• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tak Mungkin Jeruk Makan Jeruk: Masih Sanggupkah Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan Nafa Urbach Berkepala Tegak?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 6, 2025
in Feature, Pojok KSP, Tokoh/Figur
0
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Entah apa yang berkecamuk dalam benak lima anggota DPR yang baru saja lolos dari lubang jarum. Mungkin bangga sambil menepuk dada. Atau mungkin bersyukur sambil berbenah diri sesuai janji mereka ketika disidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Rabu (5/11/2025).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua MKD Nazaruddin Dek Gam, tiga dari lima anggota DPR dinyatakan terbukti melanggar kode etik. Ketiganya adalah Ahmad Sahroni dari Partai Nasdem, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Nafa Urbach dari Nasdem. Sahroni dijatuhi sanksi skorsing 6 bulan, Eko 4 bulan dan Nafa 3 bulan.

Sementara dua anggota DPR lainnya dinyatakan tidak terbukti melanggar kode etik. Keduanya adalah Surya Utama alias Uya Kuya dari PAN, dan Adies Kadir dari Partai Golkar.

Kelimanya diadukan ke MKD dengan tuduhan melanggar kode etik DPR karena tingkah dan pernyataan mereka yang melukai perasaan publik. Ahmad Sahroni, misalnya, mengatakan bahwa mereka yang mengkritik kenaikan tunjangan perumahan DPR menjadi Rp50 juta per bulan per orang adalah orang tolol sedunia.

Akibat kemarahan publik, rumah Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, sempat dijarah massa. Begitu pun rumah Eko Patrio dan Uya Kuya. Namun, saat hendak menjarah rumah Nafa Urbach, massa salah sasaran. Ternyata itu adalah rumah bekas suami Nafa.

Para pengadu berharap mereka dipecat dari jabatannya sebagai anggota DPR. Tapi asumsi publik ternyata salah. Ibaratnya, tak mungkin jeruk makan jeruk. Tak mungkin anggota DPR memecat sesama anggota DPR. Mereka pun ibarat lolos dari lubang jarum.

Pertanyaannya, apakah mereka, terutama Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan Nafa Urbach yang terbukti melanggar kode etik, masih sanggup berjalan di DPR atau di mana pun dengan kepala tegak?

Secara hukum memang mereka tidak terbukti bersalah. Tapi secara etika jelas mereka sudah catat. Kalau sudah cacat etika, masih patutkah mereka disebut sebagai “anggota dewan yang terhormat” Masih sanggupkah mereka tampil di ruang publik?

Menjadi anggota DPR atau “public figure” lainnya di era teknologi informasi dan media sosial ini bak hidup di akuarium. Semua orang bisa memelototinya. Semua orang juga bisa jadi jurnalis yang akan mengunggah hasil liputan mereka ke media sosial. Tanpa edit. Tanpa sensor.

Kalau sudah begini, sekali lagi, masih sanggupkah Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan Nafa Urbach berjalan dengan kepala tegak, tanpa beban moral?

Sanksi yang dijatuhkan MKD sungguh terlalu ringan, sehingga tidak akan menimbulkan efek jera (detterence effect) bagi mereka. Pun tak akan menjadi terapi kejut (shock teraphy) bagi anggota DPR lainnya.

Sekali lagi, tak mungkin jeruk akan makan jeruk. Sebab pelanggaran etik bisa dilakukan setiap anggota DPR. Akhirnya semua pihak maklum. Tahu sama tahu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Darah Biru, Nafsu Merah: Berebut Mahkota PB XIII di Keraton Solo

Next Post

IMMI DKI Jakarta Gelar Rakerwil: Konsolidasi Dakwah Digital, Solidkan Barisan untuk Umat

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
IMMI DKI Jakarta Gelar Rakerwil: Konsolidasi Dakwah Digital, Solidkan Barisan untuk Umat

IMMI DKI Jakarta Gelar Rakerwil: Konsolidasi Dakwah Digital, Solidkan Barisan untuk Umat

Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Ketika Prabowo Berteriak: Nanti Utang Whoosh Saya Bayar Lewat APBN — Ini Bahasa Betawi yang Songong!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...