• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Darah Biru, Nafsu Merah: Berebut Mahkota PB XIII di Keraton Solo

fusilat by fusilat
November 6, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Darah Biru, Nafsu Merah: Berebut Mahkota PB XIII di Keraton Solo
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Kekuasaan memang memabukkan. Belum juga dimakamkan, mereka yang merasa ahli waris sudah mulai berebut mahkota yang ditinggalkan Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII, Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah.

Diketahui, PB XIII meninggal dunia, Minggu (2/11/2025) lalu dalam usia 77 tahun. Menjelang jenazahnya diberangkatkan ke peristirahatan terakhir di Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (5/11/2025), putra bungsu PB XIII, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram atau Pangeran Purbaya mengukuhkan dirinya sebagai raja baru dengan gelar PB XIV.

Alasannya, pertama karena Pangeran Purbaya telah diangkat PB XIII sebagai Putra Mahkota sejak 2022. Kedua, karena seluruh keluarga besar PB XIII telah menyetujuinya.

Di pihak lain, adik dari PB XIII, yakni Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan mengklaim dirinya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Raja Surakarta Hadiningrat.

Alasannya, selama ini Tedjowulan bertugas sebagai mahamenteri yang mendampingi PB XIII dalam mengelola Keraton. Tugas itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.

Sepeninggal PB XIII, Tedjowulan menjadi Plt Raja Kasunanan Surakarta yang akan mengawal prosesi pergantian kekuasaan.

Tedjowulan mengaku tidak masalah Pangeran Purbaya menobatkan diri sebagai raja baru Keraton Surakarta. Hanya saja, hal itu semestinya dilakukan setelah 40 atau 100 hari wafatnya PB XIII karena saat ini masih berkabung.

Kedua, tidak hanya trah PB XIII yang selama ini mengelola Keraton, tetapi juga ada trah PB X, PB XI dan PB XII.

Ketiga, tidak hanya Pangeran Purbaya yang bisa menjadi pewaris mahkota yang ditinggalkan PB XIII, tetapi juga ada anak lain PB XIII dan juga adik-adik PB XIII yang siap menjadi raja, termasuk Tedjowulan.

Apa yang terjadi antara Pangeran Purbaya dan Tedjowulan ini mengingatkan kita akan konflik internal Keraton Surakarta yang melibatkan PB XIII di satu pihak, dan Tedjowulan di pihak lain tahun 2004 lalu, sepeninggalan PB XII.

Pada 2004 itu, Keraton Surakarta punya “matahari kembar”. Tedjowulan dinobatkan sebagai PB XIII pada 31 Agustus.

Lantas pada 10 September giliran Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi melakukan hal yang sama dan dengan gelar yang sama pula.

Setelah konflik internal itu berlarut-larut, bahkan sempat adu fisik dan saling usir, akhirnya pihak eksternal dalam hal ini pemerintah pusat ikut campur. Lalu terjadilah rekonsiliasi pada 2017 melalui SK Mendagri itu. Tedjowulan mengakui keabsahan takhta PB XIII setelah dirinya diangkat sebagai Panembahan Agung atau mahamenteri.

Kini, Tedjowulan hendak merebut kembali mahkota raja PB XIII yang sudah terlanjur dikenakan Pangeran Purbaya. Diyakini akan terjadi konflik internal lagi di dalam Kasunanan Surakarta Hadiningrat seperti tahun 2004.

Mataram Pecah

Sejarah kerajaan Mataram Islam memang tidak pernah sepi dari konflik internal. Puncaknya adalah terpecahnya kerajaan Mataram Islam menjadi dua bagian, yakni Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pembagian dua kerajaan ini diinisiasi oleh VOC melalui Perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada 13 Februari 1755.

Dikutip dari sebuah sumber, VOC adalah singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie (Persekutuan Dagang Hindia Timur), yakni perusahaan dagang Belanda yang didirikan pada 20 Maret 1602 dengan tujuan utama menguasai monopoli perdagangan rempah-rempah di Asia, khususnya Nusantara.

