Fusilatnews – Dalam pernyataan yang menggelegar dan berpotensi mengubah arah masa depan kendaraan listrik, CEO BYD Wang Chuanfu mengungkapkan apa yang ia sebut sebagai “Mesin Era Baru”—sebuah sistem tenaga revolusioner yang diklaim akan meruntuhkan fondasi industri EV (Electric Vehicle) saat ini.
Dalam pidato utama pada ajang Global Innovation Summit di Shenzhen, Wang berdiri di hadapan audiens yang terpukau dan menyampaikan pengumuman yang oleh para pengamat dianggap sebagai “bom terbesar” sejak Tesla meluncurkan Roadster pertamanya. BYD—raksasa otomotif Tiongkok sekaligus rival terberat Tesla—mengklaim telah menciptakan sistem propulsi baru yang sangat bertenaga, efisien, dan berbiaya rendah sehingga dapat membuat motor listrik dan baterai EV konvensional menjadi usang.
“Ini bukan sekadar peningkatan. Ini adalah peristiwa kepunahan bagi model EV saat ini,” tegas Wang. “Kami bukan hanya mengubah permainan—kami mengakhirinya dan memulai permainan yang baru.”
Secara internal dinamai Super Hybrid Quantum Engine (SHQE), sistem penggerak baru BYD ini adalah perpaduan teknologi listrik canggih dan mesin pembakaran ultra-efisien—menggabungkan keunggulan dua dunia dalam satu sistem yang disebut-sebut mengungguli kendaraan listrik murni dalam hal jangkauan, biaya, tenaga, dan keberlanjutan.
Spesifikasi dan fitur utama yang telah diungkap:
- Jangkauan lebih dari 1.200 mil (sekitar 1.930 km) dalam satu tangki/isi daya hybrid
- Pengisian daya dua kali lebih cepat dibanding baterai EV saat ini
- Ukuran 70% lebih kecil dan bobot lebih ringan daripada sistem lithium-ion standar
- Desain modular yang dapat digunakan di mobil, bus, hingga drone
- Menggunakan 80% lebih sedikit rare earth minerals, sehingga mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan global
Yang paling mengejutkan: mesin ini tidak sepenuhnya bergantung pada baterai lithium-ion, yang berarti BYD berpotensi menghindari krisis pasokan baterai yang mengancam industri EV global.
Para analis menyebut peluncuran SHQE ini sebagai “serangan nuklir” terhadap dunia EV, dengan dampak besar yang dapat menghantam Tesla, Ford, Volkswagen, Rivian, bahkan dominasi teknologi hybrid milik Toyota.
“Pengumuman ini adalah mimpi buruk bagi produsen mobil konvensional,” ujar seorang analis industri.





















