• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BEYOND SWASEMBADA BERAS: Saatnya Indonesia Naik Kelas dalam Kedaulatan Pangan

fusilat by fusilat
October 26, 2025
in Economy, Feature
0
Harga Cabai hingga Beras Kompak Melonjak
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Swasembada beras adalah kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakatnya secara mandiri dan berkelanjutan. Namun, beyond swasembada beras berarti melampaui capaian tersebut—bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok, melainkan juga meningkatkan kualitas beras, memperluas diversifikasi pangan, serta menumbuhkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara keseluruhan.

Dalam konteks ini, beyond swasembada beras dapat dimaknai sebagai upaya untuk:

  • Meningkatkan kualitas beras, agar masyarakat dapat menikmati pangan yang lebih bergizi dan sehat.

  • Mendorong diversifikasi pangan, sehingga pola konsumsi tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga pada sumber pangan lain yang kaya nutrisi.

  • Meningkatkan kesejahteraan petani, supaya mereka menjadi lebih produktif dan memiliki taraf hidup yang layak.

  • Memperkuat ketahanan pangan nasional, agar bangsa lebih siap menghadapi ancaman krisis, bencana alam, atau fluktuasi global yang memengaruhi pasokan pangan.

Untuk mencapai tujuan beyond ini, dibutuhkan kerja sama erat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan—dari hulu hingga hilir—dalam memperkuat ekosistem pertanian, meningkatkan produktivitas, dan menjamin distribusi pangan strategis yang merata serta terjangkau. Sinergi dan kolaborasi multipihak menjadi “harga mati” yang tidak dapat ditawar.

Pemerintah menyebut capaian swasembada beras 2025 sebagai tonggak penting sekaligus simbol “beyond swasembada pangan.” Prof. Bustanul Arifin, Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, menilai bahwa keberhasilan ini bukan sekadar soal produksi, melainkan hasil dari perbaikan kebijakan pangan nasional secara menyeluruh.

Beberapa indikator mendukung pandangan tersebut:

  • Produksi nasional meningkat, bahkan mencapai cadangan beras tertinggi sepanjang masa.

  • Stabilitas harga terjaga, inflasi terkendali, dan pasokan relatif stabil.

  • Kesejahteraan petani membaik, berkat program-program pemerintah yang menyentuh langsung kehidupan mereka.

Namun, di balik capaian itu, masih tersisa berbagai tantangan yang harus dihadapi:

  • Fluktuasi harga beras yang masih sering melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

  • Penurunan produksi akibat kekeringan, serangan organisme pengganggu tanaman, dan alih fungsi lahan pertanian.

  • Keterbatasan stok pangan nasional, yang menuntut intervensi kebijakan lebih efektif untuk menjaga ketersediaan dan distribusi pangan.

Untuk memastikan swasembada yang berkelanjutan, Indonesia membutuhkan strategi yang komprehensif dan terintegrasi. Beberapa langkah strategis yang perlu dijalankan antara lain:

  1. Meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan benih unggul, teknologi modern, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

  2. Perluasan areal tanam, termasuk optimalisasi lahan rawa dan program pompanisasi.

  3. Pengelolaan sumber daya air yang efisien melalui pembangunan infrastruktur irigasi yang memadai.

  4. Pemanfaatan teknologi pertanian cerdas (smart farming) untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor pertanian.

  5. Penguatan kebijakan pertanian seperti subsidi pupuk, kredit usaha tani, dan asuransi pertanian.

  6. Peningkatan kapasitas petani lewat pelatihan, penyuluhan, dan pengembangan pengetahuan agribisnis.

  7. Pembangunan infrastruktur pertanian—mulai dari jalan produksi hingga gudang penyimpanan—untuk memperkuat akses pasar.

  8. Pengawasan dan evaluasi berkelanjutan guna memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak nyata di lapangan.

Dengan implementasi strategi tersebut, Indonesia tidak hanya dapat mencapai swasembada beras secara berkelanjutan, tetapi juga melangkah lebih jauh menuju kedaulatan pangan nasional—sebuah kondisi di mana pangan tidak sekadar tersedia, melainkan menjadi sumber kesejahteraan dan kebanggaan bangsa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tak Ada yang Bisa Melindungi Jokowi

Next Post

Kekuasaan Berputar dan Soeharto Pun Menjadi Pahlawan

fusilat

fusilat

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Kekuasaan Berputar dan Soeharto Pun Menjadi Pahlawan

Kekuasaan Berputar dan Soeharto Pun Menjadi Pahlawan

Belajar dari India, Mempekerjakan Indonesia: Dua Wajah Hubungan Jepang di Asia

Belajar dari India, Mempekerjakan Indonesia: Dua Wajah Hubungan Jepang di Asia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...