Jeneponto, FusilatNews – Di tengah masih rendahnya minat baca masyarakat di berbagai daerah, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memilih turun langsung membenahi akar persoalan. Mereka menggelar program inventarisasi dan penataan perpustakaan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Baji Pamae, Dusun Gantinga, Desa Baraya, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.
Suasana PKBM yang biasanya tenang berubah menjadi lebih hidup. Mahasiswa tampak sibuk menyusun dan mendata koleksi buku, sementara sebagian lainnya menghias ruang perpustakaan dengan ornamen edukatif agar lebih menarik bagi pengunjung. Kehadiran mereka juga disambut antusias oleh anak-anak yang memanfaatkan ruang tersebut untuk membaca dan menggambar.
Program inventarisasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pengelolaan perpustakaan berbasis standar nasional. Seluruh koleksi buku diperiksa secara sistematis, mulai dari pengecekan kondisi fisik hingga pencatatan ke dalam buku induk inventaris.
Selain pendataan, mahasiswa juga mengelompokkan koleksi berdasarkan klasifikasi dan jenjang bacaan. Langkah tersebut diharapkan mempermudah masyarakat dalam menemukan buku yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat usia pembaca.
Inventarisasi merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan perpustakaan yang mencakup penataan ruang, pengolahan koleksi, serta administrasi dasar. Melalui program ini, perpustakaan diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara optimal sebagai pusat literasi dan sarana belajar masyarakat.
Koordinator Desa KKN, Askar, mengatakan kondisi awal perpustakaan menunjukkan perlunya pembenahan agar sesuai dengan standar pengelolaan yang berlaku.
“Kami melihat buku yang ada di PKBM ini belum tersusun sesuai standar. Karena itu kami berusaha melakukan penataan dan inventarisasi agar sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujarnya.
Tak hanya membenahi koleksi buku, mahasiswa juga menciptakan suasana perpustakaan yang lebih nyaman dengan menambahkan dekorasi edukatif dan mempercantik area baca.
“Kami juga mencoba mendekorasi perpustakaan agar lebih menarik dan nyaman bagi warga yang datang belajar atau sekadar membaca,” tambah Askar.
Koordinator PKBM Baji Pamae, Dg Manisi, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan perpustakaan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN. Kegiatan ini sangat membantu dalam penataan dan pengelolaan perpustakaan sehingga lebih rapi dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
PKBM Baji Pamae selama ini berperan sebagai pusat pengembangan literasi di Desa Baraya. Selain menjadi tempat belajar membaca bagi warga yang masih buta aksara, lembaga ini juga menjadi lokasi penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, termasuk ujian Paket B dan Paket C.
Melalui program inventarisasi dan penataan perpustakaan tersebut, mahasiswa KKN Unhas berharap layanan literasi di PKBM Baji Pamae semakin berkualitas. Dengan perpustakaan yang tertata, nyaman, dan mudah diakses, minat baca masyarakat diharapkan terus tumbuh, menjadikan buku bukan lagi sekadar pajangan di rak, melainkan jendela pengetahuan yang benar-benar dimanfaatkan oleh warga.
Sitizen Reporter: Muh. Ilham Rahman.
























