija terlebih dahulu sebelum bertemu The Jak.

Menurut Diky, Ahad (1/9/2024), secara prinsip The Jakmania fokus ke Persija, sehingga The Jak akan mengikuti apa kata Persija.

Penolakan teranyar terhadap Kang Emil ditunjukkan warga Betawi yang tergabung dalam Forum Betawi Rempug (FBR) di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2024) saat Kang Emil berkunjung ke Markas Badan Musyawarah (Bamus) Betawi.

Mengapa Ditolak?

Sejauh ini kita belum pernah mendengar warga Jakarta menolak kehadiran Pramono-Rano atau Kun-Kun. Mengapa?

Pertama, para penolak Kang Emil itu adalah pendukung militan Anies Baswedan. Ketika bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu gagal beroleh tiket cagub, maka yang disalahkan tentulah Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Kang Emil-Suswono. Pasalnya, KIM yang terafiliasi dengan Presiden Jokowi serta Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memborong dukungan puluhan parpol, sehingga Anies tak kebagian parpol pendukung. Kang Emil- Suswono pun dianggap sebagai antitesis Anies.

Kedua, ada adagium lawan dari lawan adalah kawan. Pramono-Rano dan Kun-Kun akan berlawanan dengan Kang Emil-Suswono. Jadi, bagi para pendukung militan Anies, Pramono-Rano dan Kun-Kun adalah kawan.

Politik Identitas

Dalam survei berbagai lembaga, elektabilitas Kang Emil-Suswono di Pilkada Jakarta 2024 berada di posisi puncak, disusul Pramono-Rano dan Kun-Kun. Maklum, Kang Emil-Suswono didukung 13 parpol.

Namun jangan lupa, Pilkada Jakarta selalu memunculkan anomali. Calon yang didukung mayoritas parpol justru tersungkur.

Sebut saja Pilkada DKI Jakarta 2012 yang dimenangkan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama melawan Fauzi Bowo alias Foke, petahana yang berpasangan dengan Nahrawi Ramli.

Lalu, Pilkada DKI Jakarta 2017 yang dimenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mengalahkan petahana Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, meskipun saat itu ada “forces majeur” ditetapkannya Ahok sebagai tersangka penodaan agama.

Kini, masing-masing pasangan calon sedang berebut dukungan dan simpati warga Jakarta. Termasuk melalui profil tim suksesnya.

Politik identitas pun tak terelakkan. Politik identitas tidak melulu soal agama, tetapi juga ikatan etnis, kesukuan, atau primordial.

Pasangan Pramono-Rano, misalnya, menunjuk komedian Lies Hartono sebagai ketua tim pemenangannya, juga Cornelia Agatha dan Maudy Kusnadi, meskipun akhirnya pemeran Zaenab dalam sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” itu menarik diri.

Tak dapat dipungkiri, tampilnya pemeran karakter Sarah dalam sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” itu demi menarik simpati warga Betawi, penduduk asli Jakarta, mengingat sinetron yang disutradarai Rano Karno itu kental dengan nuansa Betawi.

Bahkan saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, Pramono-Rano menumpang mobil opelet yang digunakan sebagai properti dalam sinetron “Si Doel Anak Sekolahan”.

Begitu pun penunjukan Lies Hartono yang beretnis Jawa adalah demi menarik simpati warga Jakarta dari etnis Jawa yang merupakan jumlah terbesar di atas etnis Betawi.

Kang Emil-Suswono pun tak mau kalah. Mereka mengidentifikasi diri mewakili Betawi, dengan selalu menghadirkan pernak-pernik khas Betawi seperti Ondel-ondel dan Palang Pintu dalam setiap aktivitas sosialisasi. Pakaian yang dikenakan Kang Emil-Suswono pun kerap bernuansa Betawi.

Kang Emil-Suswono juga memasang Ahmad Sahroni yang asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebagai ketua tim suksesnya meskipun belum final.

Akankah pada akhirnya Betawi akan menjadi kampung kedua Kang Emil setelah Jabar? Kita tunggu saja tanggal mainnya 27 November mendatang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kaesang Terancam Dilengserkan dari Kursi Ketum PSI, Ini Sebabnya Menurut Petrus

Next Post

KPK di Persimpangan: Berani Tindak Kaesang dan Bobby atau Pilih Aman?

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah
Birokrasi

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis
Birokrasi

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Next Post

KPK di Persimpangan: Berani Tindak Kaesang dan Bobby atau Pilih Aman?

BPS Minta Pemerintah Tingkatkan Daya Beli Kelas Menengah Untuk Menyelamatkan  Perekonomian

Belum Saatnya Masyarakat Dibebani Pajak di Tengah Merosotnya Daya Beli Kelas Menengah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist