• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

“Budaya Mundur yang Mati: Ketika Jabatan Lebih Berharga dari Kehormatan”

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
December 9, 2025
in Birokrasi, Feature, Tokoh/Figur
0
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Pernyataan seorang anggota DPR RI yang meminta Raja Juli Antoni mundur dari jabatannya sebagai Menteri Kehutanan di Kabinet Merah Putih kembali menghangatkan ruang publik. Usman Husin, anggota Komisi IV DPR RI, secara tegas mendesak sang Menteri mengundurkan diri apabila dianggap gagal menangani persoalan kehutanan nasional.

Kritik keras itu disampaikan Usman dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Desember 2025. Ia menilai Menteri Kehutanan tak memahami problem kehutanan secara mendalam, terutama dalam pengelolaan kawasan hutan di Pulau Sumatera yang menunjukkan kerusakan parah.

Menurut Usman, pemerintah seharusnya menghentikan seluruh izin pelepasan kawasan hutan setelah rentetan bencana banjir dan longsor yang terjadi. Sebagai nakhoda Kementerian, Menteri Kehutanan mestinya berani menindak siapa pun yang terbukti “menghancurkan” hutan negeri ini.

Pernyataan Usman tentu lahir dari realitas lapangan. Setiap kali banjir dan tanah longsor melanda, batang-batang kayu berdiameter besar hanyut memasuki pemukiman warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun hingga kini, belum ada pejabat yang memilih bertanggung jawab secara ksatria, termasuk Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Bukannya mundur, ia justru menyampaikan terima kasih atas kritik dan kemarahan publik. Ia menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik dan melihatnya sebagai bahan evaluasi. Desakan mundur? Menurutnya itu hanya aspirasi publik, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden sebagai pemilik hak prerogatif.


Konsep “budaya mundur”—yakni keputusan seorang pemimpin mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral—mungkin terdengar asing di telinga banyak pejabat di Indonesia. Di Jepang, budaya malu (shame culture) begitu kuat sehingga kehormatan pribadi lebih utama daripada jabatan. Bahkan dalam sejarahnya, tindakan ekstrem semacam harakiri dilakukan demi menjaga marwah diri.

Namun di Indonesia, budaya mundur justru seolah menjadi barang langka. Jabatan politis lebih sering dipertahankan mati-matian, sekalipun terjadi kegagalan. Seorang pejabat cenderung melempar tanggung jawab kepada pihak yang mengangkatnya. Seorang Menteri, misalnya, hampir selalu menyerahkan sepenuhnya nasib jabatannya kepada Presiden.

Padahal, dalam esensi etika politik, budaya mundur adalah simbol ksatria—sebuah gestur moral ketika seseorang merasa tidak lagi layak atau gagal menjalankan amanah. Di negara lain, Perdana Menteri Jepang, sejumlah Menteri Italia, maupun pejabat Inggris tak segan mundur karena skandal atau tekanan publik. Di sana, mundur adalah bagian dari kehormatan; di sini, ia nyaris dianggap tabu.

Akibatnya, Indonesia kerap terlihat miskin keteladanan. Banyak pejabat tetap bertahan walaupun tersandung kasus hukum maupun moral. Kalkulasi politik lebih dominan daripada etika publik, lebih penting menjaga kekuasaan daripada menjaga martabat.


Di negeri merdeka ini, mundur dari jabatan politik masih menjadi perdebatan, bahkan sering dianggap sinyal kelemahan. Sementara itu, jabatan menteri masih dipandang sebagai prestise yang membanggakan. Kita bahkan pernah melihat seorang Menteri menggelar syukuran dengan memotong tumpeng saat dilantik—seolah jabatan hanya berkaitan dengan kegembiraan, bukan risiko dan tanggung jawab besar di baliknya.

Karena itu, layak kita renungkan bersama: mengapa seorang Menteri di Indonesia sangat jarang mundur atas kesadaran sendiri? Mengapa mereka lebih rela “dimundurkan” oleh Presiden ketimbang mengambil langkah ksatria?

Faktanya, lebih banyak Menteri yang dilengserkan karena kasus korupsi daripada mundur karena integritas. Budaya mundur tak kunjung tumbuh, sementara budaya dimundurkan justru semakin mengakar.

Indonesia memerlukan lebih banyak pemimpin yang memahami bahwa kehormatan tak diukur dari lamanya seseorang bertahan di jabatan, melainkan dari keberanian melepas kekuasaan ketika gagal menjalankan amanah.

(Penulis, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

LEGALISASI KEJAHATAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN PEMUTIHAN: SEBUAH IRONI

Next Post

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...