VOC memiliki hak-hak istimewa seperti laiknya negara, termasuk membangun benteng, membuat tentara, mencetak uang, dan melakukan perang, yang menjadikannya sebagai “negara dalam negara” selama hampir dua abad di Indonesia.

VOC berhasil mengadu domba kerajaan Mataram Islam, sehingga terjadi pertikaian antara PB III, Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa.

Melalui Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi diberi wilayah di sebelah barat sungai Opak yang kemudian menjadi Kasultanan Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi menjadi raja pertama dengan gelar Sultan Hamengkoe Boewono I.

Sementara wilayah sebelah timur sungai Opak tetap menjadi wilayah kerajaan Mataram Islam yang setelah terpecah dua menjadi Kasunanan Surakarta, dengan rajanya adalah PB III.

Kasunanan Pecah

Kasunanan Surakarta kemudian pecah lagi menjadi dua bagian akibat pemberontakan yang dilakukan Raden Mas Said karena dia belum kebagian wilayah seusai penandatanganan Perjanjian Giyanti.

Pada 17 Maret 1757 terjadilah Perjanjian Salatiga yang ditandatangani oleh Raden Mas Said dan PB III, yang mengakui Raden Mas Said sebagai penguasa wilayah baru yang dikenal sebagai Praja Mangkunegaran.

Raden Mas Said kemudian menjadi penguasa pertama Praja Mangkunegaran dengan gelar Mangkunegara I.

Diketahui, Raden Mas Said sebelumnya terlibat dalam perebutan kekuasaan dan pertikaian dengan PB II dan VOC.

Kasultanan Pecah

Kasultanan Yogyakarta juga mengalami perpecahan, dengan lahirnya Kadipaten Pakualaman yang didirikan pada 17 Maret 1813 di masa kekuasaan Inggris, dengan penobatan Pangeran Notokusumo oleh Gubernur Jenderal Sir Thomas Raffles sebagai Paku Alam I.

Dikutip dari sebuah sumber, pendirian Kadipaten Pakualaman ini merupakan hasil dari perselisihan di Kasultanan Yogyakarta dan pembagian wilayah oleh Inggris setelah menguasai Jawa dari Belanda.

Hal tersebut berawal dari konflik antara Sri Sultan Hamengkoe Boewono II dengan pemerintahan Belanda, yang kemudian dilanjutkan dengan campur tangan Inggris yang menguasai Jawa.

Adapun Pangeran Notokusumo adalah adik dari HB II yang diangkat menjadi penguasa baru dengan gelar Paku Alam I.

Pangeran Notokusumo secara resmi dinobatkan oleh Gubernur Jenderal Inggris, Sir Thomas Raffles pada 17 Maret 1813. Melalui political contract atau kontrak politik, Pangeran Notokusumo dan Inggris menyepakati pembagian wilayah yang juga mencakup pemberian tanah dan hak-hak lainnya kepada Pakualaman.

Kini, konflik internal kembali melanda Kasunanan Surakarta. Apakah entitas kerajaan ini juga akan terpecah kembali menjadi dua bagian: satu dipimpin Pangeran Purbaya, dan satunya lagi dipimpin Tedjowulan? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beras Turun Mutu, Negara Turun Wibawa

Next Post

Tak Mungkin Jeruk Makan Jeruk: Masih Sanggupkah Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan Nafa Urbach Berkepala Tegak?

fusilat

fusilat

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tak Mungkin Jeruk Makan Jeruk: Masih Sanggupkah Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan Nafa Urbach Berkepala Tegak?

IMMI DKI Jakarta Gelar Rakerwil: Konsolidasi Dakwah Digital, Solidkan Barisan untuk Umat

IMMI DKI Jakarta Gelar Rakerwil: Konsolidasi Dakwah Digital, Solidkan Barisan untuk Umat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...