Oleh: Entang Sastraatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)
“Brotherhood spirit” atau semangat persaudaraan bukan sekadar jargon kosong—ia adalah napas kolektif yang menghidupkan relasi antara individu maupun kelompok yang memiliki tujuan dan nilai yang sama. Dalam semangat ini, terdapat benih kesetiakawanan, kerja sama, penghargaan, dan keterlibatan aktif untuk saling menguatkan, terutama di tengah tantangan yang kian kompleks.
Di antara empat pilar itu, keterlibatan aktif menjadi perhatian penting dalam konteks hubungan antara Perum Bulog dan para petani Indonesia. Relasi keduanya tidak bisa lagi hanya dilandasi pendekatan teknokratis semata. Mereka perlu membangun hubungan yang lebih dalam, yakni kemitraan strategis yang bertumpu pada semangat persaudaraan.
Mengapa Semangat Persaudaraan Penting?
Semangat persaudaraan bukan hanya milik komunitas agama, sosial, atau keluarga. Ia juga bisa tumbuh subur dalam institusi dan relasi kelembagaan seperti antara Bulog dan petani. Dalam konteks ini, persaudaraan berarti:
- Kesetiakawanan: Bulog hadir bukan hanya sebagai pembeli gabah, tapi juga sebagai mitra yang siap menopang ketika petani menghadapi musim paceklik, gagal panen, atau tekanan harga pasar.
- Kerja Sama Sejati: Terjalin koordinasi erat mulai dari proses produksi, pengadaan, hingga distribusi gabah dan beras.
- Penghargaan Layak: Bulog menghargai hasil kerja petani melalui harga beli yang wajar, pembayaran tepat waktu, dan perlakuan adil.
- Partisipasi Aktif: Petani dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting, termasuk dalam hal distribusi dan kebijakan pengadaan.
Lebih dari Sekadar Hubungan Ekonomi
Relasi Bulog dan petani seharusnya tidak berhenti pada logika untung rugi. Ini bukan soal jual beli biasa. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka dan transparan agar tidak tercipta relasi satu arah yang timpang. Petani adalah aktor utama dalam ketahanan pangan nasional. Maka, memberdayakan mereka adalah investasi jangka panjang bangsa.
Bulog dapat memperkuat semangat persaudaraan ini dengan:
- Menyelenggarakan pertemuan rutin bersama petani untuk merumuskan solusi konkret atas problem produksi dan distribusi.
- Memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses teknologi yang memampukan petani mengelola hasil panen secara lebih efisien.
- Menyediakan penghargaan dan insentif kepada petani berprestasi agar menjadi pemicu peningkatan kualitas produksi.
- Mengembangkan infrastruktur pertanian seperti gudang penyimpanan, akses jalan, dan sistem logistik yang andal.
- Menerapkan pengawasan dan evaluasi berkala atas kemitraan agar tetap selaras dengan kebutuhan lapangan.
Dari Semangat Pejuang ke Semangat Petani
Kita adalah bangsa yang dibangun di atas semangat gotong royong dan perjuangan kolektif. Maka, membangun “brotherhood spirit” antara Bulog dan petani sesungguhnya adalah melanjutkan warisan nilai luhur tersebut dalam konteks kekinian. Persaudaraan sejati bukan hanya tentang berbagi beban, tapi juga berbagi cita-cita: mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat.
Sudah saatnya kita berhenti memperlakukan petani sebagai objek. Mereka adalah subjek perjuangan kita bersama.

Oleh: Entang Sastraatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)
























