Teheran, Iran – Parlemen Iran secara resmi melarang penggunaan layanan internet satelit Starlink yang dimiliki oleh Elon Musk di seluruh wilayah negara tersebut. Keputusan ini diumumkan oleh kantor berita Iran, ISNA, pada Sabtu (29/6).
Dalam laporan singkatnya, ISNA menyatakan bahwa larangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Iran untuk menjaga kedaulatan digital dan keamanan nasional di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap akses informasi yang tidak terkontrol dari luar negeri.
Starlink, layanan internet berbasis satelit yang dioperasikan oleh perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk, sebelumnya dianggap sebagai alternatif bagi masyarakat di negara-negara dengan pembatasan internet. Namun, pemerintah Iran menilai kehadiran layanan ini tanpa izin resmi sebagai ancaman terhadap struktur komunikasi nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Starlink maupun dari Elon Musk terkait keputusan parlemen Iran tersebut.
Larangan ini diperkirakan akan memperketat kontrol akses internet di Iran, yang selama ini sudah dikenal dengan sensor ketat terhadap platform digital dan media sosial. Beberapa pengamat internasional menilai langkah ini sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan negara dalam mengatur arus informasi di tengah gejolak geopolitik kawasan.

























