• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Health

China Dalam Jurang Resesi Seks, Bagaimana Indonesia?

fusilat by fusilat
January 29, 2023
in Health
0
China Dalam Jurang Resesi Seks, Bagaimana Indonesia?

Foto: Ilustrasi bayi (Designed by jcomp / Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

China mencatat penurunan populasi untuk pertama kalinya dalam 60 tahun. Dari data yang ada, diprediksi penurunan itu akan terus terjadi selama 30 tahun ke depan.
Salah satu yang menjadi penyebab menurunnya populasi di China adalah banyaknya generasi muda yang tidak memiliki rencana untuk memiliki anak. Padahal, pemerintah telah menawarkan berbagai insentif bagi kaum muda untuk berkeluarga dan memiliki lebih banyak anak.

Dikutip CNBC Dalam pemberitaan media resmi China, Global Times, Biro Statistik Nasional China mengumumkan tingkat kelahiran pada tahun 2020 tercatat 8,52 per 1.000 orang.

Selain itu, badan resmi pemerintah itu mencatat bahwa tingkat pertumbuhan alami populasi menyumbang 1,45 per 1.000, nilai terendah dalam 43 tahun.

Mengutip The Strait Times yang melansir Bloomberg, tak ada alasan langsung mengapa angka kelahiran turun.

Namun, angka-angka baru mengkonfirmasi pertumbuhan populasi di ekonomi nomor dua dunia itu melambat secara dramatis, bahkan diperkirakan akan semakin turun, sebagaimana ditegaskan sejumlah pejabat sejak Juli 2021.

Sementara itu, beberapa pakar demografi menyebut bahwa hal ini diakibatkan oleh rendahnya wanita yang menginginkan kehamilan.

Pada Oktober lalu, Liga Pemuda Komunis China mengeluarkan publikasi yang mencatat hampir setengah atau 50% dari wanita muda yang tinggal di perkotaan negeri itu enggan menikah.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan keengganan untuk menikah ini. Mulai dari tak punya waktu hingga biaya keuangan pernikahan dan beban ekonomi memiliki anak.

“Mereka yang disurvei mengatakan tidak punya waktu atau energi untuk menikah,” kata laporan tersebut.

Sepertiga responden juga mengatakan mereka tidak percaya pada pernikahan. Bahkan dalam persentase yang sama, mereka juga mengatakan tidak pernah jatuh cinta.

Dari seluruh alasan itu, ada juga satu alasan terkait kultur bekerja 9-9-6. Budaya ini adalah posisi bekerja di mana warga bekerja 9 pagi sampai 9 malam, enam hari seminggu.

Alasan yang Membuat Mereka Ogah Punya Anak

Dikutip dari laman DW, para generasi muda memiliki pandangan pesimistik tentang masa depan. Hal ini terlihat dari perubahan sikap mereka terhadap pernikahan dan keluarga.

“Kaum muda di China umumnya merasa masa depannya suram dan hidup akan penuh tekanan,” beber Emma Li, seorang wanita berusia 25 tahun yang tinggai di Shanghai, China, dikutip dari DW, Minggu (29/1/2023).

“Punya anak adalah sebuah pilihan yang akan menambah stres dalam hidup. Banyak dari kita yang memutuskan untuk menjadi ‘generasi terakhir’ dalam keluarga kita,” lanjutnya.

Emma Li juga mengungkapkan pendapatnya tentang berita statistik terkait penurunan populasi di negaranya. Menurutnya, itu tidak akan mengubah pandangannya tentang keluarga.

“Saya telah berdiskusi tentang pernikahan dan memiliki anak dengan banyak teman saya, dan banyak dari mereka tidak punya keinginan untuk mengikuti cara tradisional,” jelas Emma Li.

Apa yang Menghalangi Kaum Muda Berkeluarga?

Warga China yang lain mulai mengungkap hal-hal yang menghalangi mereka untuk bisa berkeluarga. Misalnya seperti gaya hidup yang penuh tekanan dan tuntutan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jam kerja yang panjang, pekerjaan yang tidak memuaskan, dan tekanan untuk bertahan hidup dengan upah rendah selama inflasi membuat kami tidak mungkin membesarkan anak,” kata Cynthia Liu, wanita berusia 27 tahun yang tinggal di Beijing, China.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menjelaskan, suatu negara idealnya memiliki angka Total Fertility Rate (TFR) pada angka 2.

“Kalau angka fertility rate kurang dari 2, penduduk itu akan cenderung minus growth, cenderung berkurang,” jelas Hasto kepada CNBC Indonesia, Jumat (27/1/2023).

