Cak Imin menjelaskan bahwa, momen Pilpres 2024 mendatang adalah momen bagi kader NU untuk maju sebagai calon Presiden atau minimal calon Wakil Presiden.
Jakarta-Fusilatnews.–Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau mengaku mendapat perintah dari sejumlah kiai memerimtahkan untuk mencalonkan presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawpres)
Jakarta – Fiusilatnews – Dalam menyongsong kontestasi presiden 2024 mendatang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskadi dalam pentas politik 5 tahunan minimal terdapat kader Nahdlatul Ulama (NU) yang dicalonkan jadi capres atau cawapres
Di sisi lain, ia juga menegaskan hingga saat ini koalisi PKB dan Gerindra masih tetap solid, bahkan dalam beberapa waktu mendatang akan bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.
Di sela safari politiknya menghadiri Haul Pondok Pesantren An Nahdlah yang ke-10 di Gedung Balai Prajurit Jendral M Jusuf, Jalan Sudirman, Makassar, Sulawesi selatan, Sabtu malam (20/5)
Cak Imin menjelaskan bahwa, momen Pilpres 2024 mendatang adalah momen bagi kader NU untuk maju sebagai calon Presiden atau minimal calon Wakil Presiden.
Hal itu betdasarkan dorongan dari Kiai NU, agar di Pilpres 2024 mendatang ada dari unsur NU. “Ya inshaAllah, saya kan sudah diperintah oleh kiai-Kiai PKB untuk maju sebagai capres atau cawapres,” ujarnya.
Sementara itu menanggapi koalisi antara PKB dan Gerindra, Cak Imin mengungkapkan masih tetap solid, hanya menyisakan waktu yang tepat untuk mengumumkan Cawapres pendamping Prabowo sebagai ccapres
“Ya sampai saat ini solid kita bersama Gerindra, tinggal menunggu waktu yang tepat,” katanya.
Selain itu ia menambahkan, dalam waktu dekat ini terdapat partai lain yang akan bergabung di koalisi Gerindra dan PKB. Namun Cak Imin masih enggan membeberkan partai yang dimaksud.
“Nanti akan diumumkan, sampai hari ini masih berproses terus. InshaAllah ada partai lain yang akan bergabung. Bocorannya belum,” bebernya.
Ia juga mengungkapkan telah mengagendakan untuk bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Namun ia lagi-lagi enggan menjawab kemungkinan koalisi dengan parpol berlogo banteng moncong putih tersebut.
“Ya, kita tinggal menunggu jadwal Ibu Mega, saya sudah meminta waktu untuk bisa bertemu,” pungkasnya lalu pergi meninggalkan wartawan.
























