• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bukan Lawan, Bukan Kawan: Semiotika Ambigu Megawati

Ali Syarief by Ali Syarief
August 5, 2025
in Feature, Politik
0
Bukan Lawan, Bukan Kawan: Semiotika Ambigu Megawati
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dunia politik, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan medan tempur yang menyamarkan motif, mengaburkan batas, dan membuka ruang negosiasi. Bahasa politik dibangun dari ambiguitas—bahasa yang tidak hitam-putih. Begitu pula pidato Megawati Soekarnoputri dalam Kongres ke-6 PDI-P di Bali, yang menegaskan bahwa partainya tidak berada dalam kabinet, tetapi juga bukan oposisi. Pernyataan tersebut bukan sekadar pernyataan posisi, melainkan isyarat semiotik yang sarat makna ganda bagi publik sekaligus ruang tawar-menawar bagi kekuasaan.

Politik Simbolik: Kata-kata yang Tak Pernah Netral

“Tidak dalam kabinet, tetapi juga tidak memilih jalur oposisi,” adalah frasa kunci yang menandai kecenderungan partai untuk menempatkan dirinya dalam posisi third space politik—bukan di dalam, tetapi juga bukan di luar. Dalam semiotika, ini adalah strategi ambivalensi: menggunakan bahasa untuk memelihara berbagai kemungkinan makna sekaligus.

Bahasa Megawati bukanlah sekadar pernyataan politik, melainkan strategi pencitraan. Ia menyampaikan kritik atas penyimpangan nilai-nilai Pancasila, keadilan sosial, dan hukum, sekaligus menyatakan kesetiaan pada program-program tertentu dari pemerintahan Prabowo-Gibran. Ini membuat publik berada dalam kebingungan semiotik: apakah PDI-P sedang membangun jarak, atau justru membuka ruang rekonsiliasi dan kepentingan baru?

Semiotika untuk Publik: Menjual Ketegasan, Menyimpan Kepentingan

Pidato politik Megawati adalah bentuk komunikasi politik yang berlapis. Di permukaan, ia menyuarakan moralitas politik ala Soekarno: kebenaran, keberpihakan kepada rakyat, dan demokrasi konstitusional. Namun, di bawah permukaan, ini adalah negosiasi posisi politik yang penuh kalkulasi. Dengan menyatakan sebagai “partai penyeimbang,” PDI-P sedang bermain di zona abu-abu: zona di mana mereka bisa tetap kritis sambil menikmati relasi kekuasaan dengan pemerintah.

Publik melihat narasi “tidak oposisi tetapi juga tidak koalisi” sebagai upaya menjaga kehormatan politik pasca kekalahan, sekaligus mempertahankan potensi akses terhadap kekuasaan. Bahasa ini digunakan bukan untuk menjelaskan, melainkan untuk memelihara ambiguitas yang produktif—sebuah bahasa yang memungkinkan perubahan sikap tanpa kehilangan legitimasi.

Negosiasi Hitam-Putih: Siapa Lawan, Siapa Kawan?

Dalam politik, posisi bukanlah soal ideologis semata, melainkan soal momentum dan kalkulasi. Dalam konteks PDI-P, posisi ambigu ini mencerminkan negosiasi antara prinsip dan kepentingan. Mereka bisa bersikap keras terhadap isu penulisan ulang sejarah, karena menyentuh narasi heroik Bung Karno. Namun pada saat yang sama, mereka mendukung program makan bergizi gratis dari Prabowo karena selaras dengan kepentingan elektoral rakyat.

Inilah politik hitam-putih yang telah dinegosiasikan: tidak semua kritik adalah perlawanan, dan tidak semua dukungan adalah kesetiaan. Dalam logika ini, oposisi tidak lagi berarti oposisi total, dan koalisi tidak selalu berarti loyalitas mutlak.

Kesimpulan: Demokrasi atau Manipulasi?

Bahasa politik seperti yang digunakan Megawati menuntut publik yang cerdas dalam membaca tanda-tanda. Ambiguitas bukanlah kekeliruan, melainkan strategi kekuasaan. Ketika publik tidak mampu membaca makna ganda dalam setiap pidato politik, maka mereka akan terjebak dalam ilusi: mengira ada keberpihakan, padahal itu adalah perhitungan.

Pada akhirnya, pidato Megawati adalah cermin dari realitas politik Indonesia: sebuah arena di mana yang tampak bukanlah yang nyata, dan yang nyata tidak selalu tampak. Dalam dunia ini, semiotika adalah alat untuk bertahan hidup—baik bagi politisi, maupun rakyat yang berusaha mencari kebenaran di antara kata-kata yang dikaburkan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tak Hadir Saat Pelantikan, Hasto Kristiyanto Absen dari Struktur DPP PDIP 2025–2030

Next Post

Rumah Jampidsus Dijaga TNI, Ada Apa dengan Febrie Adriansyah?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Rumah Jampidsus Dijaga TNI, Ada Apa dengan Febrie Adriansyah?

Rumah Jampidsus Dijaga TNI, Ada Apa dengan Febrie Adriansyah?

IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW Kecam Keras Oknum Bais Tangkap Personel Brimob

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...