• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

fusilat by fusilat
February 13, 2026
in News, Tokoh/Figur
0
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-Fusilatnews, Tokoh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Damai Hari Lubis (DHL), akhirnya angkat bicara meluruskan berbagai narasi yang beredar luas di ruang publik. Ia menegaskan tidak pernah meminta maaf, tidak pernah mengakui kesalahan, dan tidak pernah menerima uang sebagaimana tudingan yang sengaja dibangun untuk membentuk opini negatif terhadap dirinya.

Damai menyebut narasi yang menyatakan dirinya meminta maaf dan menerima uang dengan jumlah tertentu sebagai fitnah serius yang tidak memiliki dasar fakta.

“Saya tidak pernah meminta maaf, tidak pernah mengakui kesalahan, dan tidak pernah menerima uang dalam bentuk apa pun. Informasi itu sepenuhnya tidak benar dan menyesatkan publik,” tegas Damai dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (13/2/2026).

Ia mengungkapkan, sejak awal dirinya justru meminta agar persoalan tersebut tidak diekspos ke publik demi menghindari fitnah dan kegaduhan politik. Permintaan itu, kata Damai, disampaikan dengan itikad baik dan disertai sumpah. Namun pada praktiknya, pihak-pihak tertentu justru membuka dan menggiring isu tersebut ke ruang publik.

“Yang berjanji tidak mengekspos, justru mereka yang pertama kali membuka dan memelintir narasi,” ujarnya.

Damai menilai sejak titik itu persoalan bergeser dari ranah hukum ke arena politik. Ia menyebut dirinya dan Eggi Sudjana disasar karena posisi mereka sebagai tokoh yang selama ini kritis dan vokal.

“Ini bukan semata-mata perkara hukum. Ini upaya menjinakkan dan menjerat tokoh dengan cara-cara politis,” kata Damai.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sempat ditetapkan sebagai tersangka, sebelum akhirnya diberikan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) pada 15 Januari 2026, tanpa melalui mekanisme praperadilan. Menurut Damai, penghentian penyidikan tersebut bukan hasil kompromi atau transaksi politik, melainkan konsekuensi hukum atas perkara yang sejak awal tidak berdiri di atas dasar yang objektif.

Damai mengaitkan hal itu dengan pernyataan Lechumanan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dipandu Karni Ilyas, yang secara terbuka menyebut bahwa pelaporan terhadap Damai Hari Lubis memang tidak layak untuk dilanjutkan. Ia menegaskan, penerbitan SP3 merupakan kebijakan penyidik Polda melalui hak subjektivitas penyidik sebagaimana diatur dalam KUHAP, sekaligus menjadi indikator kuat bahwa perkara tersebut lebih sarat kepentingan politik ketimbang penegakan hukum murni.

Lebih jauh, Damai menuturkan bahwa dirinya bersama pihak lain sebenarnya telah mematuhi arahan untuk melakukan cooling down dan memilih tidak tampil di ruang publik. Namun, sikap tersebut justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membangun serangan opini.

“Kami memilih menahan diri dan tidak tampil. Tapi justru dalam kondisi itulah fitnah diproduksi dan disebarkan,” ujarnya.

Damai mengakui sempat muncul di media dalam dua pekan terakhir, namun hal itu dilakukan semata-mata untuk klarifikasi, bukan untuk mencari panggung atau membangun sensasi. Setelah klarifikasi disampaikan, ia mengaku telah menolak sejumlah undangan untuk tampil di televisi.

Di akhir pernyataannya, Damai mengajak publik agar lebih kritis dan tidak mudah digiring oleh narasi yang dibangun secara sistematis.

“Saya meminta semua pihak menghentikan penyebaran fitnah dan berhenti memelintir fakta. Publik berhak atas kebenaran, bukan skenario politik yang dikemas seolah-olah penegakan hukum,” pungkasnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Next Post

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

fusilat

fusilat

Related Posts

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban
Layanan Publik

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir
daerah

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026
ANDRE DONAS BANGGA JADI PENGARANG MINANG, Karya-karyanya Disebut Sarat Nilai Budaya dan Sosok Ibu
Komunitas

ANDRE DONAS BANGGA JADI PENGARANG MINANG, Karya-karyanya Disebut Sarat Nilai Budaya dan Sosok Ibu

May 26, 2026
Next Post
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

Menaker Tegaskan THR Wajib Dibayar Penuh, Tidak Boleh Dicicil

Pemerintah Siapkan Rp 55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist