• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ali Syarief by Ali Syarief
December 9, 2025
in Feature, Spiritual
0
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Suatu sore di belahan Bintaro, saya berbincang-bincang dengan sahabat yang saya hormati, Fujiwara. Angin sore mengalir perlahan, dan percakapan kami mengalir lebih pelan lagi—menyentuh hal-hal yang tak selalu mudah dijawab dengan kepastian. Di antara kami duduk pula Pak Willy, yang kemudian melontarkan sebuah pertanyaan yang membuat saya terdiam lebih lama dari biasanya.

“Bagaimana kalau seseorang, yang sepanjang hidupnya menjalankan syariah, tetapi ketika mengembuskan napas terakhir tidak sempat mengucapkan kalimat syahadat? Apakah tidak ada kebijaksanaan Tuhan baginya? Apakah ia tidak bisa masuk surga?”

Pertanyaan itu sederhana, tetapi kedalamannya menyentuh ruang paling sunyi dalam batin saya. Saya memahami dari mana pertanyaan itu berasal. Saya tahu pula penjelasan yang biasa diberikan dalam tradisi hadis mengenai pentingnya kalimat syahadat di akhir hayat. Namun, batin saya meragukan cara pandang yang terlalu literal. Bukan karena saya menolak teks, tetapi karena nalar saya mengajak untuk menengok kembali keseluruhan pesan ilahi secara lebih utuh.

Lalu saya teringat sebuah ayat yang sejak lama meneguhkan logika moral dalam diri saya:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Bagi saya, inilah wazan—timbangan—yang sejati. Inilah hisab yang paling jernih, paling rasional, dan paling sesuai dengan gambaran Tuhan yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Ayat ini tidak menyebut pengecualian, tidak menyebut syarat tambahan, tidak menyinggung soal momen tertentu di ujung hayat. Ia menyatakan hukum moral paling dasar: bahwa setiap kebaikan bernilai, dan setiap keburukan pun demikian.

Maka di titik ini, nalar saya bertanya: mungkinkah Tuhan—yang menciptakan akal, mengajarkan keadilan, menegaskan rahman~rahim sebagai sifat-Nya—menyia-nyiakan seluruh amal saleh seseorang hanya karena faktor teknis di detik-detik terakhir yang bahkan mungkin tidak bisa ia kendalikan?

Jika agama adalah jalan menuju kearifan, bukankah nalar menjadi bagian dari petunjuk itu? Dan bukankah Al-Qur’an sendiri berulang kali memanggil manusia dengan seruan afala ta’qilun, “tidakkah kalian berpikir?”

Saya tidak sedang menolak hadis. Saya hanya memahami bahwa teks-teks agama tidak berdiri sendirian; ia saling menjelaskan, saling menimbang, dan saling menegakkan. Dan dalam penjelasan Al-Qur’an yang paling eksplisit, yang paling langsung, yang paling universal, Tuhan menegaskan bahwa setiap perbuatan akan dibalas—bahkan yang sehalus zarrah.

Di sinilah saya merasakan keteduhan: bahwa agama tidak hanya bergerak di wilayah simbol, tetapi juga di wilayah substansi. Bahwa iman tidak sekadar terletak pada satu detik terakhir, tetapi pada perjalanan panjang yang dilalui seseorang dengan kesungguhan. Bahwa rahman~rahim Tuhan jauh lebih besar dari kekhawatiran manusia terhadap kesempurnaan ritual.

Maka sore itu, sambil menatap langit yang mulai memudar warnanya, saya merasa menemukan kembali makna beragama yang selama ini saya genggam: beragama dengan nalar, beragama dengan hati yang lapang, beragama dengan keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah berlaku zalim terhadap hamba-Nya.

Dan dari sanalah saya memahami: kebijaksanaan Tuhan tidak diikat oleh keterbatasan manusia, tetapi justru melampaui semuanya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

Next Post

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Next Post
Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Ridho Allah atas Ridho Kedua Orang Tua

Ridho Allah atas Ridho Kedua Orang Tua

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist