• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

BOM BUNUH DIRI POLITIK TRUMP

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
June 23, 2025
in Feature, World
0
BOM BUNUH DIRI POLITIK TRUMP
Share on FacebookShare on Twitter
Muhammad Yamin Nasution

Oleh M. Yamin Nasution, S.H. – Pemerhati Hukum

Ledakan terjadi di Teheran, tapi kehancuran terbesar justru terjadi di Washington. Bukan karena serangan balasan Iran, melainkan karena keputusan sembrono Presiden Donald Trump yang menyerang Iran tanpa restu Kongres. Rudal memang dijatuhkan di luar negeri, tapi yang paling parah terkena adalah konstitusi Amerika Serikat.

Ini bukan sekadar aksi militer luar negeri, ini bom bunuh diri politik yang diledakkan dari dalam Gedung Putih sendiri.

Trump berdiri di podium, dengan wajah serius dan sikap menantang, saat mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menggempur tiga target di wilayah Iran. Tak satu pun dari serangan itu mendapat persetujuan Kongres. Tak ada deklarasi perang. Tak ada mandat darurat. Hanya kehendak tunggal seorang pemimpin yang makin hari makin merasa tak tersentuh hukum.

Padahal, Pasal I Ayat 8 Konstitusi Amerika Serikat menyatakan dengan tegas: hanya Kongres yang berwenang menyatakan perang. Inilah prinsip dasar demokrasi Amerika: kekuasaan presiden dibatasi, bukan dimutlakkan. Presiden bukan raja. Ia hanya pelaksana hukum, bukan pencipta hukum.

Lebih dari sekadar pelanggaran konstitusi, tindakan Trump juga menabrak norma hukum internasional. Pasal 2 Ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah negara lain, kecuali dalam dua keadaan: pembelaan diri dari serangan nyata (self-defense), atau adanya resolusi resmi dari Dewan Keamanan PBB. Dalam kasus ini, tak satu pun syarat itu terpenuhi. Tak ada ancaman langsung. Tak ada mandat PBB. Hanya kekerasan sepihak yang dibungkus dalam slogan patriotisme.

Lalu datanglah absurditas paling mencolok: setelah mengebom, Trump berkata, “Kami menginginkan perdamaian.”

Perdamaian melalui provokasi? Diplomasi lewat ledakan? Ini bukan strategi-ini delusi yang dikemas seolah kenegarawanan.

Logikanya cacat sejak awal: meminta perdamaian sambil membawa senjata. Meminta moralitas dengan cara tak bermoral. Ini bukan bahasa diplomasi, ini bahasa kekacauan.

Ledakan memang jatuh di Iran, tapi gelombang kejutnya mengguncang Amerika sendiri. Unjuk rasa meledak di jalanan. Akademisi hukum dan mantan jaksa federal berbicara. Para anggota parlemen lintas partai mulai mempertanyakan legalitas aksi itu. Kata “pemakzulan” kembali bergaung, bukan karena dendam politik, tapi karena panggilan konstitusi.

Ini bukan perang antarnegara. Ini perpecahan dari dalam. Bukan musuh asing yang menyerang demokrasi Amerika, tapi tangan dari dalam Gedung Putih sendiri yang menyalakan sumbu.

Alexander Hamilton dalam Federalist Papers No. 69 sudah mengingatkan : Presiden Amerika bukanlah raja. Tapi hari ini, Trump bertindak seolah-olah peringatan itu tak pernah ditulis. Ia mengabaikan Kongres, melanggar norma hukum, dan menjadikan konstitusi sebagai ornamen kosong dalam panggung kekuasaannya.

Jika tindakan ini dibiarkan, preseden berbahaya akan terbentuk: presiden masa depan akan merasa sah memulai perang tanpa pengawasan rakyat. Hukum berubah jadi dekorasi. Demokrasi tinggal pertunjukan. Gedung Putih berubah menjadi pusat kendali kekuasaan sepihak.

Trump boleh saja membidik Teheran, tapi yang ia hancurkan adalah tatanan hukum negaranya sendiri. Ini bukan sekadar serangan militer. Ini kehancuran tatanan hukum. Bom itu meledak bukan di wilayah musuh, tapi di jantung demokrasi konstitusional Amerika.

Dan sejarah akan mencatat, bukan hanya siapa yang diserang, tapi siapa yang menyalakan ledakan dari dalam.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berdo’a Di Vatikan – Pulang Bawa Kurapan

Next Post

Skandal Laptop Bodong! Nadiem Makarim Diperiksa Jaksa, Proyek Digitalisasi Diduga Jadi Ajang Korupsi

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan
Economy

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

May 10, 2026
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi
Feature

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026
Feature

SUMPAH JABATAN 2004–2029: ANTARA KONSTITUSI DAN VISI-MISI POLITIK

May 10, 2026
Next Post
Skandal Laptop Bodong! Nadiem Makarim Diperiksa Jaksa, Proyek Digitalisasi Diduga Jadi Ajang Korupsi

Skandal Laptop Bodong! Nadiem Makarim Diperiksa Jaksa, Proyek Digitalisasi Diduga Jadi Ajang Korupsi

Wajah Patung Jokowi di Tanah Karo: Antara Ketidakmiripan dan Kejujuran Mistis

Wajah Patung Jokowi di Tanah Karo: Antara Ketidakmiripan dan Kejujuran Mistis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi
Feature

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

by Karyudi Sutajah Putra
May 10, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Rocky Gerung konon telah pamit dari program...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Mendadak Ayam Sayur

May 10, 2026
LBH Keadilan: Diperlukan Standardisasi “Pemaafan Hakim” dalam Implementasi KUHP Nasional

LBH Keadilan: Diperlukan Standardisasi “Pemaafan Hakim” dalam Implementasi KUHP Nasional

May 8, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

May 10, 2026
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026

SUMPAH JABATAN 2004–2029: ANTARA KONSTITUSI DAN VISI-MISI POLITIK

May 10, 2026

Dissecting the Philosophical Roots of Islamic Education: Eliminating Dichotomy, Building Integration

May 10, 2026

Saat Merasa Paling Beriman, Saat Itulah Iblis Mendekat

May 10, 2026
Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

May 10, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

May 10, 2026
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...