• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

fusilat by fusilat
December 9, 2025
in Feature, Komunitas
0
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Istilah Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah (Ahlus Sunnah wal Jamaah atau Aswaja) merupakan salah satu konsep paling sentral dalam sejarah intelektual dan praksis keagamaan Islam. Secara harfiah, ia berarti “kelompok yang mengikuti sunnah Nabi dan tetap berada dalam kebersamaan (jamaah) kebenaran.” Namun dalam perjalanan sejarah, maknanya mengalami perluasan sehingga mencakup spektrum pemikiran dan identitas yang beragam. Setidaknya terdapat tiga konteks besar yang paling menonjol dalam penggunaan istilah ini.


1. Aswaja sebagai Identitas Sunni (Pembeda dari Syiah)

Dalam penggunaan yang paling umum—terutama dalam percakapan global—Ahlussunnah wal Jamaah identik dengan kelompok Sunni, yakni mayoritas umat Islam yang menjadikan Al-Qur’an, hadis sahih, serta pemahaman para sahabat, tabi‘in, dan tabi‘ut tabi‘in sebagai fondasi ajaran.

Dalam kerangka ini, Aswaja berfungsi sebagai identitas teologis sekaligus demografis yang membedakan diri dari Syiah, terutama dalam hal:

  • kedudukan dan otoritas sahabat Nabi,

  • pemaknaan terhadap ahl al-bayt,

  • sumber rujukan hadis dan metodologi periwayatannya, serta

  • sikap terhadap peristiwa politik pascawafat Rasulullah.

Saat ini sekitar 90% umat Islam dunia termasuk dalam kategori Sunni dan sekitar 10% menganut berbagai varian Syiah. Penggunaan Aswaja dalam konteks ini bersifat luas dan merujuk pada komunitas mayoritas dalam sejarah Islam.


2. Aswaja sebagai Pengikut Sunnah Murni (Pendekatan Salafi)

Sebagian kelompok lain—khususnya yang berafiliasi dengan gerakan Salafi—memahami Aswaja secara lebih ketat dan eksklusif, yakni sebagai kelompok yang berpegang pada kemurnian sunnah sebagaimana dipraktikkan oleh Salafush Shalih.

Ciri-cirinya antara lain:

• Definisi Inti

Menekankan kembali pada sumber-sumber asli Islam: Al-Qur’an dan hadis sahih, dengan penafsiran yang mengikuti pemahaman generasi awal Islam.

• Sikap terhadap Bid’ah

Aswaja versi ini secara tegas diposisikan sebagai antitesis dari Ahlul Bid‘ah (pelaku inovasi dalam urusan agama). Kemurnian ajaran dianggap sebagai inti identitas.

• Otoritas Mazhab

Gerakan ini sering berakar pada pendekatan fikih Imam Ahmad bin Hanbal (Mazhab Hanbali), yang menekankan ketaatan pada teks dan sangat berhati-hati dalam penggunaan rasionalitas (ra’yu). Imam Ahmad merumuskan prinsip Aswaja antara lain: beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menerima seluruh risalah para nabi, serta memuliakan generasi sahabat.


3. Aswaja dalam Tradisi Nahdlatul Ulama (NU)

Di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) mengidentifikasi dirinya sebagai penganut Ahlussunnah wal Jamaah dengan corak metodologi khas yang dikenal moderat dan inklusif—wasathiyah atau jalan tengah.

Ciri-cirinya mencakup:

• Prinsip Jalan Tengah

NU menempatkan diri di antara kutub rasionalis ekstrem (‘aqli) dan tekstualis ekstrem (naqli). Selain merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah, NU juga menggunakan akal, mempertimbangkan konteks sosial (adat), serta realitas setempat.

• Tiga Pilar Ilmu Aswaja ala NU

  1. Tauhid/Teologi: mengikuti manhaj Abu al-Hasan al-Asy‘ari dan Abu Mansur al-Maturidi.

  2. Fikih: menggunakan empat mazhab fikih utama, dengan dominasi Mazhab Syafi’i.

  3. Tasawuf: mengembangkan warisan spiritual Imam al-Ghazali dan Junayd al-Baghdadi, yang memadukan dimensi syariat dan akhlak.

Pendekatan NU ini membentuk tradisi Sunni yang tidak hanya menjaga teks, tetapi juga memelihara kearifan lokal dan menjawab kebutuhan masyarakat.


Penutup: Aswaja sebagai Payung Besar Tradisi Sunni

Dari ketiga konteks di atas, jelas bahwa Ahlussunnah wal Jamaah bukanlah satu istilah dengan makna tunggal. Ia adalah sebuah payung besar yang menaungi:

  • identitas komunal Sunni,

  • metodologi puritan Salafi yang tekstual, hingga

  • pendekatan tradisional, moderat, dan kontekstual ala NU.

Keragaman inilah yang justru memperkaya diskursus keislaman dan menunjukkan dinamika pemikiran dalam tradisi Sunni sepanjang sejarah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

Next Post

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...