• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kekuasaan Berputar dan Soeharto Pun Menjadi Pahlawan

Ali Syarief by Ali Syarief
October 26, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Kekuasaan Berputar dan Soeharto Pun Menjadi Pahlawan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Yang geram selama ini terhadap ide menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional tentu saja Megawati. Di bawah kepemimpinan PDI Perjuangan, Soeharto diposisikan sebagai simbol dari rezim otoriter yang menindas demokrasi dan mengekang kebebasan rakyat. Ia adalah sosok yang mewakili masa gelap korupsi, kolusi, dan nepotisme — tiga kata yang melahirkan semangat reformasi 1998. Namun, sejarah politik Indonesia selalu punya cara untuk membelokkan ingatan publik. Waktu, kekuasaan, dan kepentingan telah menjadi alat yang ampuh untuk memutihkan catatan hitam sejarah.

Kini, di era Prabowo Subianto, kesimpulan politiknya tampak sederhana: Soeharto itu bersih. Pernyataan Ketua MPR RI Ahmad Muzani memperkuat arah angin ini. Ia mengatakan bahwa MPR periode 2019–2024 telah menyatakan Presiden ke-2 RI itu “clear” dari tudingan masa lalu. MPR bahkan sudah mencabut nama Soeharto dari TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN. Artinya, secara politik dan administratif, jalan menuju gelar “Pahlawan Nasional” terbuka lebar. Soal waktu saja sebelum sejarah menulis ulang dirinya.

Kekuasaan memang memiliki daya magis untuk membalik persepsi. Dulu Soeharto dijatuhkan karena dianggap tiran; kini ia akan diangkat kembali oleh tangan generasi baru penguasa yang pernah menjadi bagian dari lingkar kekuasaannya. Prabowo, yang dulu menantunya, kini berada di posisi tertinggi dalam struktur negara. Dalam politik yang diatur oleh kepentingan dan loyalitas lama, pengampunan atas dosa masa lalu sering kali dibungkus dengan istilah “rekonsiliasi nasional”.

Ironinya, usulan Soeharto sebagai pahlawan datang bersamaan dengan nama-nama yang justru berseberangan dengan nilai-nilai Orde Baru — seperti Marsinah, buruh perempuan yang dibunuh karena memperjuangkan keadilan, dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tokoh pluralisme yang pernah menghapus dwifungsi ABRI dan berupaya menegakkan supremasi sipil. Ketiganya mewakili wajah Indonesia yang berbeda: yang satu simbol kekuasaan militeristik, yang lain simbol perjuangan rakyat dan kemanusiaan. Dan ketika semuanya disejajarkan dalam satu daftar usulan, kita tahu: politiklah yang sedang menulis sejarah, bukan nurani.

Golkar dengan kukuh menyokong usulan itu. Mereka membaca peluang untuk meneguhkan kembali warisan Soeharto sebagai “Bapak Pembangunan”. Sementara PDI-P, sebagaimana bisa diduga, menolak keras. Bagi mereka, Soeharto bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga luka sejarah. Namun, di luar hiruk-pikuk perdebatan itu, publik semakin terbiasa melihat sejarah sebagai sesuatu yang cair — tergantung siapa yang sedang berkuasa.

Ketika Ahmad Muzani mengatakan bahwa keputusan terakhir diserahkan kepada Presiden Prabowo, pesan itu sesungguhnya sangat jelas: sejarah kini berada di tangan penguasa baru. Jika Prabowo menandatangani keputusan itu, maka Soeharto secara resmi akan kembali dimuliakan oleh negara yang dulu menggulingkannya. Maka benar, dalam politik, tidak ada yang abadi kecuali kepentingan. Musuh hari ini bisa jadi pahlawan besok, tergantung siapa yang memegang pena penulis sejarah.

Pada akhirnya, menjadikan Soeharto pahlawan bukan semata urusan penghargaan, melainkan cermin bagaimana bangsa ini berdamai — atau justru berkompromi — dengan masa lalunya. Bila penguasa terus memoles sejarah agar tampak suci, maka bangsa ini akan kehilangan daya kritisnya terhadap kesalahan yang pernah terjadi. Dan ketika kekuasaan berputar, maka yang dulu dianggap penjahat bisa saja kembali disambut sebagai pahlawan. Begitulah Indonesia, negeri di mana waktu dan kekuasaan bisa menghapus dosa, tapi belum tentu mengembalikan nurani.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BEYOND SWASEMBADA BERAS: Saatnya Indonesia Naik Kelas dalam Kedaulatan Pangan

Next Post

Belajar dari India, Mempekerjakan Indonesia: Dua Wajah Hubungan Jepang di Asia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Next Post
Belajar dari India, Mempekerjakan Indonesia: Dua Wajah Hubungan Jepang di Asia

Belajar dari India, Mempekerjakan Indonesia: Dua Wajah Hubungan Jepang di Asia

Operasi Chaos: Benarkah Geng Solo Tumpangi Isu Papua untuk Guncang Prabowo?

Operasi Chaos: Benarkah Geng Solo Tumpangi Isu Papua untuk Guncang Prabowo?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist