• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Chaos Kebijakan: Ketika TNI AL Mencabut Pagar Laut di Protes Menteri KKP

Ali Syarief by Ali Syarief
January 19, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Prabowo Presiden: Ambruk Wibawa Hanya untuk Perintahkan Cabut Pagar
Share on FacebookShare on Twitter

Polemik terkait pembongkaran pagar laut di perairan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, menjadi gambaran nyata dari kekacauan kebijakan di bawah pemerintahan Jokowi. Kejadian ini menunjukkan betapa minimnya koordinasi antara lembaga negara dan betapa tidak efektifnya tata kelola pemerintahan dalam menangani isu-isu strategis.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, secara tegas menyatakan keberatannya atas pembongkaran pagar bambu sepanjang 30,16 kilometer yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut. Pagar tersebut, menurut Trenggono, merupakan barang bukti dalam proses penyelidikan. “Harusnya itu barang bukti,” ujar Trenggono, menegaskan bahwa pembongkaran seharusnya menunggu hasil penyelidikan terkait siapa dalang di balik pemasangan pagar tersebut.

Namun, terlepas dari pernyataan Menteri KKP, pembongkaran tetap dilakukan dengan melibatkan pasukan khusus TNI AL, seperti Komando Pasukan Katak (Kopaska), Marinir, dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair). Komandan Pangkalan Utama TNI AL III Jakarta, Brigadir Jenderal (Mar) Harry Indarto, menyebut pembongkaran dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut tentang kedalaman dan usia patok bambu tersebut. Pernyataan ini memperlihatkan betapa kontradiktifnya pendekatan antarlembaga negara dalam menangani masalah yang sama.

Ketidakjelasan Kebijakan dan Dampaknya

Kisruh ini memunculkan beberapa pertanyaan mendasar: Mengapa koordinasi antara KKP dan TNI AL begitu lemah? Mengapa barang bukti penting dalam proses hukum justru dibongkar sebelum penyelidikan selesai? Peristiwa ini menambah daftar panjang kegagalan koordinasi di bawah pemerintahan Jokowi, yang sering kali lebih fokus pada ambisi pembangunan infrastruktur daripada membenahi sistem tata kelola dan komunikasi lintas lembaga.

Ketidakjelasan arah kebijakan dan ego sektoral dalam pemerintahan menciptakan kekacauan yang merugikan semua pihak. Tidak hanya menghambat proses hukum, tetapi juga mencerminkan lemahnya komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas. Jika pagar laut tersebut benar-benar penting sebagai barang bukti, maka pembongkaran yang tergesa-gesa hanya akan mengaburkan fakta dan mempersulit penegakan hukum.

Implikasi Lebih Luas

Fenomena ini adalah potret kecil dari masalah yang lebih besar: lemahnya governance dan absennya integritas dalam penyelenggaraan negara. Pemerintahan yang tidak mampu menyatukan visi dan tindakan antarinstansi akan terus menghasilkan kebijakan yang kontraproduktif dan membingungkan masyarakat. Di sisi lain, konflik semacam ini memperburuk kepercayaan publik terhadap institusi negara, yang pada akhirnya merusak legitimasi pemerintahan itu sendiri.

Kasus pagar laut di Tangerang seharusnya menjadi momentum untuk introspeksi bagi pemerintahan Jokowi. Koordinasi lintas sektor harus menjadi prioritas, bukan hanya untuk menyelesaikan masalah spesifik seperti ini, tetapi juga untuk memastikan bahwa kebijakan pemerintah berjalan efektif, efisien, dan adil.

Penutup

Jika chaos seperti ini terus berlangsung, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pemerintahan Jokowi telah gagal menjaga harmoni dalam penyelenggaraan negara. Kasus pagar laut ini menjadi simbol dari kerusakan sistemik yang melanda di segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Reformasi tata kelola, koordinasi yang jelas, dan komitmen terhadap hukum adalah kebutuhan mendesak agar bangsa ini tidak terus terjebak dalam pusaran kebijakan yang membingungkan dan merugikan rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SUARA BULOG SOAL HARGA GABAH DI PETANI DIBAWAH HPP

Next Post

Mengenal Indonesia, dalam Lapisan dan Cerita

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Mengenal Indonesia, dalam Lapisan dan Cerita

Mengenal Indonesia, dalam Lapisan dan Cerita

Indonesia Dikuasai Segelintir Orang: Ketimpangan yang Menyesakkan

Indonesia Dikuasai Segelintir Orang: Ketimpangan yang Menyesakkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...