• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Borjuasi Politik Sandi

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 11, 2023
in Feature
0
Indonesia Negeri Para Bedebah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI) 

ANDI Arief, Ketua Bappilu Partai Demokrat yang kontroversial itu, mengaku tak sudi Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden bagi Anies Baswedan. Pasalnya, Sandi bukan bagian dari politik perubahan yang sedang diperjuangkan tiga partai pengusung Anies sebagai calon presiden untuk Pemilihan Presiden 2024, yakni Partai Nasdem, Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Andi menilai Sandi adalah pemodal yang berpolitik. Tapi tak semua partai bisa dibeli. Tak semua partai bisa diakali.

Masih ada sederet alasan lain mengapa Andi Arief menolak Sandi, termasuk soal politik identitas. Andi menilai Sandi berkontribusi pada maraknya politik identitas di Pilkada DKI Jakarta 2017, sehingga ia tak mau Anies terjebak politik identitas lagi di Pilpres 2024.

Rencana Sandi hengkang dari Partai Gerindra untuk bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pun dinilai Andi sekadar akal-akalan belaka karena hal yang sama pernah dilakukan Sandi dengan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) supaya bisa menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Kita tahu, sederet alasan Andi menolak Sandi itu sekadar kamuflase belaka, karena alasan sesungguhnya adalah Demokrat sudah punya jagoan sendiri untuk menjadi cawapres bagi Anies, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sang ketua umum.

Apalagi, politik identitas yang membuncah di Pilkada DKI Jakarta 2017 identik dengan Anies, bukan Sandi. 

Sandi disebut Andi sebagai pemodal yang berpolitik. Pertanyaannya, mampukah parpol menolak borjuasi politik?

Dalam sistem pemilihan langsung yang dianut politik Indonesia, modal finansial adalah keniscayaan. Maukah Anies berpasangan dengan Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 jika yang bersangkutan tidak punya modal finansial? Terungkap kemudian modal finansial Sandi yang lebih dominan keluar dalam pilkada itu, yakni Rp108 miliar. Usai Pilkada DKI, harta kekayaan Sandi turun Rp1,4 triliun. 

Maukah Prabowo menggandeng Sandi di Pilpres 2019 jika yang bersangkutan tidak punya modal finansial? Terungkap kemudian modal finansial Sandi lebih dominan keluar di Pilpres 2019. Usai pilpres, harta kekayaan Sandi turun Rp2,88 triliun. 

Maukah pula PAN menerima Sandi, dan Gerindra kembali menerima Sandi, dan kini PPP hendak menerima Sandi jika sosok yang kini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini tak punya modal finansial? Nonsens. 

Tercatat harta kekayaan Sandi saat ini mencapai Rp10,6 triliun. Parpol mana yang tak mau “dibeli” oleh Sandi? Kini, Sandi sedang menawar-nawarkan diri untuk menjadi cawapres bagi Anies Baswedan. 

Sekali lagi, modal finansial merupakan keniscayaan dalam sistem pemilihan langsung yang dianut politik Indonesia. Borjuasi politik pun tak bisa dielakkan.

Terbukti, mereka yang terpilih sebagai kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) mayoritas adalah sosok-sosok pemodal yang berpolitik. Begitu pun di legislatif (DPR RI, DPD RI dan DPRD provinsi/kabupaten/kota). Mereka yang terpilih mayoritas berlatar belakang pengusaha alias kaum borjuis.

Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam Pilkada 2017, calon kepala daerah berlatar pengusaha mencapai 50 persen, dan di Pilkada 2018 mencapai 44,89 persen. Sedangkan di Pilkada 2020 mencapai 45 persen. Mayoritas yang terpilih adalah pengusaha. 

Di Senayan, 6 dari 10 atau 55 persen anggota DPR RI berlatar pengusaha dari berbagai sektor. 

Mengapa sistem pemilihan langsung berbiaya tinggi sehingga meniscayakan adanya borjuasi politik?

Selain untuk “political cost’ atau ongkos politik, juga untuk “money politics” atau politik uang. Political cost di antaranya untuk biaya pendaftaran, biaya kampanye, dan biaya pasang atribut. Money politics antara lain untuk mahar ke parpol (juga oknum pengurus parpol) dan “serangan fajar”. Modal untuk money politics ini “unlimited” alias tak terbatas.

Karena sudah sering kecewa dengan janji yang kerap diingkari politisi, maka rakyat kini tak mau dibodohi lagi. Mereka menunggu serangan fajar. Kapan lagi mau memalak politisi kalau tidak saat pemilu? 

Borjuasi politik juga tak kuasa dielakkan Jokowi. Meski berlatar pengusaha, namun Jokowi bukan termasuk pemodal besar. Sebab itu, dalam Pilpres 2014 dan 2019 ia konon dibantu oleh “9 naga”. Naga-naga itulah yang kini menjelma oligarki politik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sholat Tarawih Enderun, Pengalaman Ramadan di Masjid Sultan Eyup

Next Post

AG Divonis 3,5 Tahun, Keluarga D Desak Jaksa Banding

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Dua LSM  Laporkan Majelis Hakim Yang Menangkan Gugatan Partai Prima ke KY Siang ini

AG Divonis 3,5 Tahun, Keluarga D Desak Jaksa Banding

491 ASN Kementerian Keuangan Terlibat  Transaksi Mencurigakan.

Menko Polhukam dan Menkeu Bentuk Satgas Bersama Usut Uang Rp 349 Triliun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist