• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Bukan Isapan Jempol Bila Yudi Chrisnandi dan Anies Baswedan Dicopot Karena Ijazah Jokowi Palsu

fusilat by fusilat
December 11, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Bukan Isapan Jempol Bila Yudi Chrisnandi dan Anies Baswedan Dicopot Karena Ijazah Jokowi Palsu
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di republik yang menjunjung gelar akademik sebagai tiket legitimasi, kebijakan penertiban ijazah palsu semestinya disambut sebagai angin segar. Setidaknya itulah yang diyakini oleh Yudi Chrisnandi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada periode pertama Joko Widodo. Pada masa itu, negara sedang demam “pembenahan birokrasi”—sebuah jargon yang kemudian hari ternyata punya makna lebih elastis dari yang dibayangkan para pengusungnya.

Yudi memulai langkahnya sederhana: menertibkan pegawai negeri, aparat penegak hukum, hingga tenaga pendidik yang memakai ijazah palsu untuk mendongkrak kepangkatan dan promosi. “Pejabat-pejabat tertentu yang ijazahnya palsu,” kata Yudi suatu ketika, “maka saya berpikir bahwa tidak perlu minta petunjuk lagi pada presiden. Sudah jelas apa yang harus dilakukan.” Dalam bahasa birokrasi, itu kalimat yang lebih tajam daripada pisau bedah.

Ia lalu mencari mitra strategis di kabinet. Pilihannya jatuh pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan—waktu itu kementerian itu juga membawahi riset dan pendidikan tinggi. Masuklah nama Anies Baswedan, menteri yang dianggapnya paling kompeten untuk mengeksekusi SE Nomor 3 Tahun 2015 tentang penataan penggunaan ijazah.

Di luar dugaan, Anies merespons cepat. “Langsung disisir,” tutur Yudi. Tenaga pendidik, aparatur sipil negara, sampai instansi TNI dan Polri terkena sapuan aturan yang sama. Tidak ada yang istimewa, tidak ada yang dikecualikan. Surat edaran itu berlaku lintas sektoral. Di berbagai rapat, Anies disebut Yudi sebagai menteri yang “paling progresif” dalam membersihkan lembaganya dari gelar-gelar ilusi.

Namun kerja baik rupanya bukan jaminan umur jabatan. Pada satu pagi yang datar, Yudi dipanggil Presiden. Ia tak diberi peringatan, tak ditegur sebelumnya. Pertanyaannya lugas: Apakah saya diberhentikan karena kesalahan? Apakah ada tugas yang tidak saya laksanakan?

Jawaban Presiden waktu itu lebih datar lagi. “Semuanya baik, semuanya dilaksanakan dengan baik. Ini semata-mata masalah politik.” Tidak ada elaborasi. Tidak ada catatan kaki. Tidak ada ruang klarifikasi.

Yudi menganggapnya selesai—hingga dua tahun kemudian. Dalam obrolan santai dengan mantan kolega sesama “korban reshuffle”, muncul serpihan-serpihan dugaan. Sebagian remeh: sistem komputerisasi assessment test yang menghapus ruang titip-menitip kepentingan keluarga pejabat. Sebagian lagi menyentuh jantung politik: efisiensi anggaran rapat, atau kebijakan administratif yang memotong privilese tertentu.

Dan pada suatu percakapan ringan—yang disampaikan Yudi sambil tertawa kecil—muncul satu dugaan ganjil namun tak bisa diabaikan: “Jangan-jangan kita berdua ini diganti gara-gara itu.”
“Itu” yang dimaksud adalah penertiban ijazah.

Isu ijazah palsu milik Presiden memang belum pernah diuji oleh mekanisme kenegaraan mana pun. Ia hidup di ruang gelap, berputar di lorong-lorong publik yang tak pernah mendapatkan jawaban tuntas. Tetapi ketika dua pejabat yang paling agresif membersihkan ijazah palsu justru disingkirkan pada periode yang sama—dan keduanya mengaku tidak pernah diberi alasan profesional yang jelas—maka dugaan itu berhenti sebagai sekadar candaan.

Logika politik bekerja dengan langkah-langkah yang sering tak mau dijelaskan. Tetapi sejarah menunjukkan, keputusan istana hampir selalu punya simpul yang, bila ditarik, mengarah pada satu motif: menjaga stabilitas kekuasaan.

Jika dugaan Yudi dan Anies benar, maka penertiban ijazah bukan lagi sekadar urusan administrasi negara, melainkan ancaman eksistensial politik—mungkin terhadap orang yang paling tidak boleh disentuh.

Apakah Yudi dan Anies dicopot karena menyisir ijazah palsu hingga ke akar? Jawaban resminya tidak pernah diberikan. Namun dalam politik Indonesia, kebenaran tidak selalu disampaikan; ia sering hanya meninggalkan jejak.

Dan jejak itu, seberapa pun samar, bukanlah isapan jempol.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Urgensi Penguatan Prinsip Penghormatan HAM dan Lingkungan dalam Skema Industri Nikel: Temuan Riset Responsible Mining 2025 di Sulawesi Tenggara

Next Post

Lagi-Lagi Kepala Daerah Terjungkal di OTT: Bukti Korupsi Sudah Jadi Kebiasaan, Bukan Kesalahan

fusilat

fusilat

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
Lagi-Lagi Kepala Daerah Terjungkal di OTT: Bukti Korupsi Sudah Jadi Kebiasaan, Bukan Kesalahan

Lagi-Lagi Kepala Daerah Terjungkal di OTT: Bukti Korupsi Sudah Jadi Kebiasaan, Bukan Kesalahan

Ketum PPWI Gelar Pertemuan Silaturahmi dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad

Ketum PPWI Gelar Pertemuan Silaturahmi dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist