• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

CHINA VS AS: ANTARA SUN TZU DAN CLAUSEWITZ

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
November 5, 2025
in Feature
0
CHINA VS AS: ANTARA SUN TZU DAN CLAUSEWITZ
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Pada 2018, Amerika Serikat memutuskan menyerang dari medan yang berbeda. Bukan laut. Bukan pelabuhan. Tapi teknologi. Huawei dijadikan simbol ancaman. Ponsel menjadi medan geopolitik. Chip menjadi medan kekuasaan.

Dan perang itu, sekali lagi, bukan perang dalam arti biasa.

Trump menaikkan tarif impor. Ia menekan rantai pasok global. Ia memaksa negara lain memilih antara Washington atau Beijing. Ia menyebut Tiongkok pencuri teknologi, penyabot pasar, mimpi buruk pabrik Amerika.

Dalam logika Clausewitz, jika diserang, seseorang harus membalas dalam besar dan jelas.

Namun, Sun Tzu berkata: “Jika musuh datang dengan kekerasan, mundurlah selangkah. Biarkan ia menyerang udara.”

Tiongkok tidak membalas dengan cara yang sama. Ia memutar jalan.

Ketika kedelai dihentikan impor dari AS, Tiongkok tiba-tiba muncul membeli panen dari Brasil—mengubah pedagang Midwestern di Amerika menjadi korban kebijakan presidennya sendiri. Ketika Huawei dikeluarkan dari Android, Tiongkok tidak jatuh panik; ia membangun HarmonyOS—perlahan, terukur, seperti benih yang ditanam di ladang yang sabar menunggu hujan.

Ketika chip 5nm diblokir oleh embargo, Tiongkok tidak memaksa masuk melalui pintu yang terkunci. Ia membangun pintu yang lain: riset RISC-V, konsorsium chip nasional, dan jejaring manufaktur dari Shenzhen sampai Urumqi.

Perlahan dunia menyadari: Amerika menyerang hari ini. Tiongkok membalas dengan menata dua puluh tahun ke depan.

Menang dalam Bayangan

Sanksi Barat terhadap teknologi Tiongkok justru menimbulkan efek yang jarang dibicarakan: China menjadi lebih mandiri. Seperti air yang terhalangi batu, ia mencari aliran baru. Ia tidak marah. Ia mengalir.

Ada kalimat Sun Tzu yang sering dipahami sebagai strategi perang, tetapi sesungguhnya lebih cocok dibaca sebagai falsafah bertahan hidup:
_
“Yang paling lembut mengalahkan yang paling keras.”_

Huawei tidak hanya bertahan. Ia kembali dengan chip 7nm yang dibuat di dalam negeri. Bagi sebagian analis Barat, itu tampak mustahil. Tetapi yang mustahil hanyalah sesuatu yang belum memiliki jalan—hingga jalan itu ditemukan.

Dan jalan itu ditemukan diam-diam, di laboratorium, di ruang riset tersembunyi, di universitas teknik yang bagi orang luar tampak membosankan dan tanpa karisma.
Sementara di permukaan, debat geopolitik berlangsung keras dan gaduh, di kedalaman, diam bekerja dengan disiplin.

Politik Sebagai Seni Mengarahkan Waktu

Ada satu hal lain yang kerap luput ketika kita membicarakan Tiongkok: kesabaran sejarah. Negara ini tidak pernah berpikir dalam periode empat tahun seperti Amerika. Ia berpikir dalam lima puluh. Ia tidak bergerak dengan logika kampanye, tetapi dengan logika peradaban.

Ketika Trump menerapkan tarif, ia melakukannya untuk memukul hari ini demi pemilu berikutnya. Ketika Tiongkok membalas, ia melakukannya untuk mengubah struktur global agar bertahan generasi demi generasi.

Sun Tzu mengajarkan bahwa waktu adalah senjata. Dan Tiongkok memegang waktu itu di tangannya.

Kesimpulan yang Bukan Kesimpulan

Barangkali kemenangan terbesar bukanlah ketika musuh bertekuk lutut, tetapi ketika musuh kehilangan definisi kemenangan itu sendiri.

Amerika berbicara tentang menang–kalah. Tiongkok berbicara tentang mengatur ulang permainan.

BRI bukan tentang “memenangkan dunia.” Huawei bukan tentang “melawan blokade.” Perang tarif bukan tentang “membalas serangan.”

Semuanya adalah cara mengubah arah arus global, perlahan, pasti, tanpa dentuman meriam.

Seperti kabut yang turun perlahan di kaki gunung. Seperti strategi yang bekerja tanpa harus diumumkan. Seperti Sun Tzu, yang mungkin tersenyum dari jauh:

“Menang tanpa berperang bukan berarti tidak ada perang. Menang tanpa perang berarti kemenangan sudah terjadi sebelum kita menyadarinya.”

Dan ketika itu terjadi, dunia telah berubah.===

Cimahi, 5 November 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Swasembada Pangan: Jalan Kedaulatan yang Kian Terjal

Next Post

Untuk Apa Uang Yang Disembunyikan di Bunker Jokowi?

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Untuk Apa Uang Yang Disembunyikan di Bunker Jokowi?

50 Orang Tewas Setiap Hari di Indonesia Akibat Narkoba

50 Orang Tewas Setiap Hari di Indonesia Akibat Narkoba

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...