• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Dampak Terburuk Perang Israel dan AS Melawan Iran: Strategi Penutupan Selat Hormuz dan Krisis Ekonomi Dunia

fusilat by fusilat
March 1, 2026
in Economy, Feature, Perang
0
Dampak Terburuk Perang Israel dan AS Melawan Iran:  Strategi Penutupan Selat Hormuz dan Krisis Ekonomi Dunia
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Ketika Satu Selat Mengguncang Dunia

Sejarah modern menunjukkan satu fakta penting: dunia tidak selalu diguncang oleh daratan luas atau perang berskala kontinental. Kadang, sebuah jalur sempit justru menjadi pemicu krisis global.

Jika konflik terbuka benar-benar pecah antara Iran dan Israel serta Amerika Serikat, maka titik paling menentukan bukan semata Tel Aviv atau Teheran. Titik krusial itu berada di sebuah jalur laut selebar ±39 kilometer di bagian tersempitnya: Selat Hormuz.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia—sekitar 17–20 juta barel per hari—melintas di jalur ini (U.S. Energy Information Administration). Angka tersebut bukan sekadar statistik energi. Ia adalah nadi utama sistem ekonomi global.

Jika Iran memilih menutup atau bahkan sekadar mengganggu lalu lintas tanker di Hormuz, harga minyak tidak akan naik secara bertahap. Ia akan melonjak secara abrupt, memicu kepanikan pasar.


Skenario Harga Minyak: Dari Ketegangan ke Lonjakan Ekstrem

Berbagai simulasi lembaga energi internasional menunjukkan bahwa gangguan serius di Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak:

  • dari kisaran USD 75–85 per barel,
  • melonjak ke USD 120–150 per barel,
  • Bahkan dalam skenario ekstrem dapat menembus USD 180 per barel jika konflik berkepanjangan.

Dampaknya bersifat sistemik dan berlapis:

  • Inflasi global melonjak,
  • Biaya logistik meningkat tajam,
  • Harga pangan terdorong naik,
  • Pasar keuangan menjadi sangat volatil.

Krisis energi 1973 dan 1979 telah memberi pelajaran mahal. Namun perbedaannya signifikan: ekonomi global hari ini jauh lebih terintegrasi, lebih sensitif terhadap sentimen, dan lebih rapuh terhadap gangguan rantai pasok energi.


Indonesia: Importir Energi di Tengah Gelombang

Indonesia kini bukan lagi eksportir minyak bersih. Kita adalah net importer energi.

Konsumsi BBM nasional berada di kisaran 1,4–1,6 juta barel per hari, sementara lifting domestik hanya sekitar 600–700 ribu barel per hari. Artinya, lebih dari separuh kebutuhan energi dipenuhi dari impor, baik crude oil maupun BBM.

Jika harga minyak melonjak ke USD 130 per barel, implikasinya sangat serius.

🔴 Tekanan Fiskal

  • Asumsi ICP dalam APBN berpotensi jebol,
  • Subsidi dan kompensasi energi membengkak,
  • Defisit anggaran terancam melebar dari batas aman,
  • Beban kompensasi Pertamina meningkat tajam.

Sebagai perbandingan, pada 2022, akibat perang Rusia–Ukraina, subsidi dan kompensasi energi menembus Rp500 triliun. Dalam skenario krisis Hormuz, angka tersebut bisa lebih besar dan lebih destruktif terhadap ruang fiskal.

🔴 Tekanan Moneter

Sejarah memberi cermin pahit: 1998.

Saat krisis Asia 1997–1998:

  • Rupiah terjun dari sekitar Rp2.300/USD menjadi lebih dari Rp15.000/USD,
  • Inflasi melampaui 70 persen,
  • Perbankan kolaps,
  • IMF masuk dengan program restrukturisasi.

Hari ini, fundamental ekonomi Indonesia memang lebih kuat:

  • Cadangan devisa sekitar USD 130 miliar,
  • Rasio utang terhadap PDB sekitar 39 persen,
  • Sistem perbankan lebih prudent dan terawasi.

Namun jika terjadi kombinasi:

  • Lonjakan harga minyak,
  • Tekanan neraca perdagangan,
  • Capital outflow,
  • Pelemahan rupiah signifikan,

maka dampaknya akan berlapis:

  • Inflasi impor meningkat,
  • BI dipaksa menaikkan suku bunga agresif,
  • Kredit melambat,
  • Pertumbuhan ekonomi turun,
  • Risiko stagflasi muncul.

Ini mungkin bukan pengulangan 1998, tetapi tekanan multidimensi sangat mungkin terjadi.


