• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Operasi Chaos: Benarkah Geng Solo Tumpangi Isu Papua untuk Guncang Prabowo?

fusilat by fusilat
October 26, 2025
in Feature, Politik
0
Operasi Chaos: Benarkah Geng Solo Tumpangi Isu Papua untuk Guncang Prabowo?
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Melestarikan alam dengan menjaga dan melindungi kehidupan margasatwa endemik adalah kewajiban normatif bagi setiap pemerintah daerah. Namun, melestarikan alam tidak berarti boleh menghinakan adat dan budaya setempat.

Karena itu, reaksi keras masyarakat Papua dari berbagai kalangan atas insiden pembakaran sejumlah besar mahkota Cenderawasih di Merauke, Papua Selatan, pada 15 Oktober 2025, adalah hal yang sangat wajar. Tindakan pembakaran tersebut dilakukan oleh petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, disaksikan sejumlah oknum berpakaian TNI, Polri, dan ASN. Mahkota Cenderawasih merupakan simbol adat yang sakral, lambang kehormatan dan identitas masyarakat Papua.

Di antara tokoh Papua yang vokal memprotes, Robert George Julius Wanma, anggota DPRD Papua Barat Daya, melontarkan pernyataan keras:

“Kekayaan alam Papua sudah dijarah habis-habisan oleh Indonesia, dan sekarang mereka menginjak-injak harga diri serta martabat orang Papua dengan semena-mena membakar lambang identitas mereka, Mahkota Cenderawasih.”

Sayangnya, kemarahan seperti ini bisa dengan mudah dimanfaatkan secara politis. Ada indikasi bahwa isu ini ditunggangi oleh kelompok tertentu — yang belakangan disebut-sebut sebagai “Geng Solo” — untuk mendiskreditkan Presiden Prabowo Subianto. Polanya tampak jelas: sebuah insiden yang awalnya berkaitan dengan kebijakan konservasi dijadikan bahan untuk menggiring opini bahwa Presiden tidak cakap memimpin dan tidak peka terhadap nilai-nilai budaya daerah.

Jika diamati, pola “menunggangi keresahan publik” ini identik dengan dinamika politik yang muncul dalam aksi-aksi protes besar di Jakarta pada 25, 28, dan 29 Agustus 2025 lalu. Kala itu, demonstrasi para pengemudi ojek online yang murni menuntut keadilan ekonomi dan sosial justru ditunggangi oleh kelompok yang mengarahkan tuntutan politik agar Presiden Prabowo mundur dari jabatannya.

Menariknya, pada momen itu pula Gibran tampil di panggung publik, mencoba menampilkan diri sebagai penengah situasi. Namun, alih-alih mendapat simpati, aksinya justru menuai hujatan dan tuduhan publik bahwa dirinya memanfaatkan momentum untuk pencitraan politik.

Dari sini, muncul dugaan bahwa pola serupa kini dimainkan kembali di Papua: menciptakan insiden yang mengguncang sensitivitas kultural, memicu kemarahan etnis, lalu mengarahkan kemarahan itu kepada Presiden. Sebuah skenario politik yang berbahaya jika benar dijalankan — karena bukan hanya mengacaukan stabilitas nasional, tapi juga menanamkan benih disintegrasi bangsa.

Karena itu, selain menindak tegas para pelaku pembakaran terhadap simbol budaya Papua, aparat penegak hukum perlu menyelidiki lebih dalam: apakah peristiwa ini murni kelalaian dalam sosialisasi perlindungan hewan endemik, atau justru sebuah intrik politik yang dirancang untuk menjatuhkan Presiden Prabowo dari kursi RI-1?

Jika benar ada skenario demikian, maka bangsa ini harus waspada: jangan sampai konflik identitas dan isu adat dijadikan alat permainan politik oleh segelintir elite yang haus kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Belajar dari India, Mempekerjakan Indonesia: Dua Wajah Hubungan Jepang di Asia

Next Post

Wi, Karma Itu Dibalas Tunai

fusilat

fusilat

Related Posts

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal
Feature

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026
Next Post
Wi, Karma Itu Dibalas Tunai

Wi, Karma Itu Dibalas Tunai

Krisis Nasab Ba‘alawi dan Retaknya Nahdliyin: Antara Privilege Keturunan Rasul dan Perlawanan Santri Pribumi

Krisis Nasab Ba‘alawi dan Retaknya Nahdliyin: Antara Privilege Keturunan Rasul dan Perlawanan Santri Pribumi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026
Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

April 17, 2026

MENGUNGKAP KEKUATAN REPUBLIK ISLAM IRAN

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...