• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

Ali Syarief by Ali Syarief
December 9, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung
Share on FacebookShare on Twitter

Di sebuah negara yang sedang mencari pijakan baru setelah satu dekade politik penuh distorsi, Presiden Prabowo Subianto—yang semestinya tampil sebagai negarawan matang—justru memamerkan satu hal yang paling dikhawatirkan publik: hilangnya nalar sehat pemimpin.

Betapa terkejutnya publik ketika Prabowo, dalam sebuah pernyataan yang semestinya menunjukkan kepercayaan diri seorang presiden, justru merendahkan mereka yang mengkritiknya. Dengan nada yang hampir menggurui, ia berkata bahwa para pengkritik itu “tidak mampu menyediakan pangan, tidak mampu memperbaiki infrastruktur, tidak mampu mengurus negara seperti yang saya lakukan.”

Kalimat itu bukan hanya defensif. Ia membongkar cara berpikir seorang kepala negara yang gagal membedakan antara tugas eksekutif dan hak partisipatif masyarakat.


Lupa Siapa yang Harus Bekerja, Siapa yang Berhak Mengawasi

Seorang presiden memang bertugas membangun, menyediakan pangan, memperbaiki infrastruktur, dan mengelola negara. Itu mandatnya, bukan prestasi pribadi.
Sementara masyarakat—baik akademisi, aktivis, jurnalis, maupun warga biasa—punya peran yang sama sahnya dalam demokrasi: mengawasi, mengkritisi, dan memastikan kekuasaan tidak melampaui batasnya.

Pernyataan Prabowo seolah menempatkan kritik sebagai beban, bukan mekanisme koreksi. Ia lupa, tanpa kritik, negara berubah menjadi ruang gelap tempat kekuasaan tumbuh liar tanpa pertanggungjawaban.

Ketika seorang presiden menuntut rakyat untuk bisa membangun jalan sebelum berhak mengkritik, logikanya ambruk dari fondasi paling dasar demokrasi. Itu seperti dokter yang menolak diingatkan pasien karena pasien bukan ahli medis.


Kontradiksi yang Mengungkapkan Kesadaran yang Tertunda

Menariknya, setelah merendahkan kritik, Prabowo menutup pernyataannya dengan kalimat, “Tapi biarlah, karena ini alam demokrasi.”
Sebuah penutup yang terdengar mirip permintaan maaf yang tak tuntas—seolah ia sadar, entah sedikit atau terlambat, bahwa omongannya baru saja menabrak prinsip yang ia sebut sendiri.

Kalimat itu bukan meredakan. Justru mempertegas kontradiksi internal dalam pikirannya:
Prabowo ingin dihormati sebagai pemimpin yang bekerja keras, namun ia belum berdamai dengan kenyataan bahwa demokrasi tidak pernah memberi hak istimewa bagi presiden untuk terbebas dari kritik.

Jika ia konsisten percaya pada “alam demokrasi”, ia tak perlu mendiskreditkan para pengkritik. Dan jika ia ingin menggurui rakyat soal kemampuan mengurus negara, ia mestinya mundur dulu dan ikut antre menjadi warga biasa.


Presiden yang Baik Tidak Anti Kritik

Pemimpin yang percaya diri pada kebijakannya tidak akan alergi pada suara sumbang.
Pemimpin yang matang tidak akan menganggap kritik sebagai ancaman, karena ia sadar bahwa kritik adalah vitamin, bukan racun.

Jika Prabowo terus berjalan dengan pola pikir seperti ini, ia bukan hanya akan kehilangan nalar sehatnya, tapi juga kehilangan wibawa di hadapan publik yang makin melek politik.
Dan jika seorang presiden mulai kesal pada kritik, itu tanda bahwa bukan rakyat yang gagal memahami negara—melainkan negara yang gagal memahami rakyatnya.

Demokrasi tidak menuntut rakyat untuk membangun jalan.
Demokrasi menuntut presiden untuk membangun jalan dan tetap membuka telinga.

Lainnya adalah otoritarianisme yang dibungkus sopan santun.

Itu sebabnya, ketika Prabowo merendahkan kritik dan lalu menutupnya dengan kalimat “biarlah,” publik tidak melihat kebesaran hati.
Publik justru melihat seorang presiden yang sedang tersandung oleh kata-katanya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Budaya Mundur yang Mati: Ketika Jabatan Lebih Berharga dari Kehormatan”

Next Post

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Next Post
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...