Lembaga Survei lokal dengan metodologi surveinya, terbukti tidak akurat dalam memprediksi kemenangan dalam kontestasi Gubernur DKI tahun 2017 lalu dmana Anies Baswedan yang tak diunggulkan secara elektabilitas memenangkan pemilihan Gubernr DKI Jakarta saat itu
Bogor – Fusilatnews – Dalam Kampanyenya di Gor Parung, Kabupaten Bogor, Senin (22/1)..Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menegaskan rasa syukurnya karena menempati posisi pertama dalam survei yang dilakukan Bloomberg terhadap 17 ekonom dan analis senior.
Menurut Anies para ekonom dan analis senior memberikan penilaian berdasarkan data dan substansi yang disampaikan para capres.
“Kami menilai ketika pakar itu melakukan asesmen, mereka menggunakan data. Karena itulah mereka disebut pakar,Bukan melihat foto. Bukan melihat atraksi, tapi melihat substansi. Karena itu kami bersyukur, ketika sampai pada substansi kepercayaan itu diberikan kepada kami,” Kata Anies menegaskan
Anies dan Muhaimin Iskandar mengedepankan gagasan dengan substansi. Anies mencontohkan acara “Desak Anies” yang digelar terbuka untuk publik.
Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk menyesuaikan gagasan yang diajukan dengan kebutuhan masyarakat.
“Karena itulah kami memilih rute menawarkan substansi. Ada ‘Desak Anies’, ada diskusi-diskusi terbuka. Karena kami yakin secara substansi, rekam jejak, rekam gagasan, Insya Allah akan bisa sesuai dengan kebutuhan,” ujar dia.
Dalam kesempatan sebelumnya, survei Bloomberg pada awal Januari menemukan bahwa , Anies mendapatkan skor tertinggi 33 dari 17 ekonom dan analis saat ditanya siapa calon presiden yang menurut mereka paling tepat untuk memimpin Indonesia.
Sementara Prabowo berada di posisi kedua dengan nilai 29 dan Ganjar mendapat nilai 28. Survei tersebut juga mengatakan perekonomian Indonesia diperkirakan bakal melaju lebih cepat dari 5 persen.
berdasarkan hasil survei Bloomberg terhadap 17 ekonom dan analis senior. 17 ekonom terkemukan di Indonesia mengunggulkan calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan dalam kontestasi Pilpres 2024Survei yang dilakukan pada awal Januari tersebut mengatakan Anies mendapatkan nilai tertinggi 33 dari 17 ekonom dan analis saat ditanya siapa capres yang menurut mereka paling tepat untuk memimpin Indonesia.
Sementara capres nomor urut dua Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan nilai 29, dan capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo mendapat nilai 28.
Survei Bloomberg ini dikeluarkan ketika Anies mulai mendapatkan dukungan dalam jajak pendapat utama di Indonesia, yang menempatkan Prabowo berada di posisi teratas.
Bloomberg pun menyoroti bagaimana Prabowo menggandeng Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapresnya, yang memicu tuduhan bahwa ia dengan sengaja membangun sebuah dinasti.
“Keduanya berjanji untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan Jokowi termasuk hilirisasi mineral dan pembangunan ibu kota baru senilai US$34 miliar,” tulis Bloomberg, dikutip Jumat (19/1).
Sepuluh dari 17 responden dalam survei tersebut mengatakan bahwa sebuah dinasti politik di bawah Jokowi tak akan menjadi pertanda baik bagi pasar dan perekonomian.
Selain itu, survei ini juga mengungkap temuan lain. Pertama, pertambangan dan logam adalah sektor yang paling menarik bagi para investor untuk menjadi fokus mereka selama tahun pemilu, diikuti oleh infrastruktur dan energi terbarukan.
Kedua, para analis mengatakan bahwa kebijakan hilirisasi Indonesia harus dilanjutkan oleh penerus Jokowi, diikuti oleh reformasi infrastruktur dan transisi energi hijau.
Ketiga, sebagian besar responden menyebut ketergantungan yang besar pada batu bara adalah salah satu kebijakan yang seharusnya tidak dilanjutkan.
Perlu diketahui survei yang dilaksanakan Bloomberg ini menggnakan metodologi survei yang berbeda dari yang digunakan oleh sejumlah lembaga survei yang mengklaim paslon nomor 2 Prabowo – Gibran unggul dibanding paslon paslon nomor 1 Anis Baswedan – Muhaimin Iskandar dan paslon nomor 3 Ganjar Pranowo – Mahfud MD
Lembaga Survei lokal dengan metodologi surveinya, terbukti tidak akurat dalam memprediksi kemenangan dalam kontestasi Gubernur DKI tahun 2017 lalu dmana Anies Baswedan yang tak diunggulkan secara elektabilitas memenangkan pemilihan Gubernr DKI Jakarta saat itu

























