Jakarta – Fuslatnews –– Beredar di media sosial klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto mendapat ancaman dari kelompok yang disebut sebagai “mafia migas” usai Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan korupsi di tubuh Pertamina, termasuk kasus yang dikaitkan dengan praktik “oplosan Pertamax”. Dalam narasi yang viral, disebut pula bahwa Presiden Prabowo menyampaikan pidato dramatis dengan menyatakan dirinya “siap mati untuk bangsa ini” saat menghadiri acara di Kemendikdasmen, 13 Maret 2025.
Namun hingga berita ini ditulis, tidak ada bukti resmi, transkrip, atau dokumentasi video yang menguatkan isi pidato tersebut. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pun tidak pernah merilis agenda atau siaran pers terkait kehadiran Presiden Prabowo dalam acara peluncuran tunjangan ASN daerah pada tanggal tersebut.
Pihak Istana juga belum memberikan komentar atas rumor tersebut. Namun, seorang pejabat di lingkaran Istana yang enggan disebut namanya menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak pernah mengeluarkan pernyataan “siap mati” dalam konteks mafia migas. “Beliau memang tegas terhadap korupsi, tapi tidak pernah menyampaikan hal seperti itu dalam forum publik,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/6).
Sementara itu, Kejaksaan Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum, Kuntadi, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki sejumlah kasus dugaan korupsi di sektor energi, namun tidak secara spesifik menyebut nama perusahaan atau aktor yang diistilahkan sebagai mafia migas.
“Kami tidak berpolitik dan tidak berspekulasi soal tekanan politik. Fokus kami adalah penegakan hukum berdasarkan bukti,” ujar Kuntadi dalam konferensi pers pekan lalu.
Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Hendri Satria, menilai narasi semacam ini sering digunakan untuk menciptakan kegaduhan politik yang tidak berdasar. “Tanpa verifikasi, narasi seperti ini bisa melemahkan kepercayaan publik dan menyulut instabilitas opini. Media harus waspada agar tidak menjadi corong rumor,” ujarnya.
Hingga kini, tidak ada sumber berita kredibel yang menguatkan adanya ancaman dari mafia migas terhadap Presiden Prabowo, maupun penggambaran seolah-olah negara dalam kondisi genting akibat kasus tersebut.
Catatan redaksi:
Pembaca diimbau untuk berhati-hati menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Gunakan sumber-sumber resmi dan kredibel untuk setiap isu yang melibatkan tokoh publik dan institusi negara.


