Neraca Pembayaran: Titik Sesak Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia relatif aman berkat surplus komoditas seperti batu bara, nikel, dan sawit.

Namun situasi dapat berbalik jika:

  • Harga energi melonjak tajam,
  • Impor migas membengkak,
  • Ekspor global melemah akibat perlambatan ekonomi dunia.

Tekanan pada Balance of Payments (BOP) berarti:

  • Rupiah tertekan,
  • Cadangan devisa tergerus,
  • Persepsi risiko meningkat.

Di titik inilah diplomasi energi berubah menjadi instrumen ekonomi strategis, bukan sekadar urusan luar negeri.


Diplomasi Dua Kaki: Bukan Ideologi, Melainkan Survival

Politik luar negeri Indonesia menganut prinsip bebas aktif. Namun, bebas aktif tidak berarti netral tanpa strategi.

Dalam kondisi ekstrem, Indonesia perlu manuver realistis dan pragmatis:

🟢 Kaki Pertama
Menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan Barat—termasuk Amerika Serikat—demi stabilitas pasar keuangan dan akses sistem finansial global.

🔵 Kaki Kedua
Membuka jalur strategis dengan:

  • Rusia (produsen minyak besar),
  • Cina (mitra dagang utama dan aktor kunci energi global).

Tujuannya bukan keberpihakan geopolitik.
Tujuannya adalah keamanan pasokan energi.

Dalam kondisi Hormuz terganggu, kontrak jangka menengah dari Rusia atau skema pembayaran bilateral dengan Cina dapat menjadi bantalan strategis—selama dilakukan secara terukur dan tidak frontal melanggar rezim sanksi internasional.

Diplomasi dua kaki hanya efektif jika:

  • Bukan retorika, tetapi kontraktual,
  • Berbasis G-to-G energy deal,
  • Didukung mekanisme swap mata uang,
  • Berjalan dalam kerangka realpolitik yang rasional.

Mitigasi Domestik: Jangan Menunggu Api Membesar

Selain diplomasi, langkah domestik menjadi krusial:

  • Meningkatkan cadangan strategis BBM minimal 90 hari konsumsi,
  • Diversifikasi sumber impor energi,
  • Mempercepat hilirisasi dan transisi energi,
  • Menjaga disiplin fiskal, tidak ekspansif berlebihan,
  • Koordinasi erat Kemenkeu–BI untuk stabilitas rupiah.

Krisis energi bukan semata soal harga minyak.
Ia adalah ujian kesiapan sistem ekonomi nasional.


Refleksi: Jika Hormuz Ditutup, Apakah Kita Siap?

Selat Hormuz memang jauh secara geografis.
Namun jika ia ditutup, dampaknya bisa terasa hingga SPBU di kota kecil Indonesia.

Krisis energi dapat menjelma menjadi:

  • Krisis fiskal,
  • Krisis nilai tukar,
  • Bahkan krisis kepercayaan.

Pelajaran 1998 jelas:
Yang paling berbahaya bukan badai, melainkan ketidaksiapan menghadapi badai.


Kesimpulan dan Rekomendasi

Jika perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat meluas dan Selat Hormuz terganggu:

  • Harga minyak melonjak drastis,
  • Inflasi global meningkat,
  • Ekonomi dunia melambat.

Indonesia akan menghadapi tekanan fiskal, moneter, dan neraca pembayaran secara simultan.
Indonesia tidak bisa sekadar berharap konflik mereda dengan sendirinya.

Rekomendasi strategis:

  • Perkuat cadangan energi nasional,
  • Jaga disiplin APBN dan ruang fiskal,
  • Lakukan koordinasi moneter proaktif,
  • Jalankan diplomasi dua kaki secara pragmatis,
  • Amankan kontrak pasokan minyak alternatif sejak dini.

Kedaulatan energi adalah kedaulatan ekonomi.
Dan kedaulatan ekonomi adalah fondasi stabilitas politik.

Dalam dunia yang semakin rapuh, kebijakan yang lambat adalah kemewahan yang terlalu mahal.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Konflik Iran–Israel Meningkat, Moskow Keluarkan Peringatan Evakuasi Warga

Next Post

Watak Presiden RI Yg Ditinggal istri dan Yg Tak Punya Istri

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026
Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Next Post
Watak Presiden RI Yg Ditinggal istri dan Yg Tak Punya Istri

Watak Presiden RI Yg Ditinggal istri dan Yg Tak Punya Istri

Biaya Perang Iran Melawan Israel–Amerika Serikat: Harga Mahal Sebuah Eskalasi Global

Biaya Perang Iran Melawan Israel–Amerika Serikat: Harga Mahal Sebuah Eskalasi Global

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...