• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Dalil Kejaksaan: Bila Ada Kerugian Negara, Harus Ada yang Dipenjarakan vs Suara Hotman Paris Membela Nadiem

Ali Syarief by Ali Syarief
September 8, 2025
in Crime, Feature, Law
0
Dalil Kejaksaan: Bila Ada Kerugian Negara, Harus Ada yang Dipenjarakan vs Suara Hotman Paris Membela Nadiem
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilattenws – Logika hukum di Indonesia sering kali berdiri di atas sebuah dalil yang sederhana namun problematik: jika ada kerugian negara, maka harus ada yang dipenjarakan. Dalil ini kerap dipakai Kejaksaan dalam berbagai kasus korupsi. Namun, apakah kerugian negara otomatis lahir dari niat jahat dan perbuatan melawan hukum seseorang? Di titik inilah perdebatan publik mencuat, terutama ketika nama besar seperti mantan Mendikbud Nadiem Makarim terseret dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.

Status Hukum dan Bayang-Bayang Politik

Kejaksaan Agung menetapkan Nadiem sebagai tersangka bersama empat pihak lain. Pasal yang disangkakan bukan pasal sembarangan: Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 55 KUHP, yang mengaitkan soal kerugian negara Rp 1,98 triliun dalam program digitalisasi pendidikan. Nadiem pun ditahan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan panjang sejak Juni hingga September 2025, bahkan dicegah bepergian ke luar negeri.

Bagi Kejaksaan, rangkaian peristiwa ini sudah cukup memenuhi syarat formil penetapan tersangka. Namun, publik bertanya-tanya: apakah pejabat menteri benar-benar berperan dalam setiap teknis pengadaan? Ataukah penanggung jawab di level pelaksana seharusnya yang menanggung akibat hukum?

Hotman Paris Melawan Dalil Formalistik

Di sinilah muncul sosok flamboyan Hotman Paris Hutapea, pengacara Nadiem. Ia menolak mentah-mentah asumsi hukum yang dipakai Kejaksaan. Baginya, kliennya sama sekali tidak menerima uang, tidak melakukan markup, dan tidak memperkaya diri. Lebih jauh lagi, Hotman membawa isu ini ke ruang publik dengan menyinggung Presiden Prabowo Subianto. Ia bahkan meminta agar gelar perkara digelar di Istana, di hadapan Presiden, untuk membuktikan dalam sepuluh menit bahwa Nadiem bersih.

Strategi Hotman jelas bukan sekadar argumen hukum, melainkan juga drama politik. Dengan mengingatkan publik bahwa Prabowo pernah menjadi kliennya, ia menekan Kejaksaan sekaligus menggiring isu ini ke ranah politik kekuasaan.

Respons Istana: Netralitas atau Jaga Jarak?

Bagaimana sikap Istana? Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, buru-buru menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengintervensi proses hukum. Pesan ini jelas: Prabowo ingin menjaga citra sebagai presiden yang tidak ikut campur urusan yudisial, berbeda dengan praktik masa lalu ketika eksekutif kerap menekan penegakan hukum demi kepentingan politik.

Namun, diamnya Istana juga menyisakan tafsir ganda. Apakah ini bentuk penghormatan pada proses hukum, ataukah strategi untuk tidak terbawa arus kontroversi yang bisa mencoreng kredibilitas pemerintah di awal masa jabatan?

Kejagung: Biarkan Penyidik Bekerja

Sementara itu, suara Kejaksaan lewat Kapuspenkum Anang Supriatna terkesan dingin dan prosedural. Ia hanya menekankan bahwa perkara sedang dalam penyidikan, asas praduga tak bersalah tetap dijaga, dan penyidik akan mengungkap semua fakta hukum. Jawaban ini sejatinya menegaskan posisi Kejaksaan yang tak ingin goyah oleh tekanan publik maupun intervensi politik.

Antara Dalil dan Keadilan

Pertarungan argumen ini memperlihatkan dilema klasik hukum Indonesia: apakah keadilan diukur dari kerugian negara semata, ataukah harus dibuktikan secara konkrit siapa yang memperoleh keuntungan dan berniat jahat?

Jika dalil Kejaksaan hanya berpegang bahwa kerugian negara harus menghasilkan tersangka di level puncak, maka risiko kriminalisasi jabatan sangat besar. Namun jika logika Hotman yang dipakai—bahwa tanpa bukti penerimaan uang dan niat memperkaya diri seseorang tak bisa dihukum—maka penegakan hukum bisa dianggap lemah dan membiarkan kerugian negara tanpa akuntabilitas.

Penutup

Kasus Nadiem Makarim menjadi cermin besar bagi wajah hukum Indonesia: di satu sisi ada tekanan untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, di sisi lain ada tuntutan agar hukum tidak sekadar menjadi alat formalisme yang membabi buta. Respons Istana yang menjaga jarak dan sikap Kejaksaan yang teguh pada prosedur menandakan bahwa bola panas ini kini benar-benar ada di ruang sidang dan opini publik.

Akhirnya, pertanyaan mendasar tetap menggantung: apakah hukum akan benar-benar menemukan pelaku yang bertanggung jawab, atau sekadar mencari korban untuk memenuhi dalil klasik—“ada kerugian negara, maka harus ada yang dipenjarakan”?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketahanan Pangan Jawa Barat: Istimewa atau Sekadar Slogan?

Next Post

17+8, Ijazah Palsu Jokowi, dan Reformasi POLRI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
17+8, Ijazah Palsu Jokowi, dan Reformasi POLRI

17+8, Ijazah Palsu Jokowi, dan Reformasi POLRI

Titiek vs Prabowo: Pertarungan Simbolik di Panggung Pangan Nasional

Titiek vs Prabowo: Pertarungan Simbolik di Panggung Pangan Nasional

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist