• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

Ali Syarief by Ali Syarief
December 9, 2025
in Bencana, Lingkungan Hidup, Tokoh/Figur
0
Kalimantan: The Lost World
Share on FacebookShare on Twitter

Pernyataan Prabowo Subianto bahwa alih fungsi hutan menjadi kebun sawit tetap memproduksi oksigen adalah contoh klasik dari penyederhanaan persoalan ekologis yang begitu kompleks menjadi sekadar hitungan biologis paling dasar. Memang benar, setiap tumbuhan melakukan fotosintesis. Namun menyamakan hutan dengan kebun sawit hanya karena keduanya menghasilkan oksigen adalah kekeliruan fundamental yang mengabaikan dimensi ekologis, hidrologis, keanekaragaman hayati, hingga stabilitas iklim. Hutan bukan sekadar hamparan pohon. Hutan adalah rumah besar dari jaringan kehidupan yang saling terhubung dan menopang keberlangsungan manusia serta kestabilan bumi.

1. Hutan: Sistem Penyangga Kehidupan, Bukan Sekadar Pabrik Oksigen

Hutan hujan tropis seperti di Indonesia merupakan ekosistem paling kompleks di dunia. Di dalamnya terdapat strata vegetasi berlapis—from canopy hingga understory—yang menciptakan mikroklimat stabil, menjaga siklus air, dan menjadi habitat ribuan spesies flora-fauna.
Kebun sawit, sebaliknya, adalah monokultur. Ia hanya menumbuhkan satu jenis tanaman secara masif dengan struktur ekologis yang sangat sederhana. Menyamakan keduanya ibarat menyamakan kota metropolitan dengan pabrik yang hanya memproduksi satu barang: seragam, mekanis, dan minim fungsi sosial.

2. Produksi Oksigen Tak Seimbang dengan Fungsi Ekologis

Argumen bahwa sawit juga menghasilkan oksigen mengabaikan bahwa oksigen hanyalah satu aspek kecil dari fungsi hutan. Hutan tropis:

  • menyimpan karbon jauh lebih besar dibanding kebun sawit;
  • mencegah banjir, erosi, dan tanah longsor;
  • menjaga kelembapan kawasan dan membentuk hujan;
  • menyokong keanekaragaman hayati yang menjadi basis ketahanan pangan dan sistem obat-obatan;
  • mengatur tata air dari hulu ke hilir.

Sebaliknya, perkebunan sawit justru sering berkontribusi pada hilangnya kemampuan tanah menyerap air, meningkatnya suhu lokal, serta hilangnya habitat penting satwa kunci seperti orangutan, harimau Sumatra, dan badak.

Dengan kata lain, oksigen hanyalah output pasif, sedangkan manfaat hutan jauh melampaui fungsi biologis sederhana itu.

3. Dari Hutan ke Sawit: Kerugian Ekologi yang Tidak Tertutupi

Alih fungsi hutan menjadi kebun sawit selalu diikuti hilangnya tanah hutan asli. Deforestasi menghasilkan jejak karbon yang sangat besar melalui pembukaan lahan, terutama jika terjadi pembakaran. Kehilangan hutan primer tidak dapat diganti dengan sekadar menanam sawit. Tidak ada monokultur yang bisa memulihkan fungsi ekologis yang tercipta selama ribuan tahun evolusi alam.

Penelitian menunjukkan bahwa kebun sawit memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang empat hingga enam kali lebih rendah dibanding hutan hujan tropis. Artinya, klaim bahwa sawit “menghasilkan oksigen” sama sekali tidak mengimbangi kerugian ekologis yang timbul dari deforestasi.

4. Kekeliruan Argumentatif: Reduksi Alam Menjadi Logika Industri

Mengukur nilai hutan berdasarkan seberapa banyak oksigen yang dapat diproduksi adalah pendekatan reduksionis yang membahayakan. Logika seperti itu mengabaikan keragaman fungsi ekologis dan menjadikan alam sebagai objek industri yang tunggal.

Di titik inilah pernyataan Prabowo bermasalah secara ilmiah dan secara etis. Ia memperlihatkan paradigma pembangunan yang memandang hutan sebagai aset yang dapat diganti-ganti, padahal secara ekologis hutan adalah entitas unik yang tak tergantikan.

5. Hutan Adalah Rumah Kehidupan

Hutan tropis menyimpan kehidupan yang tak terlihat oleh mata biasa: mikroorganisme tanah, fungi, serangga, reptilia, burung, hingga mamalia besar. Semua hidup dalam simbiosis yang menjaga keseimbangan alam. Hilangnya satu bagian dari sistem ini dapat memicu kerusakan berantai.

Alih fungsi hutan menjadi sawit menghancurkan rumah besar ini. Dan ketika rumah besar ini runtuh, manusia sendiri yang akan kehilangan penyangga lingkungan yang menjaga iklim, air, pangan, dan udara yang sehat.

Kesimpulan: Kritik Sebagai Bagian dari Tanggung Jawab Publik

Pernyataan bahwa sawit sama saja dengan hutan karena “sama-sama menghasilkan oksigen” adalah pengaburan pengetahuan ekologis yang dapat menyesatkan publik. Pemimpin seharusnya merumuskan kebijakan berdasarkan pemahaman ilmiah, bukan menyederhanakan kompleksitas alam demi kepentingan ekonomi jangka pendek.

Hutan bukan kebun kayu.
Ia adalah rumah besar kehidupan, tempat di mana keberlangsungan manusia bergantung. Menggantinya dengan sawit sama saja meruntuhkan fondasi yang menopang hidup kita sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Next Post

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Menteri atau Mandataris? Menguji Logika Bahlil di Balik Dalih “Menjalankan Visi Presiden”
Birokrasi

Menteri atau Mandataris? Menguji Logika Bahlil di Balik Dalih “Menjalankan Visi Presiden”

April 15, 2026
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Next Post
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...