Bandung –Fusilatnews – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik setelah mengumumkan perubahan nama Rumah Sakit Al-Islam menjadi Rumah Sakit Welas Asih. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari visinya menciptakan pelayanan publik yang lebih inklusif dan humanis, namun di saat yang sama memicu polemik di kalangan masyarakat, khususnya dari kelompok ormas Islam.
Dalam pidatonya saat peresmian nama baru di Kota Bandung, Senin (1/7/2025), Dedi menyampaikan alasan di balik keputusan tersebut. “Saya ingin rumah sakit ini menjadi tempat pelayanan kesehatan yang mengedepankan rasa welas asih, cinta kasih tanpa membedakan latar belakang agama, etnis, ataupun golongan. Ini adalah nilai-nilai universal yang justru sejalan dengan ajaran Islam,” ujar Dedi di hadapan para tenaga medis dan tokoh masyarakat.
Dedi juga menegaskan bahwa perubahan nama tidak berarti menghapus nilai-nilai Islam yang selama ini menjadi pijakan rumah sakit tersebut. “Kita tidak sedang menghapus identitas, tapi memperluas makna pelayanan. Welas asih adalah ruh dari semua agama,” tambahnya.
Namun, tidak semua pihak sepakat. Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat, Ustaz Ahmad Fauzi, menyayangkan keputusan tersebut yang dinilai tidak melalui proses dialog dengan pemangku kepentingan. “Nama ‘Islam’ memiliki nilai historis dan ideologis. Mengganti nama tanpa musyawarah bisa dianggap melemahkan simbol-simbol perjuangan umat,” tegasnya.
Beberapa kelompok masyarakat juga mempertanyakan apakah langkah tersebut merupakan bagian dari strategi politik Dedi menjelang Pemilu 2029, mengingat citra pluralisme yang kini tengah ia bangun. Sebagian mendukung sebagai simbol kemanusiaan, namun tak sedikit pula yang menudingnya sebagai bentuk pengaburan identitas keislaman yang sudah mengakar.
Menanggapi itu, Dedi menyatakan dirinya terbuka terhadap kritik dan masukan. Ia bahkan mengundang perwakilan ormas Islam untuk berdialog secara terbuka. “Kita tidak boleh terjebak pada simbol. Mari bicara tentang esensi, tentang pelayanan, dan tentang keberpihakan kepada rakyat kecil,” katanya.
Perubahan nama Rumah Sakit Islam menjadi RS Welas Asih ini berlaku efektif mulai 1 Juli 2025 dan mencakup seluruh cabang rumah sakit milik pemerintah provinsi yang sebelumnya menggunakan nama berbau keagamaan tertentu.
Langkah ini menambah daftar kebijakan kontroversial Dedi Mulyadi sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Meski demikian, ia tetap populer di kalangan masyarakat pedesaan berkat gaya komunikasinya yang merakyat dan kerap blusukan.





