Hasto mengungkapkan, negara akan sustain atau bertahan, jika angka kelahiran pada perempuan melahirkan satu anak perempuan.

“Karena kalau anaknya dua, itu hampir bisa dipastikan satu perempuan melahirkan satu anak perempuan juga. Tapi kalau anaknya cuma satu, belum tentu melahirkan anak perempuan,” tuturnya.

“Padahal negara akan sustain jumlah penduduknya, kalau satu perempuan digantikan oleh satu perempuan,” kata Hasto lagi.

Indonesia sendiri saat ini angka fertility rate-nya telah mencapai 2,1. Masih banyak ketimpangan di banyak daerah, yang angka fertility rate-nya bahkan menyentuh angka 3.

Hasto memberikan contoh, misalnya saja di Papua yang angka fertility rate mendekati 3. Kemudian di Nusa Tenggara Timur angka fertility rate yakni pada rentang 2,7 hingga 2,8.

Sementara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, angka fertility rate masing-masing 2,5 dan 2,6.

“Masih banyak (daerah) yang hamil secara terus menerus. Secara nasional (angka fertility rate) belum merata. Tapi rata-rata secara nasional sudah 2,1,” ujar Hasto.

Hasto sendiri tidak setuju dengan adanya istilah resesi seks. Hasto, lebih menerima adanya istilah child free atau keengganan pasangan yang sudah menikah untuk memiliki anak.

Oleh karena itu, menurut Hasto kemungkinan yang ada dan bisa terjadi adalah resesi untuk fertilitas.

Pun, resesi fertilitas juga sangat kecil kemungkinannya terjadi di Indonesia. Data BKKBN menunjukkan, dalam setahun terdapat 2 juta pasangan yang menikah di Indonesia.

Selain itu juga, jumlah bayi yang dilahirkan sebanyak 4,8 juta jiwa dalam satu tahun. “Jadi, 80% orang yang menikah di Indonesia itu adalah hamil pada tahun pertama. Karena semua yang menikah itu beramai-ramai ingin hamil di Indonesia,” jelas Hasto.

Sementara 20% lainnya, berdasarkan statistik BKKBN kata Hasto bukan tidak mau hamil, tapi karena beberapa pasangan tidak bisa hamil karena ada gangguan fertilitas. “Itu kenyataan di negara kita.”

“Negara kita jauh dari isu child free, resesi seks. Indonesia jauh. Mungkin bisa 50 tahun lagi atau lebih, setelah ada perubahan paradigma. Sampai hari ini belum ada perubahan,” jelas Hasto.

Hasto menegaskan bahwa, sebagian besar pernikahan yang terjadi Indonesia bertujuan untuk pro-kreasi, bukan untuk sekedar rekreasi dan security.

Istilah prokreasi yakni hubungan suami istri yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan sebagai generasi penerus.

Sementara rekreasi hanya semata untuk mendapatkan hubungan seks yang aman dan security hanya menikah untuk mendapatkan keamanan. 

“Makanya budaya kita itu kalau Idul Fitri, manten baru belum hamil itu, waduh gak enak itu. Ditanya terus itu, udah isi belum. Dan itu terjadi secara statistik, 80% pasangan menikah hamil pada tahun pertama,” tuturnya. 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tantangan Ekonomi Indonesia 2023

Next Post

Profil Samanhudi Anwar, Kader PDIP Eks Wali Kota Blitar Perampok Rumah Dinas Walikota Blitar

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun
Atarashi Watch On

Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

May 10, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Next Post
Profil Samanhudi Anwar, Kader PDIP Eks Wali Kota Blitar Perampok Rumah Dinas Walikota Blitar

Profil Samanhudi Anwar, Kader PDIP Eks Wali Kota Blitar Perampok Rumah Dinas Walikota Blitar

Anies Baswedan Gelar Pertemuan Dengan Tim Kecil Tiga Partai

Kini Tinggal PKS Belum Serahkan Sepenuhnya Kepada Anies Terkait Bacawapres

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Prabowo “Menghancurkan Keuangan Negara dan Melemahkan Demokrasi” (Warning The Economist)

May 17, 2026
Apa Kata Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi Asli?

Ijazah, Roy Cs, dan Ruang Sidang yang Tak Boleh Menyisakan Tanda Tanya

May 17, 2026
Rempah: Aroma Kejayaan yang Menanti untuk Kembali

Pelaku Industri Diminta Perkuat Ketahanan Hadapi Lonjakan Biaya Produksi

May 17, 2026
Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu

Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